Senin, 07 Oktober 2013

Aku dan Nabi Ibrahim . Kisah yang sama Persis

Nabi Ibrahim lahir di sebuah tempat bernama
“Faddam A’ram” di kerajaan Babilonia yang
dipimpin oleh Raja Namrud. Pada masa itu,
Kerajaan Babilonia termasuk kerajaan yang
makmur. Namun, kehidupan mereka masih
jahiliyah. Bahkan Ayahnya, Azar, adalah seorang
pemahat patung.
Suatu hari Namrud mendapat firasat bahwa akan
lahir bayi laki-laki yang akan menggulingkan
kekuasaanya. Maka diperintahkanlah kepada
seluruh pasukannya untuk membunuh setiap bayi
laki-laki yang lahir. Hingga ketika Nabi Ibrahim
lahir, Azar tidak tega membunuh anaknya, maka
dibuanglah Ibrahim ke tempat yang jauh.
Namun Ibrahim ada dalam perlindungan Allah,
sehingga tidak ada binatang buas yang sanggup
mendekatinya. Selain itu, Ibrahim dikaruniai
mukjizat berupa jempol yang dapat mengeluarkan
cairan manis sehingga Ibrahim tidak merasa lapar
atau haus.
Selama setahun Ibrahim tinggal di dalam gua.
Setelah Ibrahim semakin dewasa, ayah dan ibunya
akhirnya berani membawa Ibrahim kembali ke
rumah. Suatu hari Ibrahim bertanya.
“Wahai ayah dan ibu, siapakah yang menciptakan
aku?” ayahnya menjawab “Tentu saja ayah dan
ibumu.”
Ibrahim bertanya lagi “Siapa yang menciptakan
ayah dan ibu?” ayahnya menjawab “Kakek dan
nenekmu.”
Ibrahim bertanya lagi “Lalu siapa yang pertama
kali menciptakan semuanya?” namun ayahnya
tidak menjawab karena tidak mengenal Allah.
Maka Ibrahim mencari tuhannya dengan
menggunakan akal dan pikirannya.
Firman Allah SWT dalam QS.Al-An’am 76-79:
76. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah
bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi
tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya
tidak suka kepada yang tenggelam".
77. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia
berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu
terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika
Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku,
pastilah aku termasuk orang yang sesat".
78. Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit,
dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar".
Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata:
"Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari
apa yang kamu persekutukan.
79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku
kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi,
dengan cenderung kepada agama yang benar, dan
aku bukanlah termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan.
Maka pada akhirnya Ibrahim meyakini bahwa Allah
adalah Tuhan Semesta Alam. Awal dari mengenal
agama adalah mengenal Allah. Bila kita ingin
mengenal Allah, mulailah dengan mengenal diri
kita dan mengenal alam, seperti yang dilakukan
oleh Nabi Ibrahim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar