Muhammad bin al-Khidr al-Husaini menyatakan bahwa dia pernah mendengar ayahnya berkata, “Jika Syaikh Abdul Qodir Jailani memberikan pelajaran berbagai disiplin ilmu di majelisnya, tidak pernah perkataannya terputus. Apabila beliau naik ke atas kursinya, tidak ada seorang pun yg berani meludah, mendengus, mendehem, berbicara maupun maju ke tengah majelis karena karisma beliau. Ketika beliau berkata, “Telah lewat Al-Qaal dan masukkan kami dalam Al-Hal”, orang2 pun terguncang dan seorang demi seorang masuk dalam al-hal dan al-wajd (kegairahan).
Termasuk karomahnya adalah orang yg jauh sekalipun dapat mendengarkan suaranya seperti orang yg berada didekatnya. Beliau sering berbicara berdasarkan apa yg terbetik dalam hati orang2 yg hadir dan memberikan arahan kepada mereka dg kasyf-nya.
Jika beliau bangkit dari kursinya, keagungannya membuat orang2 juga ikut berdiri. Karismanya membuat semua orang hening ketika beliau memerintahkan mereka untuk diam sampai yg terdengar hanya hembusan nafas mereka. Tangan orang2 yg hadir dalam majelisnya sampai bersentuhan dg kaki orang lain.
Beliau mengenali mereka hanya dg memegang tanpa harus melihat. Mereka yg hadir terkadang mendengar bisikan dan teriakan di udara bahkan jubah yg jatuh dari langit. Mereka adalah para rijal al-ghaib dan yg lainnya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar