Jumat, 21 November 2014

Tuduhan Palsu, bodoh dan tak berdasar pada para pengikut Tasawwuf

...
Pertanyaan mereka:Pengikut tasawuf telah mendapatkan
reputasi sebagai orang yang telah jauh melenceng.
Tampaknya mereka tidak
peduli dengan keadaan kaum muslimin. Banyak ummat yang
tewas di sejumlah tempat, tapi kami tidak melihat pengikut
tasawuf yang
terlibat dalam pertempuran itu, sedangkan kita melihat
gerakan Islam lainnya yang berpartisipasi. Apa yang Anda
katakan tentang ini?
Habib Umar Menjawab:Tugas semua Muslim yang tulus dan
jujur setiap saat adalah untuk menjauhkan diri dari tempat di
mana hal-hal
yang meragukan dalam pertikaian sedang terjadi. Adapun
masalah pertempuran, kita katakan: tunjukkan kepada kami
perang yang
berlangsung akhir2 ini, antara Muslim yang beriman dan yang
berpegang pada Firman Allāh dan Sunnah Rasul melawan
orang-orang kafir
yang mencegah mereka dalam melaksanakan syariat Suci
Allāh Ta'ala. Di mana peperangan seperti itu dapat
ditemukan? Apakah
perjuangan perebutan kekuasaan politik berubah menjadi
jihad dalam pandangan Anda? Jelas ada hadits: "Ketika dua
orang Muslim
bentrok dengan pedang mereka, maka kedua, pembunuh dan
yang dibunuh berada di neraka."Hal terbaik bagi seorang
Muslim adalah
untuk tidak hadir ketika kejadian ini mengambil tempat.
Bahkan, itu tindakan terpuji baginya untuk tidak hadir! Para
pembunuh dan yang
dibunuh akan berakhir di neraka dan Anda bertanya,
"Mengapa kamu tidak ikut?" Jawabannya adalah, karena kami
tidak suka neraka. Jika
Anda menyukai neraka, maka dengan segala cara silahkan
anda berpartisipasi.
Tunjukkan kepada kami tempat di mana jihad berlangsung
dalam ketaatan pada perintah Allāh. Jika Anda
menemukannya maka Anda
akan melihat kami yang akan berlomba untuk itu dan kami
yang akan berada di barisan paling depan. Hal ini bukan
untuk orang yang
kepalanya penuh dengan motif duniawi mengklaim bahwa ia
telah membuat jihad demi Allāh. ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺳَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻓِﺘَﻦٌ ﺍﻟْﻘَﺎﻋِﺪُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﻴْﺮٌ
ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻢِ ﻭَﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻢُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤَﺎﺷِﻲ ﻭَﺍﻟْﻤَﺎﺷِﻲ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺴَّﺎﻋِﻲ
ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺮَّﻑَ ﻟَﻬَﺎ ﺗَﺴْﺘَﺸْﺮِﻓْﻪُ ﻓَﻤَﻦْ ﻭَﺟَﺪَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻣَﻠْﺠَﺄً ﺃَﻭْ ﻣَﻌَﺎﺫًﺍ ﻓَﻠْﻴَﻌُﺬْ ﺑِﻪِ
Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Akan terjadi fitnah, ketika itu yang duduk lebih
baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada
yang berjalan, yang
berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa
berusaha menghadapi fitnah itu, justru fitnah itu akan
mempengaruhinya, maka
barangsiapa mendapat tempat berlindung, hendaklah ia
berlindung diri di tempat itu.Sekarang orang mengatakan
bahwa yang berlari lebih
baik dari yang berjalan.; yang berjalan lebih baik dari yang
berdiri, dan yang berdiri lebih baik daripada yang duduk.
Sederhana saja Kita
katakan kepada mereka, "Anda telah membolak balikkan
perkataan dan petunjuk nabi" Pernyataan Nabi adalah benar
dan pernyataan Anda
adalah pemahaman yang salah. Orang yang duduk lebih baik
daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari
orang yang
berjalan. Orang yang berjalan lebih baik dari orang yang
sedang berlari,>>> Yang terakhir ini adalah yang terburuk dari
mereka. Apakah
Anda ingin orang-orang terbaik untuk berada di kategori
terburuk? Orang-orang saleh dan orang-orang tasawuf selalu
tahu apa yang
terbaik dan telah mengambil sikap secara tepat. Dalam
situasi apa pun mereka berada, Anda akan menemukan
mereka mengambil sikap
itu.Hari ini orang berkelahi satu sama lain atas dasar ideologi
yang berbeda dan penilaian palsu yang tidak memiliki dasar
dalam Syariat.
Mereka berkelahi satu sama lain dengan motif egois untuk
keuntungan duniawi. Jadi jika Anda suka neraka, pergilah
berjuang di kedua
sisi. Tinggalkan orang-orang yang tidak suka dan takut
neraka seperti kami, mencari tempat terbaik di mana untuk
duduk seperti Nabi
menuntun kami untuk melakukannya, kedamaian dan rahmat
atas Nabi dan keluarga dan sahabat.Adapun masalah
reputasi, itu bukan jalan
orang-orang yang jujur dengan Allāh, maupun bagi orang-
orang tasawuf, untuk mencari ketenaran atau reputasi. Tidak
pernah terlintas
dipikiran kami apa reputasi kami di antara orang-orang. Kami
mencari kedudukan di mata Allāh Ta'ala. Kami tidak peduli
apa yang orang
katakan. Seseorang yang ingin diketahui dan mencintai
ketenaran tidak jujur dengan Allāh. Abaikan apa yang orang
katakan dan berpikir
dan mencari, bersama dengan orang-orang saleh, bersandar
pada Rabbul 'alamin, Allāh cukup bagi kami dan Dia adalah
tempat terbaik
untuk menaruh kepercayaan kami..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar