Jumat, 25 Oktober 2013

CARA BERTEMU ALLAH DAN RASULNYA


Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan:
"Wahai anak muda! Engkau mengaku sebagai Sufi,
tetapi engkau merasa terganggu dan bingung. Sufi
adalah orang yang lahir dan batinnya telah
dimurnikan (shafâ) dengan mengikuti Kitab Allah
dan Sunnah Rasul-Nya SAW semakin meningkat
kemurniannya, dia semakin muncul dari lautan
eksistensinya dan meninggalkan kehendak, pilihan
serta kemauannnya sendiri dikarenakan kemurnian
kalbunya. Ketika kalbu seseorang telah murni,
maka Nabi SAW akan menjadi duta antara dia dan
Rabbnya, sebagaimana halnya Jibril.
Dasar kebaikan adalah mengikuti Nabi SAW dalam
perkataan dan perbuatannya. Semakin murni kalbu
si hamba, akan semakin sering dia melihat Nabi
SAW dalam mimpinya, dimana beliau akan
menyuruhnya melakukan sesuatu dan melarangnya
mengerjakan sesuatu yang lain. Keseluruhan
dirinya akan menajdi satu kalbu dan bentuk
fisiknya akan terpisah. Dia menjadi sebuah rahasia
(sirr) tanpa publikasi (jahr) kejelasan murni tanpa
kekacauan yang keruh.
Mencabut segala sesuatu dari kalbu berarti
membongkar gunung-gunung yang kokoh dan tak
tergoyahkan. Ia memerlukan upaya yang keras dan
kesabaran dalam menahan penderitaan dan
bencana. Janganlah engkau pergi mencari apa
yang tidak jatuh ke tanganmu. Adalah baik bagimu
jika engkau mempraktikan apa yang tertulis ini,
dan menjadi Muslim! Adalah baik bagimu pada
Hari Kebangkitan jika engkau berada dalam
kumpulan orang-orang Muslim dan bukan dalam
kumpulan orang-orang kafir! Selamat atas
ditempatkannya engkau di surga atau di pintunya,
dan tidak di tengah-tengah mereka yang
ditetapkan untuk masuk ke kedalaman neraka!
Engkau harus rendah hati dan tidak sombong.
Kerendahan hati akan mengangkat derajat,
sedangkan kesombongan akan mencampakkan.
Seperti dikatakan oleh Nabi SAW: “Jika seseorang
rendah hati terhadap Allah, maka Allah akan
mengangkatnya.”
Allah mempunyai sejumlah hamba khusus yang
mengerjakan perbuatan-perbuatan baik
sedemikian rupa sehingga amal-amal mereka
sebesar gunung, seperti amal-amal baik para
pendahulu mereka. Namun demikian, mereka
merendahkan diri di hadapan Allah Yang
Mahakuasa dan Mahaagung, dan mengatakan:
“Kami belum mengerjakan sesuatu pun yang
cukup baik untuk memastikan bahwa kami akan
masuk surga. Kalaupun kami akan diterima di
sana, itu adalah karena rahmat Allah, dan jika
kami tidak diizinkan masuk, maka itu adalah
karena keadilan-Nya.” Mereka akan selalu siap
melaksanakan perintah-perintah-Nya, selagi
mereka berdiri di hadirat-Nya dalam keadaan
kebangkrutan pribadi (iflâs).
Kalian harus bertobat dan mengakui kekurangan-
kekurangan kalian. Tobat adalah kekuatan hidup
dari Tuhan Yang Mahabenar. Dia menghidupkan
kembali bumi dengan hujan yang menyegarkan
setelah ia mati, dan Dia menghidupkan kembali
kalbu-kalbu kita setelah mereka mati, melalui tobat
dan kesadaran (yaqzhah). Wahai pendosa-
pendosa yang membangkang, bertobatlah!
Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah,
sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.
Sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
(QS 39:53)
Ingatlah Allah Mahakuasa dan Mahaagung! Kalian
tidak boleh sekali-kali berputus asa dari rahmat
dan kasih-Nya!"
--Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitab Jala Al-
Khawathir

1 komentar:

  1. Mari Kita tingkatkan keimanan Kita.,insyaAllah.,and thanks for artilkel nya

    BalasHapus