Laman
- Beranda
- al ilmu
- al kisah
- Allah dan Jalan menuju Allah
- Cahaya
- Do'a Doa
- Futuhat Al Makiyyah
- Hadits Qudsy
- Kalam Kalam Hikmah
- Kata Hati
- Kebenaran Hakiki
- Kitab Tauhid
- Mahkota Aulia Illaita'ala
- Mutiara Kalam Habaib
- My notes
- Qitab Sirr Al Asrar
- Shalawat
- Syaikh Abdul Qadir Al Jailani
- Syar'i
- Syarh Al Hikam
- Taddabur Ayat Ayat
- Tokoh dan Biografi
Selasa, 22 Oktober 2013
79 : WARID TERJADI SECARA TIBA TIBA
TIDAK TERJADI WARID (KURNIAAN)
YANG LANGSUNG DARI ALLAH S.W.T
KECUALI SECARA MENDADAK SUPAYA
TIDAK DIDAKWA OLEH PARA HAMBA
BAHAWA DIA MENERIMANYA KERANA
ADA PERSIAPANNYA.
Allah s.w.t adalah Maha Esa, tidak ada sesuatu
bersekutu dengan-Nya. Dia tidak bersekutu
dengan amal hamba-Nya, ilmu hamba-Nya, doa
hamba-Nya, hajat hamba-Nya, rencana hamba-
Nya, persiapan hamba-Nya dan apa sahaja yang
zahir serta yang batin. Allah s.w.t Berdiri
Dengan Sendiri, Dia tidak terikat kepada sebab
dan akibat. Kurniaan yang besar untuk seseorang
hamba-Nya adalah si hamba itu dipertemukan
dengan hakikat bahawa Allah s.w.t Maha Berdiri
Dengan Sendiri. Pertemuan dengan sifat ini
membuat si hamba mengenali akan keesaan
Allah s.w.t. Salah satu cara Allah s.w.t
memperkenalkan sifat Berdiri-Nya Dengan
Sendiri kepada hamba-Nya adalah dengan
memberikan kurniaan-Nya kepada hamba-Nya
secara tiba-tiba hingga kurniaan itu tidak boleh
disebabkan kepada sesuatu melainkan
dinisbahkan kepada Allah s.w.t sahaja. Allah
s.w.t berfirman:
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; dan Yang
Zahir serta Yang Batin; dan Dialah Maha
Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. ( Ayat 3 :
Surah al-Hadiid )
Dia Yang Awal tanpa permulaan, Yang Akhir
tanpa kesudahan, Yang Zahir ada kenyataan-Nya
pada makhluk dan Yang Batin tersembunyi dari
makhluk-Nya. Dia mengetahui amal hamba-Nya
sebelum si hamba itu beramal. Dia mengetahui
doa hamba-Nya sebelum si hamba itu berdoa.
Dia mengetahui ilmu hamba-Nya sebelum si
hamba itu berpengetahuan. Bahkan Dia
mengetahui gerak dan diam hamba-Nya sebelum
si hamba itu diciptakan. Yang awal, yang akhir,
yang zahir dan yang batin tidak terlepas dari
pengetahuan-Nya kerana Ilmu-Nya adalah Ilmu
Yang Awal, Ilmu Yang Akhir, Ilmu Yang Zahir dan
Ilmu Yang Batin. Segala sesuatu itu telah ada
dalam Ilmu-Nya dan tetap ada dalam Ilmu-Nya
tanpa tertakluk kepada penciptaan makhluk-Nya.
Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala
bencana) yang ditimpakan di bumi, dan tidak
juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah
sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami)
sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya
mengadakan yang demikian itu adalah mudah
bagi Allah s.w.t. ( Ayat 22 : Surah al-
Hadiid )
Tarikan yang langsung dari Allah s.w.t menghela
pandangan mata hati daripada benda-benda
alam dan kejadian alam kepada Pencipta alam,
Pengatur segala urusan. Beginilah Allah s.w.t
memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-Nya.
Proses ini dinamakan pengalaman hakikat yang
menghasilkan makrifat. Ilmu tentang hakikat atau
biasanya dipanggil ilmu hakikat, dinamakan juga
ilmu Rabbani (ilmu yang dinisbahkan kepada
ketuhanan) atau ilmu laduni (ilmu yang diterima
secara langsung dari Allah s.w.t), tidak didapati
dengan belajar atau dengan beramal. Tidak ada
jalan atau persiapan yang memastikan seseorang
akan memperolehinya. Ia adalah semata-mata
kurniaan dari Allah s.w.t. Hanya Allah s.w.t yang
layak memperkenalkan Diri-Nya kepada hamba-
Nya. Hanya Allah s.w.t yang mengetahui
siapakah dari kalangan hamba-hamba-Nya yang
layak mengenali-Nya. Hanya Allah s.w.t yang
berhak menetapkan bila dan bagaimana Dia
harus dikenali.
Bila Allah s.w.t berkehendak memperkenalkan
Diri-Nya kepada hamba-Nya disampaikan kepada
hamba-Nya itu ilmu hakikat, ilmu Rabbani atau
ilmu laduni. Tiba-tiba sahaja Nur Ilahi menerangi
hati si hamba itu dan terbukalah mata hatinya
untuk syuhud kepada Tuhannya. Hamba itu pun
berpengetahuan bahawa Ilmu Allah s.w.t yang
sempurna meliputi sejak azali hingga kepada
tiada kesudahan. Dia pun berpengetahuan
bahawa Allah s.w.t Berdiri Dengan Sendiri, tidak
ada sesuatu apa pun yang ikut campur dalam
urusan-Nya. Dia pun berpengetahuan tentang
keesaan Allah s.w.t. Semakin mendalam
makrifatnya semakin luas pula ilmu
pengetahuannya, bertambah teguhlah pegangan
tauhidnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar