Selasa, 15 Oktober 2013

Dzat, Sifat, Asma, dan Af’al merupakan sesuatu yang Esa

Kita selalu membaca surat Al Fatihah. Ayat 1 menjelaskan tentang Dzatnya. Ayat 2 menjelaskan tentang SifatNya. Ayat 3 dan 4 menjelaskan tentang AsmaNya. Ayat ke 5,6,7 menjelaskan tentang Af’alNya.

Dzat, Sifat, Asma, dan Af’al merupakan sesuatu yang Esa, yang tunggal. Jadi inti Al Fatihah ini merupakan tauhid. Jalan menujuNya. Jalan yang dilalui itu sekarang dan saat ini, bukan nanti.

* Coba perhatikan, tiap selesai sholat …. Pertama-tama yang kita baca adalah :

Astaghfirullah … dzikir permohonan ampun atas segala dosa yang kita lakukan. Tujuannya supaya kita merasa tentram, merasa dosa telah diampuni, hatipun terasa suci

Subhanallah … Maha Suci Allah. Yang perlu kita sadari dengan mengucap ini, maka kita dituntut untuk mensucikan af’al kita. Misalnya kita shadaqah, akan tetapi jika kita merasa bahwa kita yang berbuat baik tsb, berarti af’al kita belum suci.

Setelah melalui latihan panjang, apabila af’al (perbuatan) kita telah suci, kita akan merasakan Yang Maha Suci, yaitu Ruhul Qudus. Ruhul Qudus yang ada di dalam diri kita. Dalam istilah tasawuf, “selet kodok”telah terbuka. Bukti bahwa Ruhul Qudus terbuka, kita bisa berhubungan dengan alam ghaib misal lewat mimpi, dll

Alhamdulillah … Segala Puji BagiNya. Sebenarnya ini merupakan pujian kepada hakikat Muhammad yang ada di tiap diri manusia. Hakikat Muhammad ini merupakan SifatNya. Kalau udah sampai tahap ini, kita akan memiliki kekuatan adi kodrati.

Allahhu Akbar … Allah Maha Besar. Ini merupakan pujian kepada DzatNya, yang tidak serupa dengan apapun juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar