Habib Munzir Almusawa - Hukum Kb. Bayi Tabung , Aborsi
Saudaraku yg kumuliakan,
1. dimasa Rasul saw para sahabat menunda pernikahan dg 'Azl, yaitu (maaf) mengeluarkan airmani diluar vagina, Rasul saw tak melarangnya, dari sinilah para ulama mengambil istinbath bahwa usaha menghalangi kehamilan halal hukumnya, pelarangan adalah pada membunuh anak, atau menggugurkan bayi yg telah bernyawa.
namun tentunya bukan mematikan rahim dan membuatnya tak berfungsi.
jika sudah bisa dipastikan bahwa usaha KB itu akan mengacaukan haidh maka tentunya hukumnya menjadi haram, namun jika tidak, yaitu bisa terganggu bisa tidak terganggu haidhnya maka hal ini masih diperbolehkan dalam syariah.
2. Hukum bayi tabung dan bagaimana nasabnya empat cara haram dua cara halal.
empat cara yg haram
. pembuahan luar dr sperma suami dan sel telur perempuan lain kemudian dimasukkan ke rahim isteri
.pembuahan luar dr sperma laki2 lain dan sel telur isteri kemudian dimasukkan ke rahim isteri
.pembuahan luar dari sperma suami dan sel telor isteri kemudian dimasukkan kerahim perempuan lain
Walaupun dg bayaran
.pembuahan luar dr sperma laki laki lain dan sel telur perempuan lain kemudian dimasukkan ke rahim Isteri.
dua cara yg dibolehkan
.pembuahan luar dari sperma suami dan sel telur isteri kemudian di masukkan kerahim Isteri
.mengambil sperma dr suami kemudian di masukkan ke farj isteri atau rahim isteri(pembuahan dalam)
keempat cara yg diharamkan dan dilarang krn menyebabkan ikhtilat ?kekacauan nasab
dua cara yg di bolehkan krn hajat/kebutuhan dan nasab kembali ke kedua orang tua.fiqh islami wa adillatuhu oleh wahbah zuhaili juz 7 hal 5099.
3. aborsi dibolehkan jika mengancam keselamatan bayi atau ibunya, jika sebelum bernyawa dan masih berupa gumpalan daging, maka perbedaan pendapat mengatakannya, ada yg mengatakan boleh, ada yg mengharamkannya, kembali pada niatnya
dua cara yg di bolehkan krn hajat/kebutuhan dan nasab kembali ke kedua orang tua.fiqh islami wa adillatuhu oleh wahbah zuhaili juz 7 hal 5099
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,
wallahu a'lam.
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=21082&catid=8
Laman
- Beranda
- al ilmu
- al kisah
- Allah dan Jalan menuju Allah
- Cahaya
- Do'a Doa
- Futuhat Al Makiyyah
- Hadits Qudsy
- Kalam Kalam Hikmah
- Kata Hati
- Kebenaran Hakiki
- Kitab Tauhid
- Mahkota Aulia Illaita'ala
- Mutiara Kalam Habaib
- My notes
- Qitab Sirr Al Asrar
- Shalawat
- Syaikh Abdul Qadir Al Jailani
- Syar'i
- Syarh Al Hikam
- Taddabur Ayat Ayat
- Tokoh dan Biografi
Minggu, 09 Maret 2014
Jumat, 07 Maret 2014
Hubbul wathom minal iman
HADITS “ HUBBUL WATHAN MINAL IMAN ”
Dalam buku susunan Tim PP
Muhammadiyyah Majlis Tarjih yang
berjudul “Tanya Jawab Agama 4”
halaman 24-25 dibahas pembahasan yang
cukup menarik, dengan judul “Hubhul
Wathan Minal Iman” Bukan Hadits.
Berikut kami kutip langsung dari buku
tersebut.
Tanya: “Dalam suatu majalah
disebutkan suatu hadits yang artinya:
“Bukan dari golongan kami orang yang
berperang semata-mata atas dasar
kebangsaan, dan bukan golongan kami
yang matinya karena fanatik
kebangsaannya.” (HR. Abu Dawud). Ada
hadits lagi yang artinya: “Cinta tanah air
itu sebagian dari iman.” Pertanyaannya,
kedua hadits tadi bertentangan.
Bagaimana penjelasannya dan bagaimana
pula nilai keduanya?” (Mujibur Rahman,
Kalipepe Rt. 02 Rw. 92 Kec. Yosowilangun
Kab. Lumajang Jatim).
Jawab: “Hadits yang pertama
yang anda tanyakan adalah benar riwayat
Abu Dawud dari Jubair bin Muth’im,
nilainya hasan. Maksud dari hadits
tersebut bahwa perang yang dimaksud
dengan jihad fi sabilillah adalah perang
yang menegakkan kebenaran, agar
kalimat Allah dapat ditegakkan. Jadi
orang yang melakukannya haruslah
berniat semata-mata karena Allah
memerintahkan untuk menegakkan
kebenaran. Itu perang yang dibenarkan
oleh Nabi kita. Selanjutnya kematian
yang semata-mata didasarkan karena
fanatik kebangsaan padahal bangsa itu
berbuat aniaya atau tidak benar,
bukanlah kematian yang dipandang
syahid. Adapun haditsyang berbunyi:
“Hubbul wathan dan seterusnya”, adalah
hadits maudhu’ artinya hadits palsu,
tidak shahih. Memang dalam pengertian
yang baik mempertahankan tanah air
karena kebenaran adalah benar.
Dalam hadits riwayat at-Tirmidzi
dan lainnya dengan nilai shahih orang
mati karena mempertahankan hartanya
adalah termasuk syahid, maksudnya
syahid akhirat, yakni mendapat pahala
sebagaimana orang yang mati syahid.
Termasuk juga dalam riwayat itu orang
yang mati karena mempertahankan tanah
air yang akan dirarnpas sebagaimana
dalam perang kemerdekaan kita di masa
yang lampau.
Kesimpulannya, hadits yang
pertama nilainya hasan, hadits yang
kedua lemah. Sedang mati semata-mata
karena fanatik kebangsaaan yang salah
tidak termasuk syahid, tetapi kalau mati
dalam mempertahankan tanah air,
mempertahankan kebenaran yang
diperintahkan Allah maka dapat
dimasukkan pada mati syahid.”
Sedangkan dalam kitab Asna al-
Mathalib hadits ini memang masuk dalam
kategori maudhu’. Tapi menurut
pentahqiqnya Syaikh Mahmud al-
Arnauthi dan Imam as-Sakhawi dalam
kitab Maqashid al-Hasanah mengatakan
“tidak mengenal hadits ini” ( ﻟﻢ ﺍﻗﻒ ﻋﻠﻴﻪ ),
tapi makna haditsnya shahih.
KH. Ahmad Baso menuliskan
bahwa dalam ilmu hadits dibedakan dua
jenis penilaian periwayatan, riwayat
bissanad dan riwayat bilmatan ; ada yang
shahih dua-duanya, ada yang salah
satunya; misal riwayat bilmatan shahih
meski tidak shahih bissanad. Hadits
“ Hubbul Wathan” ini masuk kategori
terakhir itu. Dan ulama pendiri NU tidak
mungkin mencomot ungkapan itu tanpa
sadar akan perbedaan ini.
Rasulullah Saw. bersabda:
“ Hubbul wathan minal iman ” (Cinta tanah
air itu bagian dari iman). Cinta adalah
sumber dari rasa tanah air adalah sumber
dari materi. Iman adalah sumber dari
semua agama. Hadits di atas termaktub
setidaknya di 6 kitab, yaitu:
1) Dalil al-Falihin Syarh Riyadh ash-
Shalihin jilid 1 halaman 26.
2) Ad-Durar al-Muntasyirah hadits
nomor 189.
3) Al-Maqashid al-Hasanah hadits
nomor 391.
4) Kasyf al-Khafa hadits nomor 2011.
5) Al-Asrar al-Marfu’ah hadits nomor
168.
6) Tadzkirat al-Maudhu’ah jilid 2
halaman 128.
Dalam QS. al-Baqarah ayat 126,
Allah Swt. berfirman:
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَٰﺬَﺍ ﺑَﻠَﺪًﺍ ﺁﻣِﻨًﺎ
ﻭَﺍﺭْﺯُﻕْ ﺃَﻫْﻠَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕِ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ۖ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
As. berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah
negeri ini negeri yang aman sentosa, dan
berikanlah rizki dari buah-buahan kepada
penduduknya yang beriman diantara
mereka kepada Allah dan hari kemudian.”
Nabi Ibrahim As. berdoa agar
tanah airnya: a) Menjadi negeri yang
aman sentosa , b) Penduduknya dilimpahi
rizki , c) Penduduknya iman kepada Allah
dan hari akhir.
Dalam ayat yang lain yang serupa
dengan ayat di atas ada di QS. Ibrahim
ayat 35:
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺒَﻠَﺪَ ﺁﻣِﻨًﺎ
ﻭَﺍﺟْﻨُﺒْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻨِﻲَّ ﺃَﻥْ ﻧَﻌْﺒُﺪَ ﺍﻷﺻْﻨَﺎﻡَ
“D an (ingatlah), ketika Ibrahim
As. berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah
negeri ini (Mekah), negeri yang aman. Dan
jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari
menyembah berhala-berhala.”
Ini menunjukkan Nabi Ibrahim
As. adalah seseorang yang begitu
mendalam mencinta i tanah airnya.
Kemudian di dalam QS. an-Nahl ayat 123
kita diperintah mengikuti millah (jejak)
NabiI brahim As.:
ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺃَﻥِ ﺍﺗَّﺒِﻊْ ﻣِﻠَّﺔَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ﻭَﻣَﺎ
ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ
“K emudian Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad Saw.): “Ikutilah
agama Ibrahim seorang yang hanif.” Dan
bukanlah dia termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan.”
Salah satu dari millah Nabi
Ibrahim As. adalah mencintai tanah air.
Mengapa harus mencintai tanah air?
Dalam kitab Jami’ ash-Shaghir jilid 1 bab
huruf Ta’ halaman 222, Rasulullah Saw.
bersabda: “Jagalah dirimu dari bumi,
maka sesungguhnya bumi itu adalah
ibumu.”
Adalah perintah untuk menjaga
diri sendiri dan ibu pertiwi (tanah air)
dari tindakan-tindakan negatif dari diri
sendiri maupun tindakan orang luar.
Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fath
al-Bari juz 3 halaman 261, ketika
mensyarahi hadits Imam Bukhari dari
sahabat Anas Ra.:
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ
ﻗَﺪِﻡَ ﻣِﻦْ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﺄَﺑْﺼَﺮَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ
ﺃَﻭْﺿَﻊَ ﻧَﺎﻗَﺘَﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺩَﺍﺑَّﺔً ﺣَﺮَّﻛَﻬَﺎ
“Adalah Rasulullah Saw. jika
pulang dari bepergian dan melihat dataran
tinggi kota Madinah mempercepat jalan
untanya dan bila menunggang hewan lain
beliau memacunya.”
Al-Hafidz Ibn Hajar berkata:
ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺩﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻓﻀﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ،
ﻭﻋﻠﻰ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺣﺐ ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻭﺍﻟﺤﻨﻴﻦ ﺇﻟﻴﻪ
“Dalam hadits tersebut
menunjukkan tentang keutamaanya kota
Madinah, dan disyariatkannya cinta tanah
air dan rindu kepadanya.”
Dalam QS. ar-Rum ayat 41, Allah
Swt. berfirman:
ﻇَﻬَﺮَ ﺍﻟْﻔَﺴَﺎﺩُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ
ﺃَﻳْﺪِﻱ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻟِﻴُﺬِﻳﻘَﻬُﻢْ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ
ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ
“T elah nampak kerusakan di darat
dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan
kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali
(ke jalan yang benar).”
Di dalam kitab tafsir ar-Ruh al-
Bayan , diriwayatkan ketika turun surat
al-Qashash ayat 85:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﺮَﺽَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟَﺮَﺍﺩُّﻙَ ﺇِﻟَﻰٰ ﻣَﻌَﺎﺩٍ
Saat itu Nabi Saw. dilanda rasa
rindu yang sangat kepada kota Makkah,
karena memang Makkah adalah kota
kelahiran dan tempat tinggal beiau,
negeri datuk-datuk dan kerabat-kerabat
beliau serta kota datuk utama beliau
yaitu Sayyidina Ibrahim As. Sehingga
ayat tersebut merupakan satu kabar
gembira dari Allah Swt. kepada
Rasulullah Saw. dan suatu hal yang
benar-benar akan direalisasikan oleh
Allah Swt.
Sehingga seakan-akan Allah Swt.
mengatakan: “Jangan kamu mengira
wahai Muhammad bahwa nasibmu itu
sama dengan ayah kamu Ibrahim yang
hijrah dari Negerinya Haran satu negeri
kafir menuju kota suci dan tidak akan
pernah kembali lagi ke Haran. Jangan pula
kamu mengira bahwa keadaanmu sama
dengan ayah kamu Ismail yang hijrah dari
negeri yang suci menuju negeri yang lebih
suci.”
Kemudian penulis kitab tafsir ar-
Ruh al-Bayan ini melanjutkan:
ﻭ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻻﻳﺔ ﺍﺷﺎﺭﺓ ﺍﻥ ﺣﺐ ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻣﻦ
ﺍﻻﻳﻤﺎﻥ
“Dan dalam pengertian,
kesimpulam serta tafsir dari ayat ini
menunjukkan bahwa cinta terhadap negeri
adalah sebagian dari iman.”
Hadits memang maudhu’ tapi
maknanya shahih. Tapi bagaimana para
salaf kita selalu mendengungkan
ungkapan-ungkapan itu. Artinya kalau
ditolak serta merta juga tidak bisa karena
secara makna juga tepat. Oleh karena itu
dalam kesimpulan selain menyebutkan
derajatnya dalam kacamata musthalah
hadits juga harus ditampilkan bahwa
secara makna shahih.
Maka seprti redaksi dalam kitab
Asna al-Mathalib setelah menyebutkan
derajat hadistnya beliau juga
menampilkan redaksi “tetapi maknanya
shahih” supya sampai dalam kesimpulan
jangan sampai ditolak serta merta.
Jadi seperti Hadhratus Syaikh
KH. Hasyim Asy’ari nampak sering
berrbicara dengan ungkapan “ Hubbul
wathan minal iman ”. Bukan berarti
beliau berdalil dan mengatakan bahwa
itu adalah hadits. Akan tetapi beliau
mengajak rakyat untuk mencintai negeri
ini. Beliau menggunakan motto itu
karena benar adanya secara makna.
Seperti halnya kedudukan motto-
motto yang lain seperti hadits-hadits
maudhu’ yang lain tapi maknanya shahih
seperti “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga
ke liang lahad”, walaupun maudhu’ tapi
maknanya benar bahwa jika menuntut
ilmu itu tak akan pernah terikat dengan
waktu, usia dan keadaan. Bukan berarti
jika itu hadits dhaif kita dilarang untuk
menyebutkannya seperti yang
didengung-dengungkan saudara-saudara
kita dari aliran Salafi-Wahabi.
Kemudian dalam kitab Dalil al-
Falihin Syarh Riyadh ash-Shalihin jilid 1
halaman 27 disebutkan: “Maka semestinya
bagi orang yang sempurna imannya
hendak membuat kemakmuran akan tanah
airnya dengan amal shaleh.”
Yang dimaksudkan dengan cinta
tanah air itu adalah memakmurkan tanah
airnya, memakmurkan dengan amal-amal
shaleh atau amal-amal yang baik.
Sedangkan tanah air manusia itu ada dua
macam: 1) Tanah air jasmani, yaitu bumi
tempat kita lahir dan berpijak, dan 2)
Tanah air ruhani, yaitu tanah air akhirat,
tempat dimana ruh kita berasal dan akan
kembali nantinya.
Kedua tanah air kita ini harus
dimakmurkan, baik tanah air ruhani
maupun jasmani. Dimakmurkan dengan
perbuatan-perbuatan baik. Sehingga
nantinya kita bisa menuai buahnya:
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍَﺗِﻨَﺎ ﻑِﻱ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻑِﻱ ﺍْﻻَﺣِﺮَﺓِ
ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
Wallahu al-Musta’an A’lam.
Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 23 Agustus 2013
Dalam buku susunan Tim PP
Muhammadiyyah Majlis Tarjih yang
berjudul “Tanya Jawab Agama 4”
halaman 24-25 dibahas pembahasan yang
cukup menarik, dengan judul “Hubhul
Wathan Minal Iman” Bukan Hadits.
Berikut kami kutip langsung dari buku
tersebut.
Tanya: “Dalam suatu majalah
disebutkan suatu hadits yang artinya:
“Bukan dari golongan kami orang yang
berperang semata-mata atas dasar
kebangsaan, dan bukan golongan kami
yang matinya karena fanatik
kebangsaannya.” (HR. Abu Dawud). Ada
hadits lagi yang artinya: “Cinta tanah air
itu sebagian dari iman.” Pertanyaannya,
kedua hadits tadi bertentangan.
Bagaimana penjelasannya dan bagaimana
pula nilai keduanya?” (Mujibur Rahman,
Kalipepe Rt. 02 Rw. 92 Kec. Yosowilangun
Kab. Lumajang Jatim).
Jawab: “Hadits yang pertama
yang anda tanyakan adalah benar riwayat
Abu Dawud dari Jubair bin Muth’im,
nilainya hasan. Maksud dari hadits
tersebut bahwa perang yang dimaksud
dengan jihad fi sabilillah adalah perang
yang menegakkan kebenaran, agar
kalimat Allah dapat ditegakkan. Jadi
orang yang melakukannya haruslah
berniat semata-mata karena Allah
memerintahkan untuk menegakkan
kebenaran. Itu perang yang dibenarkan
oleh Nabi kita. Selanjutnya kematian
yang semata-mata didasarkan karena
fanatik kebangsaan padahal bangsa itu
berbuat aniaya atau tidak benar,
bukanlah kematian yang dipandang
syahid. Adapun haditsyang berbunyi:
“Hubbul wathan dan seterusnya”, adalah
hadits maudhu’ artinya hadits palsu,
tidak shahih. Memang dalam pengertian
yang baik mempertahankan tanah air
karena kebenaran adalah benar.
Dalam hadits riwayat at-Tirmidzi
dan lainnya dengan nilai shahih orang
mati karena mempertahankan hartanya
adalah termasuk syahid, maksudnya
syahid akhirat, yakni mendapat pahala
sebagaimana orang yang mati syahid.
Termasuk juga dalam riwayat itu orang
yang mati karena mempertahankan tanah
air yang akan dirarnpas sebagaimana
dalam perang kemerdekaan kita di masa
yang lampau.
Kesimpulannya, hadits yang
pertama nilainya hasan, hadits yang
kedua lemah. Sedang mati semata-mata
karena fanatik kebangsaaan yang salah
tidak termasuk syahid, tetapi kalau mati
dalam mempertahankan tanah air,
mempertahankan kebenaran yang
diperintahkan Allah maka dapat
dimasukkan pada mati syahid.”
Sedangkan dalam kitab Asna al-
Mathalib hadits ini memang masuk dalam
kategori maudhu’. Tapi menurut
pentahqiqnya Syaikh Mahmud al-
Arnauthi dan Imam as-Sakhawi dalam
kitab Maqashid al-Hasanah mengatakan
“tidak mengenal hadits ini” ( ﻟﻢ ﺍﻗﻒ ﻋﻠﻴﻪ ),
tapi makna haditsnya shahih.
KH. Ahmad Baso menuliskan
bahwa dalam ilmu hadits dibedakan dua
jenis penilaian periwayatan, riwayat
bissanad dan riwayat bilmatan ; ada yang
shahih dua-duanya, ada yang salah
satunya; misal riwayat bilmatan shahih
meski tidak shahih bissanad. Hadits
“ Hubbul Wathan” ini masuk kategori
terakhir itu. Dan ulama pendiri NU tidak
mungkin mencomot ungkapan itu tanpa
sadar akan perbedaan ini.
Rasulullah Saw. bersabda:
“ Hubbul wathan minal iman ” (Cinta tanah
air itu bagian dari iman). Cinta adalah
sumber dari rasa tanah air adalah sumber
dari materi. Iman adalah sumber dari
semua agama. Hadits di atas termaktub
setidaknya di 6 kitab, yaitu:
1) Dalil al-Falihin Syarh Riyadh ash-
Shalihin jilid 1 halaman 26.
2) Ad-Durar al-Muntasyirah hadits
nomor 189.
3) Al-Maqashid al-Hasanah hadits
nomor 391.
4) Kasyf al-Khafa hadits nomor 2011.
5) Al-Asrar al-Marfu’ah hadits nomor
168.
6) Tadzkirat al-Maudhu’ah jilid 2
halaman 128.
Dalam QS. al-Baqarah ayat 126,
Allah Swt. berfirman:
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَٰﺬَﺍ ﺑَﻠَﺪًﺍ ﺁﻣِﻨًﺎ
ﻭَﺍﺭْﺯُﻕْ ﺃَﻫْﻠَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺜَّﻤَﺮَﺍﺕِ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ
ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ۖ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
As. berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah
negeri ini negeri yang aman sentosa, dan
berikanlah rizki dari buah-buahan kepada
penduduknya yang beriman diantara
mereka kepada Allah dan hari kemudian.”
Nabi Ibrahim As. berdoa agar
tanah airnya: a) Menjadi negeri yang
aman sentosa , b) Penduduknya dilimpahi
rizki , c) Penduduknya iman kepada Allah
dan hari akhir.
Dalam ayat yang lain yang serupa
dengan ayat di atas ada di QS. Ibrahim
ayat 35:
ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﺒَﻠَﺪَ ﺁﻣِﻨًﺎ
ﻭَﺍﺟْﻨُﺒْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻨِﻲَّ ﺃَﻥْ ﻧَﻌْﺒُﺪَ ﺍﻷﺻْﻨَﺎﻡَ
“D an (ingatlah), ketika Ibrahim
As. berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah
negeri ini (Mekah), negeri yang aman. Dan
jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari
menyembah berhala-berhala.”
Ini menunjukkan Nabi Ibrahim
As. adalah seseorang yang begitu
mendalam mencinta i tanah airnya.
Kemudian di dalam QS. an-Nahl ayat 123
kita diperintah mengikuti millah (jejak)
NabiI brahim As.:
ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺃَﻥِ ﺍﺗَّﺒِﻊْ ﻣِﻠَّﺔَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ﻭَﻣَﺎ
ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ
“K emudian Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad Saw.): “Ikutilah
agama Ibrahim seorang yang hanif.” Dan
bukanlah dia termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Tuhan.”
Salah satu dari millah Nabi
Ibrahim As. adalah mencintai tanah air.
Mengapa harus mencintai tanah air?
Dalam kitab Jami’ ash-Shaghir jilid 1 bab
huruf Ta’ halaman 222, Rasulullah Saw.
bersabda: “Jagalah dirimu dari bumi,
maka sesungguhnya bumi itu adalah
ibumu.”
Adalah perintah untuk menjaga
diri sendiri dan ibu pertiwi (tanah air)
dari tindakan-tindakan negatif dari diri
sendiri maupun tindakan orang luar.
Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Fath
al-Bari juz 3 halaman 261, ketika
mensyarahi hadits Imam Bukhari dari
sahabat Anas Ra.:
ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ
ﻗَﺪِﻡَ ﻣِﻦْ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﺄَﺑْﺼَﺮَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ
ﺃَﻭْﺿَﻊَ ﻧَﺎﻗَﺘَﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺩَﺍﺑَّﺔً ﺣَﺮَّﻛَﻬَﺎ
“Adalah Rasulullah Saw. jika
pulang dari bepergian dan melihat dataran
tinggi kota Madinah mempercepat jalan
untanya dan bila menunggang hewan lain
beliau memacunya.”
Al-Hafidz Ibn Hajar berkata:
ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺩﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻓﻀﻞ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ،
ﻭﻋﻠﻰ ﻣﺸﺮﻭﻋﻴﺔ ﺣﺐ ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻭﺍﻟﺤﻨﻴﻦ ﺇﻟﻴﻪ
“Dalam hadits tersebut
menunjukkan tentang keutamaanya kota
Madinah, dan disyariatkannya cinta tanah
air dan rindu kepadanya.”
Dalam QS. ar-Rum ayat 41, Allah
Swt. berfirman:
ﻇَﻬَﺮَ ﺍﻟْﻔَﺴَﺎﺩُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ
ﺃَﻳْﺪِﻱ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻟِﻴُﺬِﻳﻘَﻬُﻢْ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ
ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ
“T elah nampak kerusakan di darat
dan di laut disebabkan karena perbuatan
tangan manusia, supaya Allah merasakan
kepada mereka sebagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali
(ke jalan yang benar).”
Di dalam kitab tafsir ar-Ruh al-
Bayan , diriwayatkan ketika turun surat
al-Qashash ayat 85:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﺮَﺽَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻟَﺮَﺍﺩُّﻙَ ﺇِﻟَﻰٰ ﻣَﻌَﺎﺩٍ
Saat itu Nabi Saw. dilanda rasa
rindu yang sangat kepada kota Makkah,
karena memang Makkah adalah kota
kelahiran dan tempat tinggal beiau,
negeri datuk-datuk dan kerabat-kerabat
beliau serta kota datuk utama beliau
yaitu Sayyidina Ibrahim As. Sehingga
ayat tersebut merupakan satu kabar
gembira dari Allah Swt. kepada
Rasulullah Saw. dan suatu hal yang
benar-benar akan direalisasikan oleh
Allah Swt.
Sehingga seakan-akan Allah Swt.
mengatakan: “Jangan kamu mengira
wahai Muhammad bahwa nasibmu itu
sama dengan ayah kamu Ibrahim yang
hijrah dari Negerinya Haran satu negeri
kafir menuju kota suci dan tidak akan
pernah kembali lagi ke Haran. Jangan pula
kamu mengira bahwa keadaanmu sama
dengan ayah kamu Ismail yang hijrah dari
negeri yang suci menuju negeri yang lebih
suci.”
Kemudian penulis kitab tafsir ar-
Ruh al-Bayan ini melanjutkan:
ﻭ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻻﻳﺔ ﺍﺷﺎﺭﺓ ﺍﻥ ﺣﺐ ﺍﻟﻮﻃﻦ ﻣﻦ
ﺍﻻﻳﻤﺎﻥ
“Dan dalam pengertian,
kesimpulam serta tafsir dari ayat ini
menunjukkan bahwa cinta terhadap negeri
adalah sebagian dari iman.”
Hadits memang maudhu’ tapi
maknanya shahih. Tapi bagaimana para
salaf kita selalu mendengungkan
ungkapan-ungkapan itu. Artinya kalau
ditolak serta merta juga tidak bisa karena
secara makna juga tepat. Oleh karena itu
dalam kesimpulan selain menyebutkan
derajatnya dalam kacamata musthalah
hadits juga harus ditampilkan bahwa
secara makna shahih.
Maka seprti redaksi dalam kitab
Asna al-Mathalib setelah menyebutkan
derajat hadistnya beliau juga
menampilkan redaksi “tetapi maknanya
shahih” supya sampai dalam kesimpulan
jangan sampai ditolak serta merta.
Jadi seperti Hadhratus Syaikh
KH. Hasyim Asy’ari nampak sering
berrbicara dengan ungkapan “ Hubbul
wathan minal iman ”. Bukan berarti
beliau berdalil dan mengatakan bahwa
itu adalah hadits. Akan tetapi beliau
mengajak rakyat untuk mencintai negeri
ini. Beliau menggunakan motto itu
karena benar adanya secara makna.
Seperti halnya kedudukan motto-
motto yang lain seperti hadits-hadits
maudhu’ yang lain tapi maknanya shahih
seperti “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga
ke liang lahad”, walaupun maudhu’ tapi
maknanya benar bahwa jika menuntut
ilmu itu tak akan pernah terikat dengan
waktu, usia dan keadaan. Bukan berarti
jika itu hadits dhaif kita dilarang untuk
menyebutkannya seperti yang
didengung-dengungkan saudara-saudara
kita dari aliran Salafi-Wahabi.
Kemudian dalam kitab Dalil al-
Falihin Syarh Riyadh ash-Shalihin jilid 1
halaman 27 disebutkan: “Maka semestinya
bagi orang yang sempurna imannya
hendak membuat kemakmuran akan tanah
airnya dengan amal shaleh.”
Yang dimaksudkan dengan cinta
tanah air itu adalah memakmurkan tanah
airnya, memakmurkan dengan amal-amal
shaleh atau amal-amal yang baik.
Sedangkan tanah air manusia itu ada dua
macam: 1) Tanah air jasmani, yaitu bumi
tempat kita lahir dan berpijak, dan 2)
Tanah air ruhani, yaitu tanah air akhirat,
tempat dimana ruh kita berasal dan akan
kembali nantinya.
Kedua tanah air kita ini harus
dimakmurkan, baik tanah air ruhani
maupun jasmani. Dimakmurkan dengan
perbuatan-perbuatan baik. Sehingga
nantinya kita bisa menuai buahnya:
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍَﺗِﻨَﺎ ﻑِﻱ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻑِﻱ ﺍْﻻَﺣِﺮَﺓِ
ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
Wallahu al-Musta’an A’lam.
Sya’roni As-Samfuriy, Tegal 23 Agustus 2013
my story
Salah satu Tanda Lemahnya Iman seseorang itu saat dia tidak mampu menahan
diri untuk bermaksiat kepada Allah..yang padahal dia mampu menghindarinya..
Begitu juga sebaliknya ..
Tanda keimanan seseorang yang sedang naik dia tidak mampu menahan untuk
selalu Taat dan Takut kepada Allah..dalam segala hal..bentuk dan tindakan setiap
keadaan..
The Story of The Seeker Identity
SEumpama Istighfar di ibaratkan itu seperti rantai yang akan selalu membesar dan membesar mengikat dan melilit jika di baca ..
Sedangkan Amarah..hawa nafsu..kebencian (dan segala penyakit hati yang lain) adalah yang terikat oleh rantai tersebut..
Saat seseorang senantiasa membaca istighfar maka rantai itu semakin membesar..semakin kuat melilit hawa nafsu..
Dan jika seseorang berhenti membacanya maka rantai itu semakin mengendur..sedikit demi sedikit akan terlepas.. hingga hawa nafsu akan keluar mengembara dalam bentuk tindakan Maksiat yang di lakukan oleh anggota tubuh kita..baik tangan..kaki..mulut..pikiran.. dll..
Istighfar tidak serta merta dapat melumpuhkan semua yang ada dlam lingkup penyakit hati..
Namun jika seseorang selalu mengucapkanya setidaknya dia telah merantai hawa nafsu yang senantiasa bersemayam dalam diri untuk tidak keluar dan menguasai Tubuhnya..
diri untuk bermaksiat kepada Allah..yang padahal dia mampu menghindarinya..
Begitu juga sebaliknya ..
Tanda keimanan seseorang yang sedang naik dia tidak mampu menahan untuk
selalu Taat dan Takut kepada Allah..dalam segala hal..bentuk dan tindakan setiap
keadaan..
The Story of The Seeker Identity
SEumpama Istighfar di ibaratkan itu seperti rantai yang akan selalu membesar dan membesar mengikat dan melilit jika di baca ..
Sedangkan Amarah..hawa nafsu..kebencian (dan segala penyakit hati yang lain) adalah yang terikat oleh rantai tersebut..
Saat seseorang senantiasa membaca istighfar maka rantai itu semakin membesar..semakin kuat melilit hawa nafsu..
Dan jika seseorang berhenti membacanya maka rantai itu semakin mengendur..sedikit demi sedikit akan terlepas.. hingga hawa nafsu akan keluar mengembara dalam bentuk tindakan Maksiat yang di lakukan oleh anggota tubuh kita..baik tangan..kaki..mulut..pikiran.. dll..
Istighfar tidak serta merta dapat melumpuhkan semua yang ada dlam lingkup penyakit hati..
Namun jika seseorang selalu mengucapkanya setidaknya dia telah merantai hawa nafsu yang senantiasa bersemayam dalam diri untuk tidak keluar dan menguasai Tubuhnya..
Kamis, 06 Maret 2014
Ponpes Tahfidz Quran
MAU NGAPALIN AL-QUR'AN ? ATAU
MEMONDOKKAN KERABAT KE PESANTREN AL-
QUR'AN ? BERIKUT DAFTAR & NAMA PONDOK
PESANTREN TAHFIDZUL QUR'AN PILIHAN :
I. Jawa Timur dan Madura
1. PP. Darussalam Blok Agung. Pengasuh: KH.
Hisyam Syafa'at, Pengasuh Tahfidz: K. Imam
Mukhtar. Alamat: Banyuwangi Jawa Timur.
2. PP. Fi Dhilalil Qur'an. Pengasuh: K. Fauzan
dan Nyai Umi Hanik. Alamat: Genteng,
Banyuwangi, Jatim
3. PP. Putra-Putri Nurul Qur'an. Pengasuh: Gus
Ainur Rofiq, Nyai Habibatul muniroh Alamat: Desa
LojejerKec Wuluhan Kab Jember Jawa Timur
4. PP Nurul Jadid. Alamat: Gg.Zaid bin Tsabit (K)
Karanganyar Paiton Probolinggo Jatim
5. PP. Fatahillah. Pengasuh:KH. Nabil Nizar dan
Ibu Nyai Hj. Sholihatul Widad. Alamat: Sumber
Kerang Maron Probolinggo Jatim
6. PP. Raudlotul Hikmah. Pengasuh: KH. Qusyairi
Abdullah. Alamat: Bendungan Kraton Pasuruan
Jatim
7. PP. An-Najah. Pengasuh: Ibu Nyai Luluk
Bahirotun Najah Ma'ruf. Alamat: Podokaton
Gondang Wetan Pasuruan Jatim
8. PPTQ Putra-Putri Darussalam. Pengasuh KH.
Ahmad Fayumi. Alamat: Jl. Mt. Haryono,
Tegalarum, Pasuruan Jawa Timur
9. PP. Salafiyyah Nurudh Dholam.Pendiri:
Almaghfurlah KH. Anwar Siroj, Pengasuh: Agus
M. Zainudin. Alamat: Jl.Pasar Baru Bangil
Pasuruan Jatim
10. PP. Darul Barongan li Ahlissunnah
Waljama'ah. Pengasuh: Ustd. Faishol bin Amir
Abd. Karim. Alamat: Jl. Barongan Malang Jatim
11. PP. Al-Huda. Pengasuh: KH.Abdus Syakur.
Alamat: Jl KH. Abd. Majid Ngebruk kec. Sumber
Pucung kab. Malang prov. Jatim. Telp.
(0341384262)
12. PPSQ Asy-Syadzili. Pengasuh: KH. Agus
Abdul Mun'im Syadzili, Sumber Pasir, Pakis,
Malang, Jatim
13. PP. Putra Al-Islah. Pengasuh: KH. Badawi
Umar. Alamat: Jl. Kramat 46, Langgar Genteng,
Singosari-Malang, Jatim
14. PPA. Nurul Huda Jl. KramatSingosari Malang
Jatim
15. PPTQ Daarul Muttaqien. Pengasuh: Hj. Elok
Faiqoh Shofwan. Alamat: Manukan tama 201-203
Tandes Surabaya
16. PP. Hidayaturrohman Dzinnuroin. Pengasuh:
KH. Mashfuh Hisyam dan Ibu Nyai Chamidah
Mashfuh. Alamat: Gresik kota (depan terminal /
Ramayana Gresik)
17. PPBH Mojogeneng, UnitRaudhatul Quran.
Alamat: Rt 12-13, Rw 03, Jatirejo, Mojokerto,
Jatim
18. PPTQ Babussalam. Pengasuh: Almaghfurlah
KH. Moh Shofari Rahman (Alm.) /Ust. Dediek
Kurniawan, M.Pd.I, Kalibening Mojoagung
Jombang Jatim
19. PP. Hufadz Madrasatul Qur’an (MQ). Pendiri:
KH Hasyim Asy'ari. Alamat: Tebuireng Jombang
Jatim
20. PPTQ Putra-Putri SirojulUlum. Pengasuh: KH.
Muhsin Isman al-Hafidz. Alamat: Jl. Jabal Nur/
Merak, No.10, Ds. Semanding Kel. Tertek Kec.
Pare Kab. Kediri Prov. Jatim. Telp: (0354)392570
21. PP. Roudlotul Quran.Pengasuh: Abah
Makmum Ahmadi dan Ibu Nyai Umi Nikmah.
Alamat: Kencong PareKediri Jatim
22. PP. Mamba'u HufadzilQur'an. Pengasuh: K.
Imam Yahya Nawawi dan Ibu Nyai Nurul
Qomariyah. Alamat:Cangkring-Gurah-Kediri, kod.
pos 64182 Jatim
23. PP. Roudlotul Qur’anal-Hikmah. Pengasuh:
KH. Abd. Nashir Badrus Sholeh beserta Ibu Nyai
Hj.Mas’udah. Alamat: Jln. Raya PurwoasriKediri
Jawa Timur. (disini juga terdapat QIRO'ATI)
24. PP. Ahmada al-Hikmah. Pengasuh: KH. Da’in
Arif Badrus Sholeh beserta Ibu Nyai Hj. Khuriyyah
Da’in.Alamat: Jl. Raya Purwoasri Kediri Jawa
Timur
25. PTQ Putra-Putri Maunah Sari. Pengasuh: KH.
Abd. Hamid Abd. Qodir al-Hafidz.
Alamat: Jl. KH. Agus Salim 08 Kota Kediri, Jatim
64118, Telp. {0354} 774927775290
26. PPTQ Lirboyo Kota Kediri. Pengasuh: KH.
Idris Marzuki dan Ibu Nyai Khodijah
27. PPAQ Baitul Hikmah (Putri). Pengasuh: Ibu
Nyai Maimunaten. Alamat: Jambu Kayen Kidul
Kab. Kediri, Prov.Jatim
28. PPAQ Darussalam (Putra). Pengasuh:
Almaghfurllah K. Taqwim Fadhil(alm.). Alamat:
Jambu Kayen Kidul Kab. Kediri, Prov. Jatim.
(Mohon doa untukPPAQ Putra "Darussalam"
Semoga putra-putrinya yg masih tholabul
ilminantinya bisa melanjutkan perjuangan romo
yai untuk meneruskan mengasuh PPAQputra
"Darussalam'' Aamiin)
29. PP. Manba'ul Hikam Hufadz (putra).
Pengasuh: KH 'Ala'ul Muttaqin. PPMH alMa'unah
(putri). Pengasuh: Ibu Nyai Hj. Niswaturrohmah.
Alamat: Mantenan Udanawu Blitar Jatim
30. PP. Hidayatul Mubtadi'in (putri Qur'an &
kitab). Pengsuh: K. Syaifuddin Zuhri & Ibu
NyaiMasrohatin. Alamat: Desa Kolomayan. Kec.
Wonodadi. Kab. Blitar. Jawa Timur. Telp.
085706024597
31. PP. Al-Aminah. Pengasuh: Ny. Hj. Siti
Aminah. Alamat: Tambakboyo, Kec. Sanankulon
Kab. Blitar Jatim. Telp: (0342) 80618798
32. PP. Nurul Iman. Pengasuh: Kyai Syaiful
Bahry, Garum, Kec Garum, Kabupaten Blitar,
Jatim
33. PP. Nurul Ulum. Alamat: Kota Blitar Jatim
34. PP. Bustanul Muta’alimat. Alamat: Dawuhan
Kota Blitar Jatim
35. Asrama Perguruan Ilmu Qur'an Jatim.
Pengasuh: KH. Muhammad Sabiqul Khoiroot.
36. PTQ an-Nuqayah Latee. Pengasuh: KH.
Ahmad Basyir Abdullah Sajjad. Alamat: Guluk-
guluk, Sumenep, Madura
37. PP. Al-Mujtama'. Alamat: Plakpak,
Pegantenan, Pamekasan, Madura. (telah
melahirkan hafidz juara INTERNASIONAL, atas
nama Salim Ghozali)
38. PPRTQ. Pengasuh: Syech KH. Ahmad
Masduqi AR al-Hafidz. Alamat: Barat pasar
Perak. Jl. raya Perak Jombang Jatim
39. PPTQ. Riyadhussholihin. Pengasuh: KH. Abd.
Qadir Shomad. Alamat: Rangkang Kraksaan
Probolinggo Jatim
40. PP. Al-Muqarrabin. Pengasuh: KH.
Muhammad Ibrahim bin Ammari. Alamat: Jl.
Tawang Sari Kec Lawang Kab Malang Jatim
41. PP. Al-Amiin Perenduan. Pengasuh: KH.
Tijani Jauhari. Alamat: Sumenep Madura
42. PP. Darussaadah. Alamat: Jalan Jangkungan
I. No.9 Surabaya. Telp: (031) 5936519
43. PP. Al-Khoirot (Putri). Pengasuh: Abah Abd.
Muhaimin dan Ibu Nyai Badi'atud Durroh. Alamat:
Sumber Petung, Adan-adan, Gurah, Kediri, Jatim
II. Jawa Tengah dan D.I.Y
1. PP. Al-Hasanah. Pengasuh: K. Abdul Wahib.
Alamat: Sragen Jateng
2. PP. Matholi’ul Huda. Pengasuh: Abah Nafi
Faieq Al-Azm. Alamat: Kajen Margoyoso Pati
Jateng
3. PP. Nurul Qur’an Putra-Putri. Pengasuh: Abuya
KH. Ahmad Minan Abdillah/ Ny. Hj. Maftuhah
Minan.Alamat: Kajen Margoyoso Pati 452461
Jateng
4. PMH el-Ma'unah (Qur'an+kitab) Putra-Putri.
Pengasuh: KH. Hasbullah Ridlwan (sanad dr
MbahAbdullah Salam Kajen) dan Ibu Nyai Hj. Aini
Rosyidah Ridlwan. Alamat: Ds.Lengkong, kec.
Batangan, kab. Pati Jawa Tengah
5. PP. Anak-anak Tahfidzul Qur’an Raudlatul
Falah. Pengasuh: Ust. Noor Shokhib. Alamat: Jl.
Gembong-BanyuUrip km. 2 Bermi Gembong Pati
59162 Jateng
6. PP. Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus (putra-
putri-remaja-dewasa). Pengasuh: KH. Ulin Nuha
Arwani dan KH. Ulil Albab Arwani. Alamat: Kudus
Jateng
7. PP. Tahfidz Amtsilati (khusus anak MI putra).
Pengasuh: KH. Taufiqul Hakim, Ustadz Abdullah
gholib. Alamat: Dk. Sidorejo RT. 03 RW. 12
Bangssri - Jepara 59453. Jateng.
Telp.0291-771852
8. PPTQ Hishnun Naja. Pengasuh: Abah Zubaidi
Mansyur, Ibu Umi Hanik Ah. Alamat: Jl. Kauman
no. 4 ,RT. 01, RW. 01, Brambang, Karangawen,
Demak, Jateng
9. PP. Roudlotul Qur’an. Pengasuh: K. Ahmad
Qomarudin ah. & Nyai Mala Hima Ulya ah. Almt:
Jl. Gajahno. 233, Kec. Dempet. Kab. Demak
Jateng
10. PP. Putra-putri Al-Badriyyah. Pengasuh: Abah
Muhibbin Muhsin dan Umi Nadziroh Alh. Alamat:
Jl. Suburan Barat Mranggen Demak Jateng
11. PP. BUQ. Pengasuh: KH. Harier Muhammad
A (alm). Alamat: Kracaan, Demak Jateng
12. PP. BUQ. Pengasuh: KH. Muhammad
Mahfudz Harir. Alamat: Betengan Demak Jateng
59511
13. PP. Huffadl Manba’ul Qur’an. Pengasuh: K.
Muhammad Wahib & ibu Nyai Ummi Kulsum
Alamat: Tugu Lor, Karang Anyar, Demak, Jawa
Tengah 59582
14. PPTQ Asy-Syarifah. Pengasuh: KH.Wahab
Mahfudhi & Ny. Hj Hajar Jariyah. Alamat: Jl.
Brumbung, Mranggen, Demak. CP: (024) 6773957
15. PP Nazzalal Furqon. Pengasuh: KH.
Munawwir Munajad. Alamat: Jl. Raya Tingkir
suruh gg. Seroja No. 03, Salatiga Jateng
16. PP. Al-Munawwir Komplek Madrasah Hufadz
I & I (Putra).Pengasuh: KH. R. M.
Najib Abd Qodir, (cucu K. Munawwir Krapyak,
salah satu Guru Qur’an Indonesia). Alamat:
Krapyak,Sewon, Bantul, Yogjakarta.
17. PP. Al-Munawwir komplek Q55002.
Pengasuh: KH.Warson Munawwir (muallif kamus
al-Munawir). Alamat: Sewon Bantul Krapyak
Yogjakarta
18. PP. Al-Qur'aniyy. Pengasuh:KH. Muhammad
Thohari. Alamat: Ngunut, Playen, Gunung Kidul,
Yogyakarta
19. PP. An-Nawawi. Alamat: Ds. Jejeran, Kec.
Pleret, Kab. Bantul, Prov. Yogjakarta. (Tanpa
biaya. Fasilitas: Makan 3x, Kamar lumayan
mewah. Syarat: Patuh dan Taat)
20. PP. I'dad Mu'allimil Quran (IMQ). Pengasuh
Syaikh Abdul Karim dan murid beliau Ust.
Abdurrohim. Alamat:Karanggayam, Sitimulyo,
Piyungan, Bantul, Yogyakarta. (Gratis. Syarat:
lulusan SMP, atau diatas 14 thn. Syaikhnya
menguasai Al-qiraat Al'asyr (10 qiraat/bacaan) yg
semuanya bersanad, kalo Ust. Abdurrohim 4
qiraat/bacaan, telah meluluskan 2 angkatan dan
selesai semua hafalannya. Waktu pembelajaran 2
tahun)
21. PP. Tahfidz an-Nur. Pengasuh: KH. Nawawi
Abdul Aziz. Alamat: Ngrukem Sewon Bantul
Yogyakarta. Tlp. 0274 6994262
22. PP. I'dad Mu'allimil Qur'an. Pengasuh:
Syaikh Abdul Karim, Ust Abdurrohim. Alamat: Jl.
Wonosari KM.10 Karanggayam Sitimulyo Piyungan
Bantul D.I.Yogyakarta
23. PP. Al-Husain. Pengasuh: KH. Muhsin
Bzalamat. Alamat: Jl. Yogya km 22 Krakitan
Salam Magelang Jawa Tengah
24. PP. Tahfidz Anak Yanbu'ul Qur'an (cabang
Kudus). Pengasuh: K. Nur Kholis Sanusi. Alamat:
Tersobo Prembun Kebumen
25. PP. Hufadl Nazzalal Furqon.Pengasuh Abah
KH. Munawir Munajat. Alamat: Ds. Tinkir Tengah
Kec. TinkirSalatiga Jateng. Telp. (0289) 314375
26. PP. Al-Huda. Pendiri: Almaghfurlah KH.
Maisur Jufri, Pengasuh: KH. Maghfur. Alamat:
Petak Susukan Salatiga
27. PP. Nurudh Dholam 5. Pengasuh: KH.
Badaruddin Zaid dan Ibu Nyai Hj. Kunti Fatimah
az-Zahro'. Alamat: Klaten Jateng
28. PP. Al-Muayyad. Pengasuh: KH. Abd. Rozaq
Shofawi. Alamat: Mangkuyudan, Laweyan,
Surakarta
29. PP. Darul Hikmah. Pengasuh: KH. Izzuddin
Masruri. Alamat: Desa Benda, Bumiayu, Brebes,
Jateng.
30. PP. Modern Al Qur'an Buaran Pekalongan.
Alamat: Pelita II Buaran Pekalongan
Jawa Tengah. Telp: (0285) 7905848, 432387.
http://www.ponpesmodernalquran.com/ 31. PP.
Darul Muttaqin (putra/putri). Pengasuh: KH. Drs.
Imam Mudaris. Alamat: Jl. Moh. Thamrin,
GgAntara No. 37, RT/RW: 02/03 Lomanis
Cilacap. Telp: (0282) 546335
32. PPTQ An-Nur. Pengasuh: KH.Nur Hamid &
KH. Tholi'ul Anwar. Alamat: Sekretariat: Jl. KH.
Nur AfandiJati kemplang Penggalang Adipala
Cilacap 53271. Tlp. (0282) 5504015,
081391554110, 081804803917 (Gratis makan 3x,
asrama, uang saku/bulan)
33. PP. Srojut Tholibin. Pengasuh: KH. Baidhowi
Syamsuri. Alamat: Jl. Masjid al-Muhajirin Brabu
Tanggung Harjo Grobogan Jateng.
34. PP. at-Taufiqiyah (sab'ah). Pengasuh: KH.
Dhofir Syafi'i. Alamat: Jl. Raya Brabu-Paras
Brabu Tanggung Harjo Grobogan Jateng.
35. PP. Roudlotul Qur'an. Pengasuh: KH. Zuhri
Shofwan Dhuri (alm.). Alamat: Ds Kuwaron kec
Gubug kab Grobogan Jateng
36. PPQF. Al-Fudlola. Pengasuh: Abah
Syarifudin-Ibu Rina Afifah Syarifudin. Alamat:
Pakis, Tayu, Pati Jateng
37. PP. Hamalatul Qur'an. Alamat: Tamantirto
Kasihan Bantul Yogjakarta
38. PP. Lu'lu' il Qur'anil Maknun. Alamat: Senepo
Barat, Kutoarjo, Purworejo, Jateng. Telp: (0275)
641492
III. Jawa Barat dan Jabodetabek
1. PP. Al-Shighor. Pengasuh: KH. Drs. Bisri
imam. Alamat: Ds. Gedongan, Kelender.
kec. Pangenan, kab. Cirebon, prov. Jawa Barat
2. PP Al-Asy'ariyah. Pengasuh:Ny Hj. Maesaroh.
Alamat: Jl. KH. Asy'ari No. 110, Desa Kalisari, RT
14, RW 04,Losari Cirebon Jabar
3. Khadijah Centre for Quran (pondok tahfizh
khusus akhwat, usia mulai 15 thn). Pengasuh:
Nizamul Fakri-IrmaNur. Alamat: Jl. Cibatu
Caringin, RT 29/5, Cisaat Sukabumi. Telp: (0266)
216201, 085759481010
4. LTQ At-Tartil Sukabumi.Pengasuh: Nizamul
Fakri. Alamat: Masjid Nurrohman, Jl. Surya
kencana, gg. Cipelang leutik 1, Sukabumi
5. PP. Darul Hufazd (Darfaz).Pengasuh: Ust.
Sidiq. Alamat: Sukabumi
6. PP. Tahfidzul Qur'an (PPTQ). Pengasuh: Ust.
Yusuf mansur, Ust. Hendy Irawan, Ust. Ahmad
Jameel. Alamat: Kampung Bulak Santri Kel.
Pondok Pucung Kec. Karang TengahCileduk-T
angerang. Contact: 021-734555844 fax:
021-73455820 email:contact_us@wisatahati.com
7. PP. Tahfidzul Qur’anal-Maghfiroh (putra-putri).
Alamat: Kp. Cirako - Cijeruk Mekar Baru
Tangerang,prov. Banten. Pengasuh: KH. Mardi
Buhj dan Umi Hj. Oon
8. PP Tahfizh Qur'anMisbahunnur (PPTQM)
Putra-Putri (usia 10-15 thn). Pengasuh: KH. Abdul
Aziz SQ. Alhafizh dan Hj. Lilih Solihah Alhafizhah.
Alamat: Jl. Kol Masturi Km 3 KotaCimahi-Jawa
Barat. Hp: 081395390276
9. PP. Az-Zein. Pengasuh: Ust.Abd. Rosyid.
Alamat: Ciampea, Bogor. (tp skrng pindah ke
Cibinong)
10. PP. Manba’ul Furqon.Pengasuh: K. Maksum
Abdillah. Alamat: Leuwiliyang Bogor
11. PP. Sulaimaniyah (uicci), az-Zikra
12. PP. al-Hidayah. Pengasuh: KH. Ali Abdul
Bary. Alamat: Selahuni Ciomas Rahayu Ciomas
Kab. Bogor. Telp: 08129748439
IV. Luar Jawa
1. PPTA Romadhon. Alamat: Jl. Setia Desa
Kotabaru Barat kec Martapura kab OKU TIMUR,
Palembang, Sum-Sel. Telp: Ust. Miftahul Faizin
(081368941541), Ust. Nur Wahid (081271538500),
Ustz. Ani Sa'adah(081933380255). Email:
markazalmuttaqin@yahoo.com (Gratis biaya
pendidikan,makan, asrama & syahadah Al hafizh.
Bila berada di jawa n berminat silahkan hub. No.
di atas bisa dikasih uang transport untuk ke
pondok)
2. PP. Roudlotul Qur’an. Pengasuh: Drs. KH.
Abina Ali Qomarudin S.Q al-Hafidz. Alamat: Jl.
PratamaPraja, Ds. 16c Metro Barat, Lampung
3. PP. An-Nur. Pengasuh: KH. Sholahuddin
(khusus putra). Almt: Jln. Sekumpul, Martapura,
Kal-Sel
4. PPTQ Al-Imam Ashim Makassar. Pengasuh:
KH. Syam Amir Yunus SQ. Alamat: Jl. Tidung
Mariolo Makassar
5. PPTQ Putra-Putri As-Sudais. Pengasuh: Hj.
Nuraini Kalla. Alamat: Jl.Racing Centre Makassar
6. PP. Darul Huffadh. Pengasuh: Ust. Saad Said.
Alamat: Tuju tuju, Kajuara, Bone, Sulawesi
Selatan
7. PPTQ Al-Amin Aminullah Barandasi Maros.
Pengasuh: KH. A. Najamuddin Aminullah. Alamat:
Jl. Barandasi Maros (depan Masjid Raya
Barandasi)
8. PP. al-Aziziyah. Pengasuh TGH (Tuan Guru
Haji) Musthofa Umar Abd. Aziz. Alamat: Kapek
Gunung Sari Lombok Barat NTB
9. PP. al-Furqon. Pengasuh: Ust. Faizin Yakqub.
Alamat: Jl. TGH. Yakub No. 01 Batu Kuta, kec.
Narmada, Lombok Barat NTB.
MEMONDOKKAN KERABAT KE PESANTREN AL-
QUR'AN ? BERIKUT DAFTAR & NAMA PONDOK
PESANTREN TAHFIDZUL QUR'AN PILIHAN :
I. Jawa Timur dan Madura
1. PP. Darussalam Blok Agung. Pengasuh: KH.
Hisyam Syafa'at, Pengasuh Tahfidz: K. Imam
Mukhtar. Alamat: Banyuwangi Jawa Timur.
2. PP. Fi Dhilalil Qur'an. Pengasuh: K. Fauzan
dan Nyai Umi Hanik. Alamat: Genteng,
Banyuwangi, Jatim
3. PP. Putra-Putri Nurul Qur'an. Pengasuh: Gus
Ainur Rofiq, Nyai Habibatul muniroh Alamat: Desa
LojejerKec Wuluhan Kab Jember Jawa Timur
4. PP Nurul Jadid. Alamat: Gg.Zaid bin Tsabit (K)
Karanganyar Paiton Probolinggo Jatim
5. PP. Fatahillah. Pengasuh:KH. Nabil Nizar dan
Ibu Nyai Hj. Sholihatul Widad. Alamat: Sumber
Kerang Maron Probolinggo Jatim
6. PP. Raudlotul Hikmah. Pengasuh: KH. Qusyairi
Abdullah. Alamat: Bendungan Kraton Pasuruan
Jatim
7. PP. An-Najah. Pengasuh: Ibu Nyai Luluk
Bahirotun Najah Ma'ruf. Alamat: Podokaton
Gondang Wetan Pasuruan Jatim
8. PPTQ Putra-Putri Darussalam. Pengasuh KH.
Ahmad Fayumi. Alamat: Jl. Mt. Haryono,
Tegalarum, Pasuruan Jawa Timur
9. PP. Salafiyyah Nurudh Dholam.Pendiri:
Almaghfurlah KH. Anwar Siroj, Pengasuh: Agus
M. Zainudin. Alamat: Jl.Pasar Baru Bangil
Pasuruan Jatim
10. PP. Darul Barongan li Ahlissunnah
Waljama'ah. Pengasuh: Ustd. Faishol bin Amir
Abd. Karim. Alamat: Jl. Barongan Malang Jatim
11. PP. Al-Huda. Pengasuh: KH.Abdus Syakur.
Alamat: Jl KH. Abd. Majid Ngebruk kec. Sumber
Pucung kab. Malang prov. Jatim. Telp.
(0341384262)
12. PPSQ Asy-Syadzili. Pengasuh: KH. Agus
Abdul Mun'im Syadzili, Sumber Pasir, Pakis,
Malang, Jatim
13. PP. Putra Al-Islah. Pengasuh: KH. Badawi
Umar. Alamat: Jl. Kramat 46, Langgar Genteng,
Singosari-Malang, Jatim
14. PPA. Nurul Huda Jl. KramatSingosari Malang
Jatim
15. PPTQ Daarul Muttaqien. Pengasuh: Hj. Elok
Faiqoh Shofwan. Alamat: Manukan tama 201-203
Tandes Surabaya
16. PP. Hidayaturrohman Dzinnuroin. Pengasuh:
KH. Mashfuh Hisyam dan Ibu Nyai Chamidah
Mashfuh. Alamat: Gresik kota (depan terminal /
Ramayana Gresik)
17. PPBH Mojogeneng, UnitRaudhatul Quran.
Alamat: Rt 12-13, Rw 03, Jatirejo, Mojokerto,
Jatim
18. PPTQ Babussalam. Pengasuh: Almaghfurlah
KH. Moh Shofari Rahman (Alm.) /Ust. Dediek
Kurniawan, M.Pd.I, Kalibening Mojoagung
Jombang Jatim
19. PP. Hufadz Madrasatul Qur’an (MQ). Pendiri:
KH Hasyim Asy'ari. Alamat: Tebuireng Jombang
Jatim
20. PPTQ Putra-Putri SirojulUlum. Pengasuh: KH.
Muhsin Isman al-Hafidz. Alamat: Jl. Jabal Nur/
Merak, No.10, Ds. Semanding Kel. Tertek Kec.
Pare Kab. Kediri Prov. Jatim. Telp: (0354)392570
21. PP. Roudlotul Quran.Pengasuh: Abah
Makmum Ahmadi dan Ibu Nyai Umi Nikmah.
Alamat: Kencong PareKediri Jatim
22. PP. Mamba'u HufadzilQur'an. Pengasuh: K.
Imam Yahya Nawawi dan Ibu Nyai Nurul
Qomariyah. Alamat:Cangkring-Gurah-Kediri, kod.
pos 64182 Jatim
23. PP. Roudlotul Qur’anal-Hikmah. Pengasuh:
KH. Abd. Nashir Badrus Sholeh beserta Ibu Nyai
Hj.Mas’udah. Alamat: Jln. Raya PurwoasriKediri
Jawa Timur. (disini juga terdapat QIRO'ATI)
24. PP. Ahmada al-Hikmah. Pengasuh: KH. Da’in
Arif Badrus Sholeh beserta Ibu Nyai Hj. Khuriyyah
Da’in.Alamat: Jl. Raya Purwoasri Kediri Jawa
Timur
25. PTQ Putra-Putri Maunah Sari. Pengasuh: KH.
Abd. Hamid Abd. Qodir al-Hafidz.
Alamat: Jl. KH. Agus Salim 08 Kota Kediri, Jatim
64118, Telp. {0354} 774927775290
26. PPTQ Lirboyo Kota Kediri. Pengasuh: KH.
Idris Marzuki dan Ibu Nyai Khodijah
27. PPAQ Baitul Hikmah (Putri). Pengasuh: Ibu
Nyai Maimunaten. Alamat: Jambu Kayen Kidul
Kab. Kediri, Prov.Jatim
28. PPAQ Darussalam (Putra). Pengasuh:
Almaghfurllah K. Taqwim Fadhil(alm.). Alamat:
Jambu Kayen Kidul Kab. Kediri, Prov. Jatim.
(Mohon doa untukPPAQ Putra "Darussalam"
Semoga putra-putrinya yg masih tholabul
ilminantinya bisa melanjutkan perjuangan romo
yai untuk meneruskan mengasuh PPAQputra
"Darussalam'' Aamiin)
29. PP. Manba'ul Hikam Hufadz (putra).
Pengasuh: KH 'Ala'ul Muttaqin. PPMH alMa'unah
(putri). Pengasuh: Ibu Nyai Hj. Niswaturrohmah.
Alamat: Mantenan Udanawu Blitar Jatim
30. PP. Hidayatul Mubtadi'in (putri Qur'an &
kitab). Pengsuh: K. Syaifuddin Zuhri & Ibu
NyaiMasrohatin. Alamat: Desa Kolomayan. Kec.
Wonodadi. Kab. Blitar. Jawa Timur. Telp.
085706024597
31. PP. Al-Aminah. Pengasuh: Ny. Hj. Siti
Aminah. Alamat: Tambakboyo, Kec. Sanankulon
Kab. Blitar Jatim. Telp: (0342) 80618798
32. PP. Nurul Iman. Pengasuh: Kyai Syaiful
Bahry, Garum, Kec Garum, Kabupaten Blitar,
Jatim
33. PP. Nurul Ulum. Alamat: Kota Blitar Jatim
34. PP. Bustanul Muta’alimat. Alamat: Dawuhan
Kota Blitar Jatim
35. Asrama Perguruan Ilmu Qur'an Jatim.
Pengasuh: KH. Muhammad Sabiqul Khoiroot.
36. PTQ an-Nuqayah Latee. Pengasuh: KH.
Ahmad Basyir Abdullah Sajjad. Alamat: Guluk-
guluk, Sumenep, Madura
37. PP. Al-Mujtama'. Alamat: Plakpak,
Pegantenan, Pamekasan, Madura. (telah
melahirkan hafidz juara INTERNASIONAL, atas
nama Salim Ghozali)
38. PPRTQ. Pengasuh: Syech KH. Ahmad
Masduqi AR al-Hafidz. Alamat: Barat pasar
Perak. Jl. raya Perak Jombang Jatim
39. PPTQ. Riyadhussholihin. Pengasuh: KH. Abd.
Qadir Shomad. Alamat: Rangkang Kraksaan
Probolinggo Jatim
40. PP. Al-Muqarrabin. Pengasuh: KH.
Muhammad Ibrahim bin Ammari. Alamat: Jl.
Tawang Sari Kec Lawang Kab Malang Jatim
41. PP. Al-Amiin Perenduan. Pengasuh: KH.
Tijani Jauhari. Alamat: Sumenep Madura
42. PP. Darussaadah. Alamat: Jalan Jangkungan
I. No.9 Surabaya. Telp: (031) 5936519
43. PP. Al-Khoirot (Putri). Pengasuh: Abah Abd.
Muhaimin dan Ibu Nyai Badi'atud Durroh. Alamat:
Sumber Petung, Adan-adan, Gurah, Kediri, Jatim
II. Jawa Tengah dan D.I.Y
1. PP. Al-Hasanah. Pengasuh: K. Abdul Wahib.
Alamat: Sragen Jateng
2. PP. Matholi’ul Huda. Pengasuh: Abah Nafi
Faieq Al-Azm. Alamat: Kajen Margoyoso Pati
Jateng
3. PP. Nurul Qur’an Putra-Putri. Pengasuh: Abuya
KH. Ahmad Minan Abdillah/ Ny. Hj. Maftuhah
Minan.Alamat: Kajen Margoyoso Pati 452461
Jateng
4. PMH el-Ma'unah (Qur'an+kitab) Putra-Putri.
Pengasuh: KH. Hasbullah Ridlwan (sanad dr
MbahAbdullah Salam Kajen) dan Ibu Nyai Hj. Aini
Rosyidah Ridlwan. Alamat: Ds.Lengkong, kec.
Batangan, kab. Pati Jawa Tengah
5. PP. Anak-anak Tahfidzul Qur’an Raudlatul
Falah. Pengasuh: Ust. Noor Shokhib. Alamat: Jl.
Gembong-BanyuUrip km. 2 Bermi Gembong Pati
59162 Jateng
6. PP. Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus (putra-
putri-remaja-dewasa). Pengasuh: KH. Ulin Nuha
Arwani dan KH. Ulil Albab Arwani. Alamat: Kudus
Jateng
7. PP. Tahfidz Amtsilati (khusus anak MI putra).
Pengasuh: KH. Taufiqul Hakim, Ustadz Abdullah
gholib. Alamat: Dk. Sidorejo RT. 03 RW. 12
Bangssri - Jepara 59453. Jateng.
Telp.0291-771852
8. PPTQ Hishnun Naja. Pengasuh: Abah Zubaidi
Mansyur, Ibu Umi Hanik Ah. Alamat: Jl. Kauman
no. 4 ,RT. 01, RW. 01, Brambang, Karangawen,
Demak, Jateng
9. PP. Roudlotul Qur’an. Pengasuh: K. Ahmad
Qomarudin ah. & Nyai Mala Hima Ulya ah. Almt:
Jl. Gajahno. 233, Kec. Dempet. Kab. Demak
Jateng
10. PP. Putra-putri Al-Badriyyah. Pengasuh: Abah
Muhibbin Muhsin dan Umi Nadziroh Alh. Alamat:
Jl. Suburan Barat Mranggen Demak Jateng
11. PP. BUQ. Pengasuh: KH. Harier Muhammad
A (alm). Alamat: Kracaan, Demak Jateng
12. PP. BUQ. Pengasuh: KH. Muhammad
Mahfudz Harir. Alamat: Betengan Demak Jateng
59511
13. PP. Huffadl Manba’ul Qur’an. Pengasuh: K.
Muhammad Wahib & ibu Nyai Ummi Kulsum
Alamat: Tugu Lor, Karang Anyar, Demak, Jawa
Tengah 59582
14. PPTQ Asy-Syarifah. Pengasuh: KH.Wahab
Mahfudhi & Ny. Hj Hajar Jariyah. Alamat: Jl.
Brumbung, Mranggen, Demak. CP: (024) 6773957
15. PP Nazzalal Furqon. Pengasuh: KH.
Munawwir Munajad. Alamat: Jl. Raya Tingkir
suruh gg. Seroja No. 03, Salatiga Jateng
16. PP. Al-Munawwir Komplek Madrasah Hufadz
I & I (Putra).Pengasuh: KH. R. M.
Najib Abd Qodir, (cucu K. Munawwir Krapyak,
salah satu Guru Qur’an Indonesia). Alamat:
Krapyak,Sewon, Bantul, Yogjakarta.
17. PP. Al-Munawwir komplek Q55002.
Pengasuh: KH.Warson Munawwir (muallif kamus
al-Munawir). Alamat: Sewon Bantul Krapyak
Yogjakarta
18. PP. Al-Qur'aniyy. Pengasuh:KH. Muhammad
Thohari. Alamat: Ngunut, Playen, Gunung Kidul,
Yogyakarta
19. PP. An-Nawawi. Alamat: Ds. Jejeran, Kec.
Pleret, Kab. Bantul, Prov. Yogjakarta. (Tanpa
biaya. Fasilitas: Makan 3x, Kamar lumayan
mewah. Syarat: Patuh dan Taat)
20. PP. I'dad Mu'allimil Quran (IMQ). Pengasuh
Syaikh Abdul Karim dan murid beliau Ust.
Abdurrohim. Alamat:Karanggayam, Sitimulyo,
Piyungan, Bantul, Yogyakarta. (Gratis. Syarat:
lulusan SMP, atau diatas 14 thn. Syaikhnya
menguasai Al-qiraat Al'asyr (10 qiraat/bacaan) yg
semuanya bersanad, kalo Ust. Abdurrohim 4
qiraat/bacaan, telah meluluskan 2 angkatan dan
selesai semua hafalannya. Waktu pembelajaran 2
tahun)
21. PP. Tahfidz an-Nur. Pengasuh: KH. Nawawi
Abdul Aziz. Alamat: Ngrukem Sewon Bantul
Yogyakarta. Tlp. 0274 6994262
22. PP. I'dad Mu'allimil Qur'an. Pengasuh:
Syaikh Abdul Karim, Ust Abdurrohim. Alamat: Jl.
Wonosari KM.10 Karanggayam Sitimulyo Piyungan
Bantul D.I.Yogyakarta
23. PP. Al-Husain. Pengasuh: KH. Muhsin
Bzalamat. Alamat: Jl. Yogya km 22 Krakitan
Salam Magelang Jawa Tengah
24. PP. Tahfidz Anak Yanbu'ul Qur'an (cabang
Kudus). Pengasuh: K. Nur Kholis Sanusi. Alamat:
Tersobo Prembun Kebumen
25. PP. Hufadl Nazzalal Furqon.Pengasuh Abah
KH. Munawir Munajat. Alamat: Ds. Tinkir Tengah
Kec. TinkirSalatiga Jateng. Telp. (0289) 314375
26. PP. Al-Huda. Pendiri: Almaghfurlah KH.
Maisur Jufri, Pengasuh: KH. Maghfur. Alamat:
Petak Susukan Salatiga
27. PP. Nurudh Dholam 5. Pengasuh: KH.
Badaruddin Zaid dan Ibu Nyai Hj. Kunti Fatimah
az-Zahro'. Alamat: Klaten Jateng
28. PP. Al-Muayyad. Pengasuh: KH. Abd. Rozaq
Shofawi. Alamat: Mangkuyudan, Laweyan,
Surakarta
29. PP. Darul Hikmah. Pengasuh: KH. Izzuddin
Masruri. Alamat: Desa Benda, Bumiayu, Brebes,
Jateng.
30. PP. Modern Al Qur'an Buaran Pekalongan.
Alamat: Pelita II Buaran Pekalongan
Jawa Tengah. Telp: (0285) 7905848, 432387.
http://www.ponpesmodernalquran.com/ 31. PP.
Darul Muttaqin (putra/putri). Pengasuh: KH. Drs.
Imam Mudaris. Alamat: Jl. Moh. Thamrin,
GgAntara No. 37, RT/RW: 02/03 Lomanis
Cilacap. Telp: (0282) 546335
32. PPTQ An-Nur. Pengasuh: KH.Nur Hamid &
KH. Tholi'ul Anwar. Alamat: Sekretariat: Jl. KH.
Nur AfandiJati kemplang Penggalang Adipala
Cilacap 53271. Tlp. (0282) 5504015,
081391554110, 081804803917 (Gratis makan 3x,
asrama, uang saku/bulan)
33. PP. Srojut Tholibin. Pengasuh: KH. Baidhowi
Syamsuri. Alamat: Jl. Masjid al-Muhajirin Brabu
Tanggung Harjo Grobogan Jateng.
34. PP. at-Taufiqiyah (sab'ah). Pengasuh: KH.
Dhofir Syafi'i. Alamat: Jl. Raya Brabu-Paras
Brabu Tanggung Harjo Grobogan Jateng.
35. PP. Roudlotul Qur'an. Pengasuh: KH. Zuhri
Shofwan Dhuri (alm.). Alamat: Ds Kuwaron kec
Gubug kab Grobogan Jateng
36. PPQF. Al-Fudlola. Pengasuh: Abah
Syarifudin-Ibu Rina Afifah Syarifudin. Alamat:
Pakis, Tayu, Pati Jateng
37. PP. Hamalatul Qur'an. Alamat: Tamantirto
Kasihan Bantul Yogjakarta
38. PP. Lu'lu' il Qur'anil Maknun. Alamat: Senepo
Barat, Kutoarjo, Purworejo, Jateng. Telp: (0275)
641492
III. Jawa Barat dan Jabodetabek
1. PP. Al-Shighor. Pengasuh: KH. Drs. Bisri
imam. Alamat: Ds. Gedongan, Kelender.
kec. Pangenan, kab. Cirebon, prov. Jawa Barat
2. PP Al-Asy'ariyah. Pengasuh:Ny Hj. Maesaroh.
Alamat: Jl. KH. Asy'ari No. 110, Desa Kalisari, RT
14, RW 04,Losari Cirebon Jabar
3. Khadijah Centre for Quran (pondok tahfizh
khusus akhwat, usia mulai 15 thn). Pengasuh:
Nizamul Fakri-IrmaNur. Alamat: Jl. Cibatu
Caringin, RT 29/5, Cisaat Sukabumi. Telp: (0266)
216201, 085759481010
4. LTQ At-Tartil Sukabumi.Pengasuh: Nizamul
Fakri. Alamat: Masjid Nurrohman, Jl. Surya
kencana, gg. Cipelang leutik 1, Sukabumi
5. PP. Darul Hufazd (Darfaz).Pengasuh: Ust.
Sidiq. Alamat: Sukabumi
6. PP. Tahfidzul Qur'an (PPTQ). Pengasuh: Ust.
Yusuf mansur, Ust. Hendy Irawan, Ust. Ahmad
Jameel. Alamat: Kampung Bulak Santri Kel.
Pondok Pucung Kec. Karang TengahCileduk-T
angerang. Contact: 021-734555844 fax:
021-73455820 email:contact_us@wisatahati.com
7. PP. Tahfidzul Qur’anal-Maghfiroh (putra-putri).
Alamat: Kp. Cirako - Cijeruk Mekar Baru
Tangerang,prov. Banten. Pengasuh: KH. Mardi
Buhj dan Umi Hj. Oon
8. PP Tahfizh Qur'anMisbahunnur (PPTQM)
Putra-Putri (usia 10-15 thn). Pengasuh: KH. Abdul
Aziz SQ. Alhafizh dan Hj. Lilih Solihah Alhafizhah.
Alamat: Jl. Kol Masturi Km 3 KotaCimahi-Jawa
Barat. Hp: 081395390276
9. PP. Az-Zein. Pengasuh: Ust.Abd. Rosyid.
Alamat: Ciampea, Bogor. (tp skrng pindah ke
Cibinong)
10. PP. Manba’ul Furqon.Pengasuh: K. Maksum
Abdillah. Alamat: Leuwiliyang Bogor
11. PP. Sulaimaniyah (uicci), az-Zikra
12. PP. al-Hidayah. Pengasuh: KH. Ali Abdul
Bary. Alamat: Selahuni Ciomas Rahayu Ciomas
Kab. Bogor. Telp: 08129748439
IV. Luar Jawa
1. PPTA Romadhon. Alamat: Jl. Setia Desa
Kotabaru Barat kec Martapura kab OKU TIMUR,
Palembang, Sum-Sel. Telp: Ust. Miftahul Faizin
(081368941541), Ust. Nur Wahid (081271538500),
Ustz. Ani Sa'adah(081933380255). Email:
markazalmuttaqin@yahoo.com (Gratis biaya
pendidikan,makan, asrama & syahadah Al hafizh.
Bila berada di jawa n berminat silahkan hub. No.
di atas bisa dikasih uang transport untuk ke
pondok)
2. PP. Roudlotul Qur’an. Pengasuh: Drs. KH.
Abina Ali Qomarudin S.Q al-Hafidz. Alamat: Jl.
PratamaPraja, Ds. 16c Metro Barat, Lampung
3. PP. An-Nur. Pengasuh: KH. Sholahuddin
(khusus putra). Almt: Jln. Sekumpul, Martapura,
Kal-Sel
4. PPTQ Al-Imam Ashim Makassar. Pengasuh:
KH. Syam Amir Yunus SQ. Alamat: Jl. Tidung
Mariolo Makassar
5. PPTQ Putra-Putri As-Sudais. Pengasuh: Hj.
Nuraini Kalla. Alamat: Jl.Racing Centre Makassar
6. PP. Darul Huffadh. Pengasuh: Ust. Saad Said.
Alamat: Tuju tuju, Kajuara, Bone, Sulawesi
Selatan
7. PPTQ Al-Amin Aminullah Barandasi Maros.
Pengasuh: KH. A. Najamuddin Aminullah. Alamat:
Jl. Barandasi Maros (depan Masjid Raya
Barandasi)
8. PP. al-Aziziyah. Pengasuh TGH (Tuan Guru
Haji) Musthofa Umar Abd. Aziz. Alamat: Kapek
Gunung Sari Lombok Barat NTB
9. PP. al-Furqon. Pengasuh: Ust. Faizin Yakqub.
Alamat: Jl. TGH. Yakub No. 01 Batu Kuta, kec.
Narmada, Lombok Barat NTB.
Makna Shalawat Allah Kepada Nabi Muhammad
Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB
(PISS-KTB)
RAHASIA DI BALIK SHALAWATNYA ALLAH SWT.
KEPADA RASULULLAH SAW.
Rais Am Jam’iyah Ahlut Thariqah al-Mu’tabarah
an-Nahdliyah, sekaligus ketua umum thariqah sufi
sedunia, Maulana al-Habib M. Luthfi bin Ali bin
Hasyim bin Yahya Pekalongan, menjelaskan
perihal rahasia di balik bacaan shalawat Allah
kepada nabiNya.
“Saya kagum terhadap satu ayat yang
mengangkat kebesaran Nabi Muhammad saw dan
memerintahkan untuk membaca shalawat,” tutur
Habib Luthfi yang kemudian membacakan ayat al-
Quran yang berisi perintah shalawat Nabi Saw.
Beliau dawuh dalam bahasa Jawa: “Yen Allah
ta’ala merintahake shalat, ning mustahil Allah
shalat. Allah ta’ala merintahake zakat, Allah ta’ala
mboten usah zakat. Allah ta’ala merintahake haji
neng Alah ta’ala mboten haji. Tapi nek shalawat
Nabi, Allah ta’ala paring shalawat dumateng
Kanjeng Nabi. Niku bedane adoh, niku
istimewane kebesarane shalawat.”
(Allah Swt. telah memerintahkan shalat, tetapi
Allah mustahil shalat. Allah Swt. memerintahkan
zakat, tetapi Allah Swt. tidak zakat. Allah Swt.
memerintahkan haji, tetapi Allah Swt. tidak haji.
Namun kalau shalawat Nabi, Allah Swt.
bershalawat kepada Baginda Nabi Saw. Itulah
tingkat perbedaan yang sangat jauh, menunjukkan
keistimewaan dan keagungan shalawat).
Kenapa redaksi pada ayat memakai “’ala an-
Nabiy”, bukan “‘ala Muhammad”? Karena yang
dijunjung oleh Allah adalah pangkatnya Kanjeng
Nabi Saw. Allah Swt. memberikan contoh
langsung kepada hambaNya tentang bgaimana
memberikan penghargaan kepada Nabi Saw.
dengan tidak mengucapkan namanya saja
(Muhammad), akan tetapi dengan pangkatnya.
Tak ada satupun ayat dalam al-Quran Allah Swt.
memanggil Nabi Muhammad Saw. dengan
namanya belaka.
Sedangkan kalimat “yushalluna ‘ala an-Nabiy”,
bukan menggunakan kalimat madhi (masa
lampau) tetapi mudhari’ (masa sekarang dan
seterusnya). Artinya rahmat Allah Swt. kepada
Kanjeng Nabi Saw. sampai besok di akherat. Dan
shalawatnya Allah Ta’ala bukan “Allahumma
shalli ‘ala Muhammad”, tetapi rahmatan
maqrunatan bita’dzimin (rahmat kasih sayang
yang dibarengi dengan pengagungan).
Maksudnya, Allah memberi shalawat kepada Nabi
Saw. bukan sejak beliau diangkat menjadi Nabi,
tetapi sudak sejak zaman azali.
Ayat itu juga merupakan bentuk kemuliaan yang
diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw.
Kemuliaan yang membedakan beliau dengan
makhluk yang lain. Segala sesuatu yang
diciptakan Allah tidak diciptakan percuma,
semuanya juga memiliki kelebihan tersendiri,
yang membedakan satu dengan yang lain. Maka
tidak mustahil kalau Allah memberi kemuliaan
(perintah shalawat) ini kepada Kanjeng Nabi Saw.
Kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi
Muhammad Saw. itu merupakan kewenangan
Allah. Jangankan untuk memuliakan nabi, bahkan
setiap tumbuhan dan segala sesuatu diciptakan
Allah dengan kemuliaannya masing-masing. Yen
Allah Ta’ala ngersaake niku mboten onten seng
mustahil, serba mungkin (Jika Allah Swt.
menghendaki itu tidak ada yang mustahil,
semuanya serba mungkin).
Ketika kita mengucapkan shalawat kepada Nabi
Saw., maka akan timbul cinta kepada beliau Saw.
Dengan demikian, kita akan semakin banyak
melakukan sunnah-sunnah yang dilakukan oleh
Nabi Muhammad Saw.”
(PISS-KTB)
RAHASIA DI BALIK SHALAWATNYA ALLAH SWT.
KEPADA RASULULLAH SAW.
Rais Am Jam’iyah Ahlut Thariqah al-Mu’tabarah
an-Nahdliyah, sekaligus ketua umum thariqah sufi
sedunia, Maulana al-Habib M. Luthfi bin Ali bin
Hasyim bin Yahya Pekalongan, menjelaskan
perihal rahasia di balik bacaan shalawat Allah
kepada nabiNya.
“Saya kagum terhadap satu ayat yang
mengangkat kebesaran Nabi Muhammad saw dan
memerintahkan untuk membaca shalawat,” tutur
Habib Luthfi yang kemudian membacakan ayat al-
Quran yang berisi perintah shalawat Nabi Saw.
Beliau dawuh dalam bahasa Jawa: “Yen Allah
ta’ala merintahake shalat, ning mustahil Allah
shalat. Allah ta’ala merintahake zakat, Allah ta’ala
mboten usah zakat. Allah ta’ala merintahake haji
neng Alah ta’ala mboten haji. Tapi nek shalawat
Nabi, Allah ta’ala paring shalawat dumateng
Kanjeng Nabi. Niku bedane adoh, niku
istimewane kebesarane shalawat.”
(Allah Swt. telah memerintahkan shalat, tetapi
Allah mustahil shalat. Allah Swt. memerintahkan
zakat, tetapi Allah Swt. tidak zakat. Allah Swt.
memerintahkan haji, tetapi Allah Swt. tidak haji.
Namun kalau shalawat Nabi, Allah Swt.
bershalawat kepada Baginda Nabi Saw. Itulah
tingkat perbedaan yang sangat jauh, menunjukkan
keistimewaan dan keagungan shalawat).
Kenapa redaksi pada ayat memakai “’ala an-
Nabiy”, bukan “‘ala Muhammad”? Karena yang
dijunjung oleh Allah adalah pangkatnya Kanjeng
Nabi Saw. Allah Swt. memberikan contoh
langsung kepada hambaNya tentang bgaimana
memberikan penghargaan kepada Nabi Saw.
dengan tidak mengucapkan namanya saja
(Muhammad), akan tetapi dengan pangkatnya.
Tak ada satupun ayat dalam al-Quran Allah Swt.
memanggil Nabi Muhammad Saw. dengan
namanya belaka.
Sedangkan kalimat “yushalluna ‘ala an-Nabiy”,
bukan menggunakan kalimat madhi (masa
lampau) tetapi mudhari’ (masa sekarang dan
seterusnya). Artinya rahmat Allah Swt. kepada
Kanjeng Nabi Saw. sampai besok di akherat. Dan
shalawatnya Allah Ta’ala bukan “Allahumma
shalli ‘ala Muhammad”, tetapi rahmatan
maqrunatan bita’dzimin (rahmat kasih sayang
yang dibarengi dengan pengagungan).
Maksudnya, Allah memberi shalawat kepada Nabi
Saw. bukan sejak beliau diangkat menjadi Nabi,
tetapi sudak sejak zaman azali.
Ayat itu juga merupakan bentuk kemuliaan yang
diberikan Allah kepada Nabi Muhammad Saw.
Kemuliaan yang membedakan beliau dengan
makhluk yang lain. Segala sesuatu yang
diciptakan Allah tidak diciptakan percuma,
semuanya juga memiliki kelebihan tersendiri,
yang membedakan satu dengan yang lain. Maka
tidak mustahil kalau Allah memberi kemuliaan
(perintah shalawat) ini kepada Kanjeng Nabi Saw.
Kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi
Muhammad Saw. itu merupakan kewenangan
Allah. Jangankan untuk memuliakan nabi, bahkan
setiap tumbuhan dan segala sesuatu diciptakan
Allah dengan kemuliaannya masing-masing. Yen
Allah Ta’ala ngersaake niku mboten onten seng
mustahil, serba mungkin (Jika Allah Swt.
menghendaki itu tidak ada yang mustahil,
semuanya serba mungkin).
Ketika kita mengucapkan shalawat kepada Nabi
Saw., maka akan timbul cinta kepada beliau Saw.
Dengan demikian, kita akan semakin banyak
melakukan sunnah-sunnah yang dilakukan oleh
Nabi Muhammad Saw.”
Rabu, 05 Maret 2014
Selasa, 04 Maret 2014
Hatred within Us
Ternyata memang benar ..
Semua ber******aa tentang "darkness within us"...
Mereka gigih melawan diri mereka sendiri..
Perjuangan mereka ..
Penderitaan mereka..
Memang pantas terbayar dengan masuknya
"kesucian" ke dalam hati mereka..
Hati yg lapang. Ikhlas..sabar dan selalu
merendah..
Mereka beranggapan, mereka ..diri mereka..
bukanlah syapa syapa ..
Namun sebenarnya..mereka adalah penjaga
kesucian ..
I have to be like them...
Ini adalah fakta..dan
Inilah kehidupan....
Seseorang..
Yang di dalam hatinya masih terdapat "monster
monster" kegelapan maka akan selalu dan selalu
mengadu kuasa dan akan selalu menumbuhkan
anak monster yang baru...
Tapi...
Tak semua gurumu mengajarkan tentang ilmu
yang kau butuhkan..
Terkadang justeru musuhmulah yang mengajarkan
tentang kekuatan dan kesucian hatimu..
Musuhmu akan berkata tentang "kebencian" yang
senantiasa tertanam dalam diri kita...
Karena itu adalah alat bagi nya untuk bisa
menyentuh atau bahkan mengalahkanya...
Ketenanganya membiaskan beribu ribu efek pada
tubuh kita..
Ingatlah saat
Mereka selalu berkata dan memberikan semangat
untuk kita tetap bangkit dalam segala hal dan
keadaan ..
Mereka percaya pada semua kekuatan yang
bersemayam dalamhati kita...
Yah .
Kekuatan tanpa kebencian..
Semua ber******aa tentang "darkness within us"...
Mereka gigih melawan diri mereka sendiri..
Perjuangan mereka ..
Penderitaan mereka..
Memang pantas terbayar dengan masuknya
"kesucian" ke dalam hati mereka..
Hati yg lapang. Ikhlas..sabar dan selalu
merendah..
Mereka beranggapan, mereka ..diri mereka..
bukanlah syapa syapa ..
Namun sebenarnya..mereka adalah penjaga
kesucian ..
I have to be like them...
Ini adalah fakta..dan
Inilah kehidupan....
Seseorang..
Yang di dalam hatinya masih terdapat "monster
monster" kegelapan maka akan selalu dan selalu
mengadu kuasa dan akan selalu menumbuhkan
anak monster yang baru...
Tapi...
Tak semua gurumu mengajarkan tentang ilmu
yang kau butuhkan..
Terkadang justeru musuhmulah yang mengajarkan
tentang kekuatan dan kesucian hatimu..
Musuhmu akan berkata tentang "kebencian" yang
senantiasa tertanam dalam diri kita...
Karena itu adalah alat bagi nya untuk bisa
menyentuh atau bahkan mengalahkanya...
Ketenanganya membiaskan beribu ribu efek pada
tubuh kita..
Ingatlah saat
Mereka selalu berkata dan memberikan semangat
untuk kita tetap bangkit dalam segala hal dan
keadaan ..
Mereka percaya pada semua kekuatan yang
bersemayam dalamhati kita...
Yah .
Kekuatan tanpa kebencian..
Langganan:
Komentar (Atom)