Selasa, 08 Oktober 2013

Sang Qhutubul Ghouts

Syaikh Umar al-Bazzaar berkata, “Suatu hari aku duduk di hadapan Syaikh Abdul Qodir Jailani dalam khalwatnya. Beliau berkata kepadaku, “Jaga punggungmu karena akan ada kucing yg jatuh di punggungmu”. Dalam hati aku berkata, “Darimana datangnya kucing? Tidak ada lubang diatas dan...” sebelum sempat aku menyelesaikannya tiba2 seekor kucing jatuh ke punggungku. Kemudian beliau memukulkan tangannya ke dadaku dan aku mendapati cahaya terbit dari dalam dadaku bak mentari dan aku menemukan AL-HAQ pada saat itu. Dan sampai sekarang, kuantitas sinar tersebut terus membesar

Syaikh Abu Muhammad Shaleh bin Wairuzzan Az-Zakaali bercerita,”Syaikhku, Abu Madyan, berkata kepadaku, “Pergilah ke baghdad dan temui Syaikh Abdul Qodir Jailani. Dia akan mengajarkan faqr kepada dirimu”. Aku pun pergi ke baghdad. Saat melihatnya aku mendapati diriku tidak pernah melihat orang yg memiliki karisma sedemikian besar. Beliau kemudian yg memerintahkanku untuk berkhalwat di depan pintu rumahnya. Setelah dua puluh hari, sambil memberikan isyarat ke arah Ka’bah beliau berkata kepadaku, “Hai Shaleh, lihat ke sini. Apa yg engkau lihat”
“Ka’bah” jawabku
“Coba lihat ke sini dan apa yg engkau lihat” tanya kepadaku kemudian sambil memberikan isyarat dengan tangannya ke arah barat.
“Syaikhku, Abu Madyan”
“Mana yg engkau pilih, Syaikhmu Abu Madyan atau Ka’bah”
“Syaikhku, Abu Madyan” jawabku. Kemudian beliau berkata, “Ya Shaleh, engkau tidak akan mencapai faqr kecuali menaiki tangga menuju kondisi tersebut yaitu tauhid. Dan orang yg telah menguasai tauhid akan dapat menghapuskan semua yg muncul dari pembicaraan yg bersumber dari kepicikan pandangan”
“Tuanku, aku mohon pertolonganmu untuk menularkan sifat ini kepadaku” pintaku kepadanya. Beliau lalu memandangku dan aku merasa hasratku terpisah dari hatiku seperti malam yg hilang ditelan kecemerlangan fajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar