Jumat, 26 Februari 2016

Shalawat sebagai pengabul hajat

Shalawat sebagai pintu terkabulnya Hajat/ doa dan penghapus dosa.. Bismillaah.. Bershalawatlah kamu kepadaku, karena shalawatmu itu menjadi zakat (penghening jiwa pembersih dosa) untukmu Juga seperti yang kita tahu bahwa doa yang tidak di awali dan di akhiri dg solawat akan tertolak.. Tulisan Ini saya tulis bermula dari pertanyaan seseorang di grup "solawat sebagai pengabul hajat dan cita cita".. Saudaraku tubuh kita ini seperti sungai di jakarta yang sudah berwarna hitam karena tercemar limbah dari pabrik dan limbah rumah tangga ,kumuh ,bau tidak sedap, tidak enak di pandang .. sungai yang hitam karena tercemar tidak akan bisa menghasilkan ikan dan ekosistem yg baik , pasti ikan akan ikut terkontaminasi limbah , yg berujung tdak baik untuk kesehatan jika kita memakanya Begitu juga diri kita ..diri kita berlumur dosa , sudah tercemar limbah dosa dari yg kecil hingga besar,dari yang ringan hingga berat,Manusia di samping kita mungkin tidak tahu ,tapi Allah senantiasa tahu akan hal ini.. Sering kali kita mempunyai hajat/keperluan / cita cita .. kita banyak memohon pada Allah,berdoa pada Allah namun doa kita tidak juga terkabul , kita harus sadar diri saudaraku , mungkin dosa kita yang hitam pekat telah menghalangi doa kita ,, Umpama pakaian kita penuh lumpur , kita ingin menghadap dengan sultan /raja apakah pihak keamanan istana akan mengijinkan kita masuk dg pakaian yang penuh lumpur ? Tidak saudaraku..! Pihak keamanan akan menjegat kita.. Mungkin Begitulah keadan kita , kita ingin masuk istana tapi diri kita,pakaian kita penuh lumpur.. pihak keamanan istana tidak akan mengijinkan..! Solawat yang kita baca akan menggugurkan dosa kita , lalu membersihkan diri kita terutama hati kita, solawat juga akan menjadi kendaraan yg mengantarkan kita melewati pihak keamanan istana, kita tidak perlu turun dari kendaraan , kita adalah tamu kehormatan sang raja(solawat adalah surat undangan khusus dari sang raja maka orang yang bersolawat adlah tamu khusus nya) Di setiap solawat pasti ada lafadz Allah dan Muhammad, dengan membaca solawat kita juga tengah dzikir mengingat Allah,.. Perlu kita tahu bahwa jika kita berdoa dengan mengucap lafadz Allah dan Muhammad itu akan terbuka pintu pintu langit , semakin sering kita bersolawat semakin sering kita mengucap lafadz Allah dan Muhammad,, hingga doa kita akan bisa melewati nya dan sampai pada hadrat Ilahi.. dari sana suatu doa akan terkabul.. Solawat adalah senjata yang komplit, tidak ada doa yg semudah dan sekomplit solawat.. solawat sangat serbaguna untuk segala tujuan..

Seperti kata habib umar , bahwasanya cukup bagi seseorang itu jika Allah bersolawat untuknya walau 1x, ini bermakna dalam dan jauh kedepan yg bermanfaat untuk kelak di akhirat saat hari penghisaban saudaraku..

Bagaimana jika kita solawat 10 x ?
Allah sudah bersolawat kepada kita 100..
Ini sudah lebih dari cukup bukan ?

Dan pula rasulullah , jika kita bersolawat 1x maka rasulullah akan mendoakan kita sama dengan solawat yang kita baca ,,
Allahumma shali ala muhammad wa ala ali muhammad wa sallim, maka rasulullah mendoakan kepada kita dan keluarga kita dengan rahmat dan keselamatan..
Begitu lah saudaraku..

Rabu, 24 Februari 2016

Khasiat Basmakah 1000x

Rahasia Sholat Subuh

“Setelah Salat Subuh hingga matahari terbit, bacalah 1000 x ‘Bismillahir Rahmanir Rahim’. Lakukan selama 40 hari, maka akan muncul seberkas cahaya pada diri kalian, Cahaya Surgawi. Selama 40 hari cahaya itu akan semakin kuat, hingga kalian dapat melihat dan menyaksikan apa yang ada di alam Malakut! Siapa yang dapat melakukannya, boleh melakukannya selama 40 hari, pasti akan muncul seberkas cahaya dari Langit ke dalam kalbunya.”
Sayyid Mawlana Shaykh Nazim An Naqshbandi (q)

Selasa, 23 Februari 2016

Awliya

Gambar ini diambil di Jurung Singapore

Kenangan bersama dgn Hadrat Mursyid saya Khawajah Khawjagan Hadhrat Ghulam Haidir Syah "TAJUL 'ARIFIEN ". Qadiri ,  Cyist ,  Naqsybandi Suhrawardi.   Qaddasa Allahu Sirrahul 'Aziz

Gambar ini diambil pada awal tahun 1975 ketika saya berusia 21 tahun .

Waktu itu saya dg menunggu keputusan  Sijil Tinggi  Persekolahan sebelum meneruskan pengajian Islam di UKM ( Universiti Kebangsaan Malaysia ).

Alhamdulillah ..

ALLAHUMMA SHOLLI 'ALA SAIYYIDINA WA MAWLANA MUHAMMAD WA'ALA ALIHI WASHOHBIHI WASALLIM

Orang soleh dan wali Allah senantiasa bertemu Rasul

Kisah Aulia Allah

Para Auliya dan orang shaleh sering bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam dalam mimpi dan diwaktu terjaga..

Guru mulia Al Azhar Sayyid Shalih al-Ja'fari di dalam salah satu pelajaran Ceramah Jumat nya, berbicara mengenai kebiasaan Ulama dan murid Al Azhar berziarah ke makam Imam As Shafi'i Rahimahullah (di Kairo) setiap hari jumat;

Syaikh 'Ali al-Sa'idi al-'Adawī guru mulia dari Syaikh Aḥmad Dardīr (ulama besar madzhab Maliki) pernah berkata pada muridnya itu, "Mereka mengatakan bahwa engkau sering melihat Rasulullah (ﷺ). Jika engkau bertemu, tolong tanyakan bagaimana keadaanku".
Jadi waktu Syaikh Dardir bertemu Nabi (ﷺ) diwaktu lain, dia sampaikan amanat gurunya, Nabi (ﷺ) mengatakan kepadanya,"gurumu adalah seorang yang shaleh, meski terkadang sikapnya agak 'dingin' terhadapku".

Ketika pesan ini sampai pada Syaikh al-Sa'idi, ia dilanda kesedihan dan menangis lama sekali. Muridnya al-Dardīr bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?" Ia menjawab, "Rasulullah (ﷺ) menyalahkanku karena sudah lama aku tidak berziarah ke madinah, aku sudah tua dan tidak mampu lagi menanggung kesulitan perjalanan. Jika Anda melihatnya lagi, katakan padanya alasanku ini".

Dan sekali lagi al-Dardīr melihat Nabi (ﷺ) dan ia mengatakan kepadanya (ﷺ) seperti apa yang diperintahkan gurunya.
Nabi (ﷺ) mengatakan, "Katakan padanya (Syaikh al-Sa'idi) bahwa aku selalu berada bersama Imam Syafi'i pada setiap hari Jumat, dari setelah Subuh hingga asar. Biarkan dia datang ke sana jika ingin bertemu".

Semenjak waktu itu Syekh al-Sa'idi selalu berziarah ke makam Imam Syafi'i, mengajak para ulama dari Azhar dan mengatakan hal ini kepada mereka, dan semenjak saat itu adalah menjadi kebiasaan mereka untuk mengunjungi makam Imam al-Syafi'i setiap hari Jumat, satu kelompok demi satu kelompok, dari fajar hingga asar.
Itulah masa gemilang al azhar, saat itu mereka memiliki masyaikh sejati dan murid murid yang mampu menyebarkan Agama Allah dengan gemilang ke seluruh penjuru dunia..

Semoga ridha Allah senantiasa bersama mereka semua..

اللّهمّ صلِّ على سيّدنا محمّدٍ وآله
وصحْبه وسلِّم

Keadaan lapar rasulullah saw

Oleh: Ustaz Azhar Idrus

Rasulullah SAW Dan Lapar

Muslim dan Tarmidzi telah meriwayatkan dari An-
Nu'man bin Basyir ra. dia berkata: Bukankah
kamu sekarang mewah dari makan dan minum,
apa saja yang kamu mau kamu mendapatkannya?
Aku pernah melihat Nabi kamu Muhammad SAW
hanya mendapat korma yang buruk saja untuk
mengisi perutnya!

Dalam riwayat Muslim pula dari An-Nu'man bin
Basyir ra. katanya, bahwa pada suatu ketika Umar
ra. menyebut apa yang dinikmati manusia
sekarang dari dunia! Maka dia berkata, aku pernah
melihat Rasulullah SAW seharian menanggung
lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak
ada yang didapatinya pula selain dari korma yang
buruk saja untuk mengisi perutnya.

Suatu riwayat yang diberitakan oleh Abu Nu'aim,
Khatib, Ibnu Asakir dan Ibnun-Najjar dari Abu
Hurairah ra. dia berkata: Aku pernah datang
kepada Rasulullah SAW ketika dia sedang
bersembahyang duduk, maka aku pun bertanya
kepadanya: Ya Rasulullah! Mengapa aku
melihatmu bersembahyang duduk, apakah engkau
sakit? jawab beliau: Aku lapar, wahai Abu
Hurairah! Mendengar jawaban beliau itu, aku terus
menangis sedih melihatkan keadaan beliau itu.
Beliau merasa kasihan melihat aku menangis, lalu
berkata: Wahai Abu Hurairah! jangan menangis,
karena beratnya penghisaban nanti di hari kiamat
tidak akan menimpa orang yang hidupnya lapar di
dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan dunia.
(Kanzul Ummal 4:41)

Ahmad meriwayatkan dari Aisyah ra. dia berkata:
Sekali peristiwa keluarga Abu Bakar ra. (yakni
ayahnya) mengirim (sop) kaki kambing kepada
kami malam hari, lalu aku tidak makan, tetapi Nabi
SAW memakannya - ataupun katanya, beliau yang
tidak makan, tetapi Aisyah makan, lalu Aisyah ra.
berkata kepada orang yang berbicara dengannya:
Ini karena tidak punya lampu. Dalam riwayat
Thabarani dengan tambahan ini: Lalu orang
bertanya: Hai Ummul Mukminin! Apakah ketika itu
ada lampu? Jawab Aisyah: Jika kami ada minyak
ketika itu, tentu kami utamakan untuk dimakan.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:155; Kanzul Ummal
5:155)

Abu Ya'la memberitakan pula dari Abu Hurairah
ra. katanya: Ada kalanya sampai berbulan-bulan
berlalu, namun di rumah-rumah Rasulullah SAW
tidak ada satu hari pun yang berlampu, dan
dapurnya pun tidak berasap. Jika ada minyak
dipakainya untuk dijadikan makanan. (At-Targhib
Wat-Tarhib 5:154; Majma'uz Zawatid 10:325)

Bukhari dan Muslim meriwayatkan pula dari Urwah
dari Aisyah ra. dia berkata: Demi Allah, hai anak
saudaraku (Urwah anak Asma, saudara perempuan
Aisyah), kami senantiasa memandang kepada anak
bulan, bulan demi bulan, padahal di rumah-rumah
Rasulullah SAW tidak pernah berasap. Berkata
Urwah: Wahai bibiku, jadi apalah makanan kamu?
Jawab Aisyah: Korma dan air sajalah, melainkan
jika ada tetangga-tetangga Rasulullah SAW dari
kaum Anshar yang membawakan buat kami
makanan. Dan memanglah kadang-kadang mereka
membawakan kami susu, maka kami minum susu
itu sebagai makanan. (At-Targhib Wat-Tarhib
5:155)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah ra. katanya:
sering kali kita duduk sampai empat puluh hari,
sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu
atau dapur kami berasap. Maka orang yang
mendengar bertanya: Jadi apa makanan kamu
untuk hidup? Jawab Aisyah: Korma dan air saja,
itu pun jika dapat. (Kanzul Ummal 4:38)

Tarmidzi memberitakan dari Masruq, katanya: Aku
pernah datang menziarahi Aisyah ra. lalu dia minta
dibawakan untukku makanan, kemudian dia
mengeluh: Aku mengenangkan masa lamaku
dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku
ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya!
Tanya Masruq: Mengapa begitu, wahai Ummul
Mukminin?! Aisyah menjawab: Aku teringat
keadaan di mana Rasulullah SAW telah
meninggalkan dunia ini! Demi Allah, tidak pernah
beliau kenyang dari roti, atau daging dua kali
sehari. (At-Targhib Wat-Tarhib 5:148)

Dalam riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut: Tidak
pernah Rasulullah SAW kenyang dari roti gandum
tiga hari berturut-turut sejak beliau datang di
Madinah sehingga beliau meninggal dunia. Di lain
lain versi: Tidak pernah kenyang keluarga
Rasulullah SAW dari roti syair dua hari berturut-
turut sehingga beliau wafat. Dalam versi lain lagi:
Rasulullah SAW telah meninggal dunia, dan beliau
tidak pernah kenyang dari korma dan air.
(Kanzul Ummal 4:38)

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi
telah berkata Aisyah ra.: Rasulullah SAW tidak
pernah kenyang tiga hari berturut-turut, dan
sebenarnya jika kita mau kita bisa kenyang, akan
tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang
lapar dari dirinya sendiri. (At-Targhib Wat-Tarhib
5:149)

Ibnu Abid-Dunia memberitakan dari Al-Hasan ra.
secara mursal, katanya: Rasulullah SAW selalu
membantu orang dengan tangannya sendiri, beliau
menampal bajunya pun dengan tangannya sendiri,
dan tidak pernah makan siang dan malam secara
teratur selama tiga hari berturut-turut, sehingga
beliau kembali ke rahmatullah. Bukhari
meriwayatkan dari Anas ra. katanya: Tidak pernah
Rasulullah SAW makan di atas piring, tidak pernah
memakan roti yang halus hingga beliau meninggal
dunia. Dalam riwayat lain: Tidak pernah melihat
daging yang sedang dipanggang (maksudnya tidak
pernah puas makan daging panggang). (At-Targhib
Wat-Tarhib 5:153)

Tarmidzi memberitakan dari Ibnu Abbas ra.
katanya: Rasulullah SAW sering tidur malam demi
malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas
tempat tidur karena kelaparan, karena tidak makan
malam. Dan makanan mereka biasanya dari roti
syair yang kasar. Bukhari pula meriwayatkan dari
Abu Hurairah ra. katanya: Pernah Rasulullah SAW
mendatangi suatu kaum yang sedang makan
daging bakar, mereka mengajak beliau makan
sama, tetapi beliau menolak dan tidak makan. Dan
Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW
meninggal dunia, dan beliau belum pernah
kenyang dari roti syair yang kasar keras itu. (At-
Targhib Wat-Tarhib 5:148 dan 151)

Pernah Fathimah binti Rasulullah SAW datang
kepada Nabi SAW membawa sepotong roti syair
yang kasar untuk dimakannya. Maka ujar beliau
kepada Fathimah ra: Inilah makanan pertama yang
dimakan ayahmu sejak tiga hari yang lalu! Dalam
periwayatan Thabarani ada tambahan ini, yaitu:
Maka Rasulullah SAW pun bertanya kepada
Fathimah: Apa itu yang engkau bawa, wahai
Fathimah?! Fathimah menjawab: Aku membakar
roti tadi, dan rasanya tidak termakan roti itu,
sehingga aku bawakan untukmu satu potong
darinya agar engkau memakannya dulu! (Majma'uz
Zawa'id 10:312)

Ibnu Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari
Abu Hurairah ra. katanya: Sekali peristiwa ada
orang yang membawa makanan panas kepada
Rasulullah SAW maka beliau pun memakannya.
Selesai makan, beliau mengucapkan:
Alhamdulillah! Inilah makanan panas yang pertama
memasuki perutku sejak beberapa hari yang lalu.
(At-Targhib Wat-Tarhib 5:149)

Bukhari meriwayatkan dari Sahel bin Sa'ad ra. dia
berkata: Tidak pernah Rasulullah SAW melihat roti
yang halus dari sejak beliau dibangkitkan menjadi
Utusan Allah hingga beliau meninggal dunia. Ada
orang bertanya: Apakah tidak ada pada zaman
Nabi SAW ayak yang dapat mengayak tepung?
Jawabnya: Rasulullah SAW tidak pernah melihat
ayak tepung dari sejak beliau diutus menjadi Rasul
sehingga beliau wafat. Tanya orang itu lagi: Jadi,
bagaimana kamu memakan roti syair yang tidak
diayak terlebih dahulu? Jawabnya: Mula-mula
kami menumbuk gandum itu, kemudian kami
meniupnya sehingga keluar kulit-kulitnya, dan yang
mana tinggal itulah yang kami campurkan dengan
air, lalu kami mengulinya. (At-Targhib Wat-Tarhib
5:153)

Tarmidzi memberitakan daiipada Abu Talhah ra.
katanya: Sekali peristiwa kami datang mengadukan
kelaparan kepada Rasulullah SAW lalu kami
mengangkat kain kami, di mana padanya terikat
batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah
SAW pun mengangkat kainnya, lalu kami lihat
pada perutnya terikat dua batu demi dua batu. (At-
Targhib Wat-Tarhib 5:156)

Ibnu Abid Dunia memberitakan dari Ibnu Bujair ra.
dan dia ini dari para sahabat Nabi SAW Ibnu
Bujair berkata: Pernah Nabi SAW merasa terlalu
lapar pada suatu hari, lalu beliau mengambil batu
dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau
bersabda: Betapa banyak orang yang memilih
makanan yang halus-halus di dunia ini kelak dia
akan menjadi lapar dan telanjang di hari kiamat!
Dan betapa banyak lagi orang yang memuliakan
dirinya di sini, kelak dia akan dihinakan di akhirat.
Dan betapa banyak orang yang menghinakan
dirinya di sini, kelak dia akan dimuliakan di
akhirat.'
Bukhari dan Ibnu Abid Dunia meriwayatkan dari
Aisyah ra. dia berkata: Bala yang pertama-tama
sekali berlaku kepada ummat ini sesudah
kepergian Nabi SAW ialah kekenyangan perut!
Sebab apabila sesuatu kaum kenyang perutnya,
gemuk badannya, lalu akan lemahlah hatinya dan
akan merajalelalah syahwatnya!
(At-Targhib Wat-Tarhib 3:420).

Allahumma shalli Alaa Syyidina Wa maulaana wa habibana Muhammad SAW..

Sodaqah memanjangkan umur

Kisah Anak Muda Yang Tidak Dicabut Nyawanya
Oleh Malaikat...

Posted by: Imam Muda

Kisah Anak Muda Yang Tidak Dicabut Nyawanya.
Oleh Sebuah kisah yang akan membuka mata kita
tentang kebesaran Allah Taala yang tiada tolak
bandingnya.

Hayati kisah ini dan sama-sama kita
mengambil pengajaran dari cerita ini.

Kematian adalah hak Allah Swt, tanpa mampu kita
menolaknya secara haqiqi apapun jika Allah
berkehendak, dan juga maju mundurnya
kematian adalah hak Allah Swt.

Tetapi, ada satu perkara yang mampu membuat
kematian di tunda oleh-Nya. Lalu bagaimana
caranya dan mengapa itu boleh terjadi?

Berikut ini
sebuah contoh kisah yang benar – benar terjadi
pada masa kenabian Ibrahim as.

Suatu hari, Malaikal Maut mendatangi Nabi Allah
Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang
tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”
“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya
Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”
“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan
melangsungkan pernikahannya besok pagi.”
“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak
akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti
itu, Malaikal Maut pergi meninggalkan Nabi Allah
Ibrahim.
Hampir saja Nabi Allah Ibrahim tergerak untuk
memberitahu anak muda tersebut, untuk
menyegerakan pernikahannya malam iti juga
dan memberitahu tentang kematian anak muda itu
besok.

Tapi langkahnya terhenti. Nabi Allah
Ibrahim memilih ‘kematian’ tetap menjadi rahasia
Allah.
Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat
dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap
bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti
hari, minggu berganti minggu, bulan berganti
bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah
Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang
umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah
Ibrahim bertanya kepada Malaikal Maut, apakah
Kau berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan
bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai
besok pagi?

Malaikal Maut menjawab bahwa dirinya memang
akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi
Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan
tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda
tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang
pernikahannya, anak muda tersebut
menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan
ini yang membuat Allah memutuskan untuk
memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga
engkau masih melihatnya hidup.”

Kematian memang di tangan Allah. justru itu,
memajukan dan memundurkan kematian adalah
hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam
Rasul-Nya, Muhammad Shallahu `Alaih bahwa
sedekah itu bisa memanjangkan umur.

Jadi, bila
disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda
kematian, itu adalah…sedekah.

Maka, tengoklah kanan – kiri anda, lihat – lihatlah
sekeliling anda. Bila anda menemukan ada satu –
dua kesusahan di depan mata anda.
Maka
sesungguhnya andalah yang perlu menghulurkan
pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu
ditampakkan oleh Allah untuk memanjangkan umur
anda.
Apakah anda bersedia menolongnya atau
tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar
memang Allah akan memanjangkan umur anda.

Lihatlah betapa mulia hati si pengemis ini. Kita
pula bagaimana?
Tidak ada seorang pun yang mengetahui bila
ajalnya akan tiba. Dan, tidak seseorangpun yang
mengetahui dalam keadaan apa ajalnya tiba.
Maka
mengeluarkan sedekah bukan saja akan
memperpanjang umur, melainkan juga
memungkinkan kita meninggal dalam keadaan
baik.

Bukankah sedekah akan mengundang cintanya
Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai
oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak
diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak
dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak
diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut
dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah – mudahan Allah berkenan memanjangkan
umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk
mengejar ampunan Allah dan mengubah segala
kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian
yang pasti datang.

Wallahualam.

Jihadnya seorang wanita sejati

JIHADNYA KAUM IBU SEJATI

Oleh:Ust. UMAR BIN SHOLEH AL HAMID.

Asma' binti Yazid al-Anshoriyah datang kepada Nabi Saw, yang sedang dikelilingi para Sahabat.
Ia berkata, "Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu ya Rasulullah.
Aku adalah utusan kaum wanita kepadamu.

Kami kaum wanita terbatas dan terkurung, duduk di dalam rumah dan mengandung anak-anakku.

Kaum lelaki dilebihkan atas kami dengan Shalat Jum'at dan jama'ah, mengantarkan jenazah, dan melakukan haji demi haji.Lebih utama dari itu adalah Jihad Fisabilillah.

Bila seseorang dari kaum lelaki pergi haji atau umrah dan berjihad, maka kami kaum wanita yang memelihara hartanya.
Serta kami didik anak-anaknya.Maka ; Apakah kami mendapat kebaikan dan pahala seperti kamu (kaum lelaki).?"

Mendengar rentetan pertanyaan Asma' itu, Nabi Saw, merasa kagum dan gembira.Nabi Saw, lalu menoleh kepada para Sahabatnya dan menanyai mereka,
"Apakah kalian pernah mendengar pertanyaan seorang wanita yang lebih baik daripada pertanyaan wanita tadi tentang urusan agamanya.?

"Para Sahabat menjawab, "Ya Rasulullah, kami tidak menyangka ada wanita bertanya seperti itu.

Kemudian Rasulullah Saw, menoleh kepada Asma' dan menjawab pertanyaan yang mengesankan itu ;

Ketahuilah wahai wanita, dan beritahukan kepada kaum wanita yang lain, bahwa ;Perlakuan wanita yang baik terhadap suaminya, dan pencarian ridhanya serta kepatuhan kepada keinginannya, adalah menyamai semua itu(shalat jum'at,jama'ah,mngantarkan jenazah dll)

"(HR. SHAHIH MUSLIM)

Kira kira masih ada gak yaah wanita zaman ini yang mau praktik seperti Asma' binti Yazid seperti di atas ??? Wkwkwk... :-D
Peace...