Laman
- Beranda
- al ilmu
- al kisah
- Allah dan Jalan menuju Allah
- Cahaya
- Do'a Doa
- Futuhat Al Makiyyah
- Hadits Qudsy
- Kalam Kalam Hikmah
- Kata Hati
- Kebenaran Hakiki
- Kitab Tauhid
- Mahkota Aulia Illaita'ala
- Mutiara Kalam Habaib
- My notes
- Qitab Sirr Al Asrar
- Shalawat
- Syaikh Abdul Qadir Al Jailani
- Syar'i
- Syarh Al Hikam
- Taddabur Ayat Ayat
- Tokoh dan Biografi
Selasa, 15 Oktober 2013
SYUKUR SAAT SENANG DAN SUSAH
Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Ketika anak seorang hamba wafat, Allah berkata kepada para malaikat-Nya,’Kalian telah mengambil nyawa anak hamba-Ku?’ Mereka menjawab,’Ya.’ Lalu Dia bertanya,’Apa yang diucapkan hamba-Ku?’ Mereka menjawab,’Dia membaca hamdalah (“Alhamdulillah”) dan istirja (“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”).’ Lalu Allah berkata,’Dirikanlah rumah di surga untuk hamba-Ku ini, dan namailah rumah itu dengan bait al-hamdi (rumah pujian).’”(HR. Tirmidzi; hadits hasan)
Rasulullah Saw bersabda,”Orang yang paling awal dipanggil ke surga adalah orang-orang yang memuji Allah di waktu senang dan susah.”(HR. Hakim; shahih berdasarkan syarat Muslim, dan adz-Dzahabi menyepakatinya)
Rasulullah Saw bersabda,”Tuhanku menawarkan kepadaku untuk mengubah gunung-gunung di Mekah menjadi emas. Aku menjawab,”Tidak, wahai Tuhan. Akan tetapi, (biarkan) aku kenyang pada satu hari dan lapar pada hari yang lain. (Beliau mengucapkannya sebanyak 3 kali atau sekitar itu). Jika aku lapar, aku di hadapan-Mu dan berdzikir kepada-Mu. Dan jika aku kenyang, aku bersyukur kepada-Mu dan memuji-Mu.”(HR. Tirmidzi; hadits hasan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar