Kamis, 05 November 2015

KHALWAT THARIQAH ALAWIYYAH

Habib Munzir Almusawa - Khalwat

mengenai khalwat, ia adalah membersihkan hati dari dosa dan memperbanyak mengingat Allah swt daripada makhluk, khalwat adalah menyendiri, pada thariqah alawiyyah khalwat bisa dilakukan beberapa saat setiap harinya, bisa dilakukan dirumah atau dikamar anda sendiri asal anda sendiri, dan anda beribadah dan bertafakkur akan kemuliaan Allah swt, jika hati terasa gundah maka keluarlah bergaul.

didalam thariqah alawiyah juga diajarkan khalwat ditengah orang ramai, hal ini sunnah Rasul saw juga, yaitu kita bergaul dg teman, keluarga, bekerja, dll, namun hati kita terus kita perjuangkan untuk bersama Allah, inilah khalwat terluhur yg banyak thariqah lain tak memiliki dan mengamalkannya, mereka hanya tahu khalwat adalah semedi, yaitu menyendiri beberapa hari atau bahkan berbulan bulan dari pergaulan orang banyak.

namun guru guru besar Thariqah alawiyah mengajarkan khalwat nabawiy, yaitu lebih mudah karena sesekali menyendiri dan bertafakkur meninggalkan pergaulan karena Allah, dan juga tetap bergaul dg orang namun hati terus berjuang untuk berdzikir dan mengingat Allah, hal ini sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja,

sebab khalwat dg waktu berhari hari bisa didatangi jin penggoda atau syaitan yg memberikan seakan ilham atau pemikiran yg keluar dari syariah islam walau masuk akal.

tejadi seorang pemuda berkhalwat berbulan bulan meninggalkan pergaulan, hingga karena banyaknya ibadah ia semakin benci pada iblis, tentunya hal yg baik, maka ia terus berdoa utk berjumpa dg iblis, walau imannya menolak namun nafsunya mengalahkannya untuk hanya berhajat ingin jumpa dg iblis,

subhanallah, adakah hajat lain?, ia ibadah banyak fokus hanya agar diperjumpakan dg iblis, maka suatu malam iblis datang padanya dan berkata : aku iblis, mau apa kau ingin jumpa denganku?, pemuda itu menjawab : aku ingin jumpa denganmu untuk melaknatmu, karena kaulah biang perusak orang..
maka iblis berkata, aku terima laknatmu, adakah kau minta sesuatu padaku?
maka pemuda itu menjawab aku tidak butuh apapun darimu..!, aku hanya puas sekarang telah melaknatmu..!!, aku akan meneruskan ibadahku.

lalu iblis berbalik pergi dan berkata, kau pemuda hebat, tak tergoda denganku, padahal ribuan orang shalih terkena jebakanku, aku sangat salut padamu, patuh beribadah pada Allah dan menyendiri, padahal usiamu masih 60 tahun lagi.
lalu iblis menghilang.

pemuda itu meneruskan ibadahnya, namun mulai berfikir, usiaku masih 60 tahun lagi..??, kalau begitu lebih baik aku keluar dan bermaksiat paling tidak 10 tahun, aku rindu keduniawian yg sudah kutinggalkan, lalu aku masih punya wakty 50 tahun untuk ibadah dan tobat.

maka ia keluar dan meninggalkan khalwatnya, mabuk, berzina, dan berbuat macam macam maksiat, dan esoknya ia wafat.

demikianlah jahatnya tipuan iblis, dan hal ilham ilham aneh spt itu sering muncul dalam kesendirian/khakwat yg lama.

Thariqah alawiyyah mengajarkan i;tikaf di masjid, duduk diantara oirang orang yg tidak kita kenal, merenung dan melihat mereka dan bertafakkur.

dan khalwat yg paling berat adalah khalwat ditengah orang banyak, namun tidak terlalu sulit jika kita bersemangat, yaitu terus tafakkur, melihat kejadian dihadapan kita seakan kita bukan dari kelompok mereka, seakan kita sudah mati dan hanya ruh saja, melihat orang yg berkelahi sebab masalah kecil, melihat orang lain didholimi, melihat orang terkena musibah, melihat orang kaya yg kikir, dan hati terus berdoa utk semua, mendoalan yg terkena musibah, mendoakan semua yg kita lihat,

hingga ia akan mencapai derajat yg sangat tinggi yaitu sejiwa dg Nabi saw, satu tujuan dg Nabi saw, satu cita cita dg Rasulullah saw, yaitu yg selalu berdoa, berjalan dijalanan misalnya, maka jiwa kita merintih wahai Allah ampuni semua orang yg melintasi jalan ini, beri mereka hidayah, maafkan kesalahn mereka dan bantu keadaan mereka dunia dan akhirat,

hal ini akan semakin tinggi dan tinggi, sehingga setiap nafasnya terus mendoakan seluruh ummat Muhammad saw, yg sakit agar diberi kesembuhan, yg dimurkai dan berdosa agar dimaafkan dan diampuni, yg terkena jebakan narkotika, zina, judi dan dosa lainnya agar diberi hidayah,

dan alam sanubarinya menjadi satu cita cita dg Nabi saw, maka ia menjadi Rahmat bagi alam sekitarnya tanpa orang lain mengetahui kemuliaannya, dan ia terus meminta doa dan bimbingan dari para shalihin, terus merendahkan hati dan merasa dirinyalah yg paling hina di dunia, maka merekalah kekasih kekasih Allah,

demikian sekilas mengenai thariqah alawiyah saudaraku, mungkin anda bertemu mereka tampaknya mereka biasa saja, bercanda, atau tidak terlihat orang yg khusyu, namun hatinya penuh cahaya, sebagaimana ucapan syeikh ahmad al alawiy, ia berkata : mereka melihat kami duduk duduk bercakap cakap dg mereka, padahal hati kami tak bersama mereka, hati kami berada di puncak puncak tertinggi.

mereka belajar semnampunya, mereka mengajar semampunya, dan mereka mengamalkan sunnah Nabi saw semampunya,

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar