Kita
selalu membaca surat Al Fatihah. Ayat 1 menjelaskan tentang Dzatnya.
Ayat 2 menjelaskan tentang SifatNya. Ayat 3 dan 4 menjelaskan tentang
AsmaNya. Ayat ke 5,6,7 menjelaskan tentang Af’alNya.
Dzat,
Sifat, Asma, dan Af’al merupakan sesuatu yang Esa, yang tunggal. Jadi
inti Al Fatihah ini merupakan tauhid. Jalan menujuNya. Jalan yang
dilalui itu sekarang dan saat ini, bukan nanti.
* Coba perhatikan, tiap selesai sholat …. Pertama-tama yang kita baca adalah :
Astaghfirullah … dzikir permohonan ampun atas segala dosa yang kita
lakukan. Tujuannya supaya kita merasa tentram, merasa dosa telah
diampuni, hatipun terasa suci
Subhanallah … Maha Suci Allah.
Yang perlu kita sadari dengan mengucap ini, maka kita dituntut untuk
mensucikan af’al kita. Misalnya kita shadaqah, akan tetapi jika kita
merasa bahwa kita yang berbuat baik tsb, berarti af’al kita belum suci.
Setelah melalui latihan panjang, apabila af’al (perbuatan) kita telah
suci, kita akan merasakan Yang Maha Suci, yaitu Ruhul Qudus. Ruhul Qudus
yang ada di dalam diri kita. Dalam istilah tasawuf, “selet kodok”telah
terbuka. Bukti bahwa Ruhul Qudus terbuka, kita bisa berhubungan dengan
alam ghaib misal lewat mimpi, dll
Alhamdulillah … Segala Puji
BagiNya. Sebenarnya ini merupakan pujian kepada hakikat Muhammad yang
ada di tiap diri manusia. Hakikat Muhammad ini merupakan SifatNya. Kalau
udah sampai tahap ini, kita akan memiliki kekuatan adi kodrati.
Allahhu Akbar … Allah Maha Besar. Ini merupakan pujian kepada DzatNya, yang tidak serupa dengan apapun juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar