Syaikh Abu Madyan bin Syuaib al-Maghribi berkata, “Ketika bertemu dg al-Khidr as aku bertanya tentang para syaikh (waliALLAH) dari barat sampai timur pada masa ini. Ketika aku bertanya tentang Syaikh Abdul Qodir al-Jailani, beliau (Nabi Khidr) as berkata, “Beliau adalah imam golongan Ash-Shiddiq, hujjah bagi kaum aarif. Dia adalah roh dalam ma’rifah dan posisinya dibandingkan dg para wali lainnya adalah al-qurbah (kedekatan)”
Syaikh Mas’ud al-Haritsi berkata, “Aku pernah menghadiri majelis yg dihadiri oleh Syaikh Jakir dan Syaikh Ali bin Idris ra. Keduanya memulai majelis tsb dg menyebutkan beberapa orang syaikh tempat mereka belajar. Ketika sampai pada Syaikh Abdul Qodir Jailani, Syaikh Jakir berkata, “Belum pernah di dunia ini muncul seseorang syaikh yg lebih sempurna kondisi (haal) spiritualnya, yg lebih dipatuhi, yg lebih cakap, yg lebih sempurna sifatnya dan lebih tinggi maqamnya (level spiritual-istilah sufi) dibandingkan dg Syaikh Abdul Qodir al-Jiili. Beliau yg mengalihkan ke-quthub-an kepada Syaikh Ali bin al-Hiti.
Syaikh Abdul Qodir al-Jiili berkata, siapa pun yg menapai kondisi ke-quthub-an, maqamnya, tenggelam dalam jalurnya, menguasai semua sisi dan menyatukan semua sebabnya, maka –sejauh pengetahuan kami- akan mendapatkan sesuatu yg tidak didapat oleh para syaikh lainnya”
Setelah itu, aku menemui Syaikh Ali bin Idris dan menanyakannya maksud dari perkataan Syaikh Jakir. Beliau berkata, “Pernyataan beliau sesuai dg apa yg beliau saksikan dan sesuai dg pengetahuan yg diberikan ALLAH kepadanya. Beliau adalah seorang yg sangat objektif dalam setiap perkataan maupun perbuatannya””
Tidak ada komentar:
Posting Komentar