Bismillaahirrah maanirrahiim .
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya
"Raudhah" menjelaskan tentang Wushul. Wushul
adalah "manakala kemilau keindahan Yang Haqq
dibukakan bagi seorang hamba dan dia-yakni
perhatiannya-tersita untuk luruh didalamnya.
Apabila ia memandang dengan seksama pada
makrifatnya : maka ia tidak mengenal apapun
kecuali Allah Swt . Jika ia mengarahkan
pandangannya pada cita-cita (himmah) tujuannya,
tiada pula cita-cita yang ditujunya itu, selain
ALLAH. Totalitas diri hamba itu tersita secara
keseluruhan dalam "musyahadah" dan cita-cita,
tidak sama sekali peluan untuk lebih memandang
ego (nafs) pada dirinya dengan upayanya
"memperbanyak ibadah" secara lahiriyah, atau
dengan amalan pembinaan Akhlak pada segi
bathiniyahnya. Upaya ini sebenarnya baru pada
tahap "penyucian diri" , yang disebut sebagai
permulaan (bidayah). Sementara tujuan akhir
(nihayah) manakala seorang hamba meleburkan
dirinya dengan jiwa-jiwa universal (alkulliyah) dan
bersungguh-sungguh di dalamnya, sehingga
seakan-akan "dia" seperti (kaannahu) DIA. Inilah
sebenarnya wushul itu-pahamilah dengan
seksama. Adapun WISHAL adalah penglihatan dan
musyahadah melalui rahasia kalbu (sirr al qalbi)
ketika di dunia, dan dengan mata secara fisik
ketika di akhirat. Sehinggal arti wishal bukan
pemanduan (ittishal) antara suatu dzat dengan
Dzat Allah, Maha tinggi Allah dari segala
kebohongan besar seperti itu. #dikatakan siapa
yang tidak bersuluk (suluk-sepenuhnya
mengamalkan keimanan) , maka belum bisa
menempuh jalan spiritual / sair (sair-penerapan
esensi-esensi ajaran-ajaran islam). Setelah itu
baru thayr --(tercerap-jadzbah,pada jalan
limpahan karunia illahi dan ihsan) :-- yakni wushul
kepada Allah Swt . Inilah jalan spiritual yang
ditempuh para Salik dan kedudukan orang yang
menuju Allah Swt , setelah menempuh jalan ini ,
maka akan menempuh jalan selanjutnya, yaitu
jalan spiritual "wushul" dan maqam-maqam orang-
orang wushul--yaitu ATh Thayr. #ITTISAL - menurut
imam Ats-Tsauri menegaskan bahwa ittisal
merupakan penyingkapan kalbu dengan
"kasyf" (mukasyafatul -qulub) dan penyaksian
rahasia-rahasia dalam maqam kehinaan hamba
(dzuhul). #Wushul itu bermacam-macam
maqamnya. Seperti maqam haibah
(keterpesonaan), dan uns (keintiman). Maqam fana
(ketika bathin seorang hamba dipenuhi cahaya
keyakinan dan musyahadah)., diatas ini masih ada
lagi yakni HAQQUL YAQIN. Karunia itu diberikan di
dunia bagi golongan khawwash dalam bentuk
percikan cahaya yakni bias cahaya "musyahadah"
dalam hamba yang sudah mencapai --totalitas--se
hingga RUH, KALBU, dan JIWA nya diberi
keistimewaan sehingga ia mampu mengubah
hamba itu. Tahap inilah yang tertinggi diantara
tahap kedudukan "wushul"!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar