Jumat, 04 Oktober 2013

Ingat ingatlah Banyak Dzikir

 

 Pencarian Muhammad Rosulullah
terhadap Rabbnya ke dalam Gua Hira’ inilah yang
disebut dengan perjalanan/tariqah pencarian
jatidiri yaitu “Man Arofa Nafsahu Waqad ‘arofa
robbahu” (siapa mengenal dirinya akan mengenal
Tuhannya). Untuk mengenal dirinya perlu
ketenangan dan juga permenungan, Gua Hira’
adalah tempat yang sunyi dan sepi, yang dianggap
Muhammad Rosulullah saat itu merupakan tempat
yang paling tepat bagi dirinya untuk permenungan
dan munajad. Dalam permenungannya ini
Muhammad Rosulullah ditemani dan diikuti oleh
sahabatnya yang setia meskipun hanya di mulut
gua atau menjaga dari kejauhan. Dan sahabat
Muhammad Rosulullah itu nantinya adalah menjadi
orang yang pertama kali menerima kerasulan Nabi
Muhammad dan menerima Islam sebagai
agamanya. Sahabat yang mengikuti dan
menyaksikan peristiwa ini adalah Abu Bakar As
siddiq. Berangkat dari niat yang kuat dan
keikhlasannya, akhirnya Muhammad Rosulullah
bertemu dengan Rabbnya melalui malaikat Jibril.
Dan ayat pertama sebagai wahyu pertama yang
diturunkan adalah Iqra bismi rabbikal ladzi kholag
(Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Dzat
yang menciptakan).. dari ayat ini jelas bisa diambil
kesimpulan bahwa ayat itu menyatakan bahwa ada
yang diperintah dan ada yang memerintah. Yang
diperintah adalah Muhammad Rosulullah (hamba)
dan yang memerintah adalah Rabb (Allah).
Bermakna bahwa sesungguhnya manusia ini
hanyalah sebagai Hamba, dan Allah itu adalah
sang Kholiq yang harus ditunduk taati sebagai
sesembahan yang TAUHID. (Inilah inti pelajaran
Man arofa nafsahu waqad arofa Rabbahu ;
pengenalan jati diri yaitu pengenalan hamba dan
Kholiq yaitu pengenalan makhluk dan pencipta).
Jadi sesungguhnya seorang hamba harus tahu
kewajibannya terhadap Kholiqnya, dan kewajiban
hamba yang dikerjakan inilah bentuk/ bukti
pengabdiannya kepada sang Kholiq. Sesuai
dengan : Wa ma kholagtul jina wal insa ila
liya’budun : Dan sungguh Aku (Allah) ciptakan jin
dan manusia kecuali untuk beribadah
(menyembahku). Jadi hendaknya setiap hamba
ALLah agar senantiasa membaca, melihat,
memperhatikan dirinya sendiri, Apakah dirinya
sudah melakukan suatu perbuatan yang
menyatakan dirinya sebagai hamba Allah? Setelah
bangun dari permenungannya dan mendapatkan
wahyu, Muhammad Rosulullah bangkit dan tampil
menjadi pribadi yang teramat santun, adil dan
kasih sayang. Muhammad Rosulullah
menyampaikan dan mengajarkan manusia untuk
berakhlak yang terpuji dengan cara yang baik dan
bijak. Dan beliau senantiasa kuat dalam
menghadapi segala cobaan dan rintangan, untuk
membuktikan kebenaran pengabdiannya kepada
ALLAH sang KHOLIQ. Contoh atau suri tauladan
yang bisa diambil dari peristiwa permenungan nabi
Muhammad di dalam Gua Hira’ hingga
mendapatkan wahyu bagi kita yaitu Hendaknya/
Alangkah baiknya kita setelah mendapatkan
pencerahan, janganlah kita terlena dengan
kesendirian, tetapi segera bangkit untuk
menyampaikan suatu kebenaran dan kebaikan
sebagai bukti bahwa yang kita dapatkan adalah
suatu kebenaran dan kebaikan. Karena sesuatu itu
benar bila sudah dinyatakan (nyata) dan sesuatu
itu baik pun harus dinyatakan/ diperbuat. Dalam
ibadahnya manusia memiliki dua garis atau line
yaitu Hablum min Allah dan hablum min Annas.
Jadi tanda benar ilmu kita dari Allah, bila kita
mampu berbuat yang benar pula yaitu berbuat
adil, kasih dan sayang kepada manusia atau
segala ciptaan Allah di semesta alam ini.
Bismillahirrahmanirrahim Ingatlah Wali Wali Allah
itu tidak ada rasa takut pada diri mereka dan
mereka tidak bersedih hati. Mereka itulah orang-
orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. …
Jadi wali wali Allah itu adalah orang-orang yang
beriman dan bertaqwa. Beriman jelas maknanya
mengakui adanya Allah dan segala yang
ditetapkan Allah. Bertaqwa juga jelas maknanya
tunduk taat untuk menjalankan/ berbuat mengikuti
perintahNya dan tidak menjalankan/ berbuat
segala yang menjadi laranganNya. Sahabat2ku
Marilah kita saling mengisi dan menasihati. Jauhi
hujat menghujat dan saling fitnah. Cari jalan dan
cara yang Bismillahirrahmanirrahim untuk
memahami, menjawab dan menyelesaikan segala
persoalan hidup (watawasaubilhaq
watawasaubissabri, watawasaubissabri
watawasaubil marhamah). Masalah besar sekarang
yang dihadapi oleh umat Islam yaitu, firqoh dan
golongan yang semakin hari semakin menjamur.
Padahal Allah tidak menyukai yang berfirqoh-firqo
h, Allah menyukai yang berjama’ah dengan barisan
yang rapat dan teratur. Sahabat2ku Al-Qur’an
sudah ada sebagai pelajaran dan petunjuk yang
terang, Sunnah sudah ada sebagai suri tauladan,
marilah kita jalankan dengan sebenar-benarnya
dan juga sebesar-besarnya. Yang Ahad itu yang
Tauhid, yang Tauhid itu Islam, Islam itu berjamaah,
berjamaah itu berSATU, dan yang bersatu itu yang
kuat dan MAMPU, yang kuat dan mampu itulah
yang dapat menjadikan Islam sebagai Rahmatan lil
‘alamin. Bila diambil kesimpulan dari tulisan di
atas, mengikuti Sunnah Rosulullah adalah dengan
melakukan tiga cara : 1. Mengikuti cara Rosulullah
Muhammad dalam mendapatkan ilmu dan hikmah.
(Kalau beliau Rosulullah mendapatkan wahyu,
untuk kita umatnya adalah pengetahuan dan
pemahaman). Bila Muhammad Rosulullah
perjalanannya/ tariqahnya di Gua Hira, kita bisa
memilih tempat di mana saja yang terpenting
diutamakan niatnya yaitu untuk mendapatkan
pencerahan dan pemahaman yang hakiki dari Allah
rabbil ‘alamin 2. Mengikuti cara Rosulullah
Muhammad dalam menyampaikan dan
mengajarkan wahyu. (Menggunakan bahasa yang
baik dan santun dalam menyampaikan dan
mengajarkan ilmu dan pemahaman, agar orang lain
bisa lebih mudah memahaminya. … Janganlah
kamu meninggikan suaramu dalam menyampaikan
pemahaman tentang ilmu, niscaya mereka akan
berpaling darimu). 3. Mengikuti cara Rosulullah
Muhammad dalam berbuat yang sesuai dengan
wahyu. (Lebih mengutamakan kepentingan Allah
dan Umat dari pada kepentingan diri sendiri.
Marilah setiap diri hendaknya membaca apakah
dirinya sudah seperti tauladan yang diajarkan
Rosulullah Muhammad), sebaik-baik pengabdian
seorang hamba Allah ada pada diri Rosulullah
Muhammad. Mari bangkit untuk menyebarkan,
berbuat adil dan kasih sayang yang sebenar-
benarnya dan sebesar-besarnya, sesuai dengan
kapasitas ilmu yang dimiliki dan kemampuan yang
ada pada dirinya masing-masing. Sungguh Allah
selalu melihat apa yang kita kerjakan, dan apa
yang kita sembuyikan. Sahabatku2 ku Selanjutnya
Aku minta maaf bila ada salah kata atau tulisan,
bahkan bila ada kalimat yang tidak berkenan di
hati atau tidak sesuai dengan pemahaman
sahabat-sahabatku. Sesungguhnya aku ada
dengan wujud asliku dan dengan nama asliku,
karena aku insya Allah selalu dan senantiasa siap
untuk mempertanggungjawabkan setiap
perbuatanku, baik di depan manusia ataupun di
hadapan AllahSWT yang Maha Tinggi.
Bismillahirrahmanirrahim Ya Allah ampunilah salah
dan dosaku, dan dalam benarku aku mohon
KeridhaanMu, karena sesungguhnya kebenaran itu
hanya milikMu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar