Selasa, 15 Desember 2015

Solawat Taisir(Memudahkan)

Shalawat Taisir.

Shalawat Taisir adalah suatu Shalawat yang bermanfaat selain mendapat pahala bagi pembacanya juga mempunyai ke ajaiban yang sangat menakjubkan sekali bagi pembacanya baik disadari ataupun tidak disadari.

Adapun kejaiban dari Shalawat tersebut mempunyai aura atau manfaat yang sangat hebat sehingga dapat berfungsi untuk membuka hijab yang sangat sulit untuk ditembus atau dibukakan, sesuai dengan namanya Shalawat Taisir yang artinya Shalawat untuk membuka atau memecahkan atau mempermudah segala sesuatu yang sulit-sulit/rumit-rumit.

Para Auliya Allah dan para ulama yang mengetahui kehebatan Shalawat Taisir ini mengatakan banyak sekali manfaatnya diantaranya :

* Untuk kelancaran rizqi,
* Untuk mempermudah melamar pekerjaan,
* Untuk pedagang / sales agar banyak relasinya,
* Untuk pejabat agar disegani dan dihormati,
* Untuk bawahan agar di sayangi,
* Untuk para guru agar siswa/santri banyak dan menurut,
* Untuk para murid agar dimudahkan dalam mendapatkan ilmu,
* Dicintai dan disenangi masyarakat,
* Dll.

Tata cara pengamalan :

Bacalah Shalawat Taisir ini dengan istiqomah (terus - menerus) sesudah sholat lima waktu sebanyak tujuh (7) kali.

Selain dibaca tujuh (7) kali sesudah sholat lima waktu, membaca lagi Shalawat Taisir tersebut diluar waktu shalat (boleh juga dibaca setelah sholat) sebanyak seratus sebelas (111) kali, membacanya boleh siang ataupun malam, yang penting dalam satu hari satu malam (24 jam) jumlah bacaannya mencapai seratus empatpuluhenam (146) kali.

Sebelum mengamalkan shalawat ini kalau dapat untuk  tawasul/kirim Al Fatihah terlebih dahulu kepada Nabi Muhammad saww., para keluarga dan sahabatnya, Syaikh Abdul Qodir Al Jaelani, KH. Tatang Shihabuddin (Ponpes Rawa Merta Kerawang), Ustadz Ahmad Dasuki bin Dahlan (Parung Kored Tangerang), Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar bin Ahmad Al ‘Aydrus (pemberi ijazah), dan para muslim dan muslimat, dan mu’min dan mu’minat.

Ini Shalawat Taisirnya :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَىَg آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً تَفْتَحُ لِي بِهَا بَابَ الرِّضَا وَالتَّيْسِيْرِ، وَتَغْلِقُ بِهَاعَنِّى بَابَ الشَّرِّ وَالتَّعْسِيْرِ، وَتَكُوْنُ لِى بِهَا وَلِيًّا وَ نَصِيْرًا، يَانِعْمَ الْمَوْلَى وَيَانِعْمَ النَّصِيْرُ، وَعَطِفْ قُلُوْبَ الْعَالَمِيْنَ بِاَسْرِهِمْ عَلَيَّ وَالْبِسْنِيْ قَبُوْلاً بِشَلْمَهَتْ

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim(i).
Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadin, sholaatan taftahu lii bihaa baabar ridhoo wat taisiir(i), wa taghliqu bihaa annii baabasy syarri wat ta’siir(i), wa takuunu lii bihaa waliyyan wa nashiiron, yaa ni’mal maulaa wa yaa ni’man nashiir, wa ‘athif quluubal ‘aalamiina bi-asrihim ‘alayya wal bisnii qobuulan bisyalmahat.

Artinya : Ya Allah, berikanlah shalawat kepada junjungan kita sayyidina Muhammad saww. dan untuk keluarga sayyidina Muhammad saww., yang dengan shalawat itu Engkau membukakan kepada saya dengannya pintu keridho’an dan kemudahan, dan Engkau tutup dengannya untuk saya pintu kejelekan dan kesukaran/kesusahan, dan Engkau jadikan/mengadakan kepada saya dengannya pelindungan dan pertolongan, Yang (Dia Allah) sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong, dan lembutkanlah seluruh hati manusia kepada kami dan serta kabulkanlah permohonanku.

Alfaqir (Habib Muhammad Shulfi  bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan shalawat Taisir tersebut diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, shalawat Taisir tersebut alfaqir dapatkan ijazahnya dari Ustadz Ahmad Dasuki bin Dahlan (Parung Kored Tangerang), beliau mendapatkan dari guru beliau KH. Tatang Shihabuddin (Ponpes Rawa Merta Kerawang).

Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar bin Ahmad Al ‘Aydrus.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Group Majelis Nuurus-Sa'aadah : http://www.facebook.com/groups/160814570679672/

http://shulfialaydrus.wordpress.com/

http://shulfialaydrus.blogspot.com/

QASIDAH YANG PALING DISUKAI SULTHANUL-QULUBAL-HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL-MUSAWA



Teks Qasidah Nasim Habbat ‘Alaina ini :===============================

ﻧﺴﻴﻢ ﻫﺒﺖ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺣﻤﯽ
 ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﯽ
Nasîm habbat ‘alainâ min himâl Mushthofâ
Telah berhembus angin sejuk dari pangkuan RasulullahShallallahu 'alailhi wa sallam kearah kami,

ﻧﺴﻴﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻬﻨﺎﺀ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻭﺍﻟﺸﻔﺎﺀ
Nasîm fîhâl hanâ’ fîhâd-dawâ’ wasy-syifâ’
angin sejuk pada nya terdapat obat dan kesembuhan.

ﺑﺸﻤﻬﺎ ﻳﺼﻠﺢ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻟﻨﺎ ﻭﺍﻟﺨﻔﺎﺀ
Bisyamihâ yushlihidh-dhôhir lanâ wal khofâ’
Dengan menghirup nya segala yang zahir dan yangtersembunyi menjadi baik,

ﻳﺎﺑﺨﺖ ﻣﻦ ﻟﻠﻨﺒﻲ ﻓﯽ ﮐﻞ ﺣﺎﻝ ﺇﻗﺘﻔﺎﺀ
Yâ bakhkhot man linnabiy fî kulli hâl iqtafâ
sungguh beruntung orang-orang yang selalu mengikutiNabi saw disetiap keadaan nya

…ﻋﻠﯽ ﻗﺪﻡ ﺻﺪﻕ ﻣﻊ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻬﻤﻢ ﻭﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
‘Alâ qodam shidqin ma’a ahlil himamu wal wafâ’
Di atas pijakan kaki kesetiaan bersama pemilikkesetiaan

ﻫﻢ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺍﻷﮔﺎﺑﺮ ﻫﻢ ﻫﻢ ﺍﻟﺸﺮﻓﺎﺀ
Humur-rijâlil akâbir hum humusy-syurofâ
mereka adalah orang-orang besar, mereka adalahorang-orang mulia.

ﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻷﺳﺮﺍﺭﻫﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﻘﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﻔﺎﺀ
Hum ahlil asrôro hum ahlin-naqô’ wash-shofâ’
Mereka adalah pemilik rahasia Illahi mereka adalahpemilik kesucian dan ketulusan

ﻳﺎﺣﺎﺩﻱ ﺇﺷﺠﻊ ﻓﺤﺎﻟﻲ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﻗﺪ ﺻﻔﺎﺀ
Yâ hâdiy isyja’ fahâliy binnabiy qod shofâ
Wahai yang melantunkan nada, lantunkanlah syair-syairmu dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, keadaanku sungguhtelah menjadi bersih.

ﺇﺫﺍ ﺑﺪﺕ ﻋﻴﻦ ﺟﻮﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﺎ ﻋﻔﯽ
Idzâ badat ‘aini jûdillâhi ‘annâ ‘afâ
Apabila telah nampak pandangan Kemurahan ALLAH,niscaya Ia akan memaafkan kesalahan kita,

ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺴﺒﯽ ﻭﻧﻌﻢ ﺍﻟﺤﺴﺐ ﺣﺴﺒﻲ ﮔﻔﯽ
Allâhu hasbî wa ni’mal hasbî hasbî kafâ
cukuplah ALLAH bagiku dan sebaik-baik Dzat yangmencukupi adalah Dzat yang telah mencukupiku.

ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻤﻮﺍﻫﺐ ﻭﻣﻨﻪ ﺍﻟﻌﺎﻓﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﻔﺎﺀ
Minhul mawâhib wa minhul ‘âfiyah wasy-syifâ’
Segala pemberian dan segala kesihatan sertakesembuhan berasal dari-NYA,

ﻳﺎ ﻭﺍﺳﻊ ﺍﻟﺠﻮﺩ ﺭﺑﻲ ﺧﻴﺮ ﻋﺎﻓﻲ ﻋﻔﯽ
Yâ wâsi’al jûdi robbî khoiri ‘âfî ‘afâ
wahai Dzat Yang Maha Luas Kemurahan-NYA, wahaiTuhanku sebaik-baik Dzat yang telah Memberikan`Afiah…

ﺃﻣﻨﻦ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺮﻓﻘﺔ ﻋﺒﺪﻙ ﺍﻟﻤﺼﻄﻔﯽ
Umnun ‘alainâ bi rifqota ‘abdikal Mushthofâ
Berikanlah kepada kami kebersamaan bersama hamba-MUyang terpilih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

ﺃﺳﻠﻚ ﺑﻨﺎ ﻧﻬﺞ ﻣﻦ ﻟﻬﺪﻳﻪ ﺇﻗﺘﻔﯽ
Usluk binâ nahji man lihadyihi iqtafâ
tuntunlah kami kepada ajaran orang-orang yang telahmengikuti hidayah Nabi-MU.

ﻧﺜﺒﺖ ﺑﺪﻭﺍﻥ ﻭﺭﺙ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻟﺨﻠﻔﺎﺀ
Nutsbat bidiwâni wurotsin-nabiylkhulafâ
Kami dapat di tetapkan dalam dewan para pewarisRasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para pengganti-pengganti beliau

ﺑﺠﺎﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﺣﺒﻴﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﮔﻨﺰ ﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
Bijâhi Ahmad habîbillâhi kanzil wafâ’
dengan pangkat kebesaran Ahmad Kekasih ALLAH gudangsegala kesucian…

ﻋﻠﻴﻪ ﺻﻠﯽ ﺇﻟﻬﻲ ﻣﺎ ﺍﻟﺤﻴﺎ ﻭﮔﻔﺎﺀ
‘Alaihi shollâ ilâhî mâl hayâ wa kafâ’
Shalawat Tuhanku keatas nya selama kehidupan berada

ﻭﺍﻵﻝ ﻭﺍﻟﺼﺤﺐ ﻣﺎﺑﺮﻕ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺭﻓﺮﻓﺎ
Wal ãli wash-shohbi mâ barqis-samâ’ rofrofân
dan kepada keluarga serta para sahabat, selama langitbersinar dengan kilat nya dan bergemuruh dengan suaranya…”

Jumat, 11 Desember 2015

Hikayat Kota Demak

ASAL-USUL KOTA DEMAK

Raden fatah mempersunting Dewi Murtasimah ( Putri Sunan Ampel )  dan setelah lama mengabdi pada Raden Rahmat setelah itu Raden Rahmat berpesan pada Raden Fatah

Nak, berangkatlah engkau ke arah barat sana , sesampainya engkau dihutan bambu Bintoro , carilah bambu yang harum baunya , jika kau sudah menemukannya maka ambillah kemudian buatlah rumah dari bambu tersebut untuk kau huni..

Raden Fatah menjawab.. injih sendiko dawuh

Lalu Raden Fatah berpamitan untuk berangkat ke Bintoro bersama istrinya dan berjalan terus sampai hutan bambu Bintoro.. lalu mencari bambu yang harum baunya , satu persatu bambu di pegang ( di demak-demek ) sampai akhirnya menemukan apa yang dicari

Dari sinilah kawasan tersebut diberi nama DEMAK yg asalnya diambil dari kata demak-demek ( menyentuh )

WALLOHU A'LAM

واما مرتسمة فتزوجها رادين فتاح ، و بعد ما طالت خدمته للسيد رحمة و اقامته عنده قال السيد رحمة ، يا بنى اذهب هاهنا و اشار الى نحو المغرب فإذا وصلت الى غابة من القصب يقال لها بنطارا فاطلب فيها قصبا طيب الرائحة فإذا وجدته فهناك اتخذ دارا و اقم هناك
فقال رادين فتاح سمعا وطاعة ،
فودع السيد رحمة وخرج قاصدا الى بنطارا ومعه زوجته ولم يزل سائرا حتى وصل الى غابة بنطارا وطلب فيها قصبا طيب الرائحة فلم يزل يأخذ واحدا بعد اخرى حتى وجده ، ولذا يسمى ذلك البلد بدماء مأخوذا من كلمة ( دماء دميك )

و الله اعلم

Sumber :

احلى المسامرة فى حكاية الاولياء العشرة ص 41

Kamis, 03 Desember 2015

Jangan Tonton video Porno

Al Habib Munzir Bin fuad Al Musawa pernah mengatakan :

Dahulu, dizaman habib atthos habsyi ada seorang pemuda yang hoby'a selalu menonton porno atau hal2 yang berbau sex. Orang tersebut selalu menonton porno setiap minggu dikamar bersama teman-temannya. Kebetulan,  kedua orangtuanya telah meninggal dunia dan ayah beliau adalah salah satu murid dari habib atthos habsyi.

Suatu ketika pemuda ini bermimpi, dalam mimpi tersebut ia berziarah ke makam ayahnya. Namun Sebelum sampai ke pemakaman ayahnya,  ia mencium bau yg sangat busuk. Bau tersebut berasal dari pemakaman ayahnya, ketika ia mendekat maka ayahnya datang dan berkata,
 "Dasar kau anak durhaka, setiap minggu kau menonton porno bersama teman2mu.  Sehingga setiap minggu malaikat membangunkanku dan menyiksa diriku sampai kau selesai menonton film tersebut".
Pemuda tersebut ketakutan, hingga ia terbangun dari tidurnya dan menangis keluh dikarnakan mimpinya itu.

Keesokan harinya,  pemuda ini dtg menemui habib atthos habsyi (guru dari ayahnya sewaktu hidup) utk menceritakan tentang apa yg ia alami dalam mimpi. Maka habib atthos habsyi mengatakan :

"Taubatlah engkau,  dan ceritakan hal ini kpd teman2mu yg kau ajak utk menonton porno.  Lalu stelah itu, kau ajak teman2mu utk membaca maulid nabi SAW ditempat kau menonton porno".

Singkat cerita,  pemuda ini bertaubat & mengajak teman2a utk membaca maulid nabi SAW ditempat dahulu ia pernah menonton porno. Sampai suatu ketika, ia kembali memimpikan ayahnya. Namun dalam mimpinya kali ini,  ia melihat hal yg berbeda. Ia mencium wangi2an misik kasturi pd diri ayahnya yg dahulu berbau busuk. Ia lihat ayahnya mengenakan jubah & mahkota indah dikepalanya. Lalu sang ayah mengatakan dalam mimpinya :

"Ketahuilah nak,  ketika kau membacakan maulid Nabi SAW di setiap minggunya. Maka aku dibangukan dalam istirahatku, yang aku kira aku akan disiksa,  namun trnyata tidak, malaikat mengantarkanku kpd rasulullah SAW. Rasulullah dtg memberikanku jubah & mahkota ini, hal ini terjadi setiap kali kau bacakan Maulid Nabi SAW bersama dgn teman2mu. Selama kau membacakan maulid,  selama itu pula Rasulullah menemaniku dialam barzah ..."

(sumber: Majelis Rasulullah)

Rabu, 02 Desember 2015

Rasulullah enggan menghadiri Maulid yang ada rokok di dalam nya

Rasulullah Enggan Menghadiri Maulid yang didalamnya ada Rokok.

"Habib Ahmad bin Hasan Al-Attos Bercerita : "Aku Bermimpi Rasulullah Saw keluar dari salah satu rumah kota sewun,
lalu aku bertanya kepada beliau,beliau pun menjawab "Aku datang untuk menghadiri maulid dirumah ini,akan tetapi aku melihat didalam rumah ini ada Rokok, aku pun keluar
<Tadzkirun-Nas 270>

"Dari Habib Abdullah bin Ahmad Bil-Faqih bahwasanya beliau bercerita : pada suatu malam aku melihat Nabi Saw ,Saat itu istriku sedang hamil,lalu Nabi Saw berkata :"Kamu akan memiliki anak lelaki berilah dia nama Muhammad" Lalu aku bertanya" Wahai Rasulullah apa yang membuat anda datang kesini? Nabi Saw menjawab :"Sesungguhnya orang - orang sedang membaca maulid dan aku datang untuk menghadiri maulid tersebut, Tatkala aku sudah dekat dengan rumah yang dibacakan maulid tersebut, aku dapatkan seorang lelaki dipintu rumah itu sedang menghisap Rokok,aku pun kembali dan tidak memasuki rumah itu, Rokok itulah yang menghalangiku'<Kalamul -Habib Idrus Alhabsyi :77>

Sumber : (Al-Fawaid Al -Mukhtarah) Nasehat - Nasehat Pilihan Habib Zein bin Ibrohim bin Smith (Madinah)

Penulis : Habib Ali bin Hasan Baharun (Bangil -Pasuruan)

Penerbit : Pondok Pesantren Darul Lughah Wad Da’wah

Selasa, 01 Desember 2015

PILIH ISTRI ATAU IBU



TANYA :
Assalamu'alaikum wr.wb,
Mohon masukannya, saya sedang bimbang dengan masalah rumah tangga saya. Saya mempunyai istri yang sudah yatim piatu tetapi mempunyai sifat yang menurut saya tidak baik karena setiap ada masalah tidak bisa di bicarakan dengan baik ( selalu dengan emosi).
Kebimbangan saya mulai sejak ibu saya tinggal sendiri dirumahnya. dan saya berniat untuk merawat ibu dengan maksud mengajaknya tinggal bersama kami. Tapi istri saya belum siap jika ibu saya bergabung dalam kluarga dengan alasan takut tidak bisa menyatu dengan mertua,saya tau memang istri saya tidak terlalu suka dengan ibu saya, itu yang membuat saya bimbang. Jika memang harus memilih, saya pilih untuk mengurus ibu saya yang sudah tua karena dia yang melahirkan dan mengurus saya sampai dewasa,memang benar pepatah mengatakan:"Seorang ibu bisa merawat 10 anak sampai dewasa,akan tetapi 10 anak belum tentu bisa merawat seorang ibu sampai akhir hayatnya..."
Sebelumnya saya ucapkan pada Alhabib Quraisy Baharun atas bimbingannya.

JAWAB:
Wa'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.
Sungguh dua pilihan itu bukanlah pilihan yang mudah (semoga Allah Ta'ala memberi jalan terbaiknya). dan bukanlah pilihan yang baik jika harus memilih salah satu dari keduanya.
Salah seorang manusia yang telah melahirkan dan membesarkan kita (Ibu :red) dan satu lagi seseorang yang menemani kita dalam mengarungi bahtera rumah tangga (Istri:red).
Kejadian serupa sering kali menimpa orang-orang di sekitar kita, ada yang ibu tidak baik dengan menantu, atau sebaliknya menantu benci pada ibu mertua. Melihatnya sangatlah miris di zaman seperti ini, masih ada orang-orang seperti itu.

Allah Ta'ala sudah memuliakan kaum perempuan dengan wajibnya anak lelaki taat patuh pada ibunya. Sorga anak lelaki pada ibunya dan sorganya istri pada suaminya.
hingga disebutkan:
"sorga itu dibawah telapak kaki ibu".

Simaklah dalam sebuah riwayat Sayyidatina 'Aisyah: “ Aku pernah bertanya kepada Baginda, “siapakah orang yang paling berhak atas seorang istri?” baginda menjawab: “orang yang paling berhak kepada istri ialah suaminya.” kemudian aku bertanya lagi, “dan siapakah orang yang paling berhak atas seorang suami?” baginda menjawab: “orang yang paling berhak atas seorang suami ialah ibu kandungnya.” (HR.Bazar dan al-Hakim).

Mungkin kita pernah mendengar sahabat Nabi,saw yang bernama AlQamah, saat mau wafat beliau susah menyebut kalimat tauhid   La ilaha illallah, padahal beliau adalah sahabat nabi yang rajin mengerjakan shalat, banyak puasa dan senang bersedekah.”
Diceritakan, Lalu Rasulullah bertanya lagi, “Lalu apa perasaanmu padanya?”
Dia menjawab, “Saya marah kepadanya Wahai Rasulullah.”

Rasulullah bertanya lagi, “Kenapa?”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan saya.

Di akhir cerita, setelah mendapatkan ridho ibu nya,
”Maka, Bilal pun berangkat, ternyata dia mendengar Alqamah dari dalam rumah mengucapkan La Ilaha Illallah. Maka, Bilal pun masuk dan berkata, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kemarahan ibu Alqamah telah menghalangi lisannya sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat, dan ridhanya telah menjadikanya mampu mengucapkan syahadat.”

Kemudian, Alqamah pun meninggal dunia saat itu juga.

Hidup ini memang tidak mudah dan sederhana, dan dunia ini memang kampung ujian. Jika kita menyadari hal ini kita akan sabar menghadapi segala konflik
of interest. Oleh karena itu anda amat perlu untuk selalu bersambung ke Allah dan akhlak mulia Rasulillah, agar segala pilihan anda menjadi keberkahan pahala dan dipenuhi kebaikan dan manfaat.
***
 Saran saya, marilah kita ber-interospeksi, apakah semua elemen keluarga sudah berusaha sebaik-baiknya untuk bertakwa kepada Allah, dan apakah masing-masing dari elemen keluarga itu sudah mengetahui apa yang menjadi kewajiban mereka…? Jika ini sedang dilaksanakan, maka bersabarlah, karena segala sesuatu berproses, dan ketika kita bersabar dalam proses itu, Insya Allah hal ini merupakan kebaikan di sisi Allah, tetapi jika masih belum dilaksanakan, mulailah untuk bersegera memperbaiki keadaan ini dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menambah pemahaman setiap elemen keluarga (baik orang tua dan anak) pada aturan islam.
Untuk suami, nasehatilah istri dengan bijak dan penuh kasih, Insya Allah akan ada jalan keluar-Nya.

Terakhir, untuk para isteri! Jangan pernah bersikap egois terhadap suami. artinya jangan mentang-mentang jadi pemilik sah sang suami, lantas membujuk suami dengan bujukan-bujukan setan untuk tidak lebih mengutamakan orang tuanya ketimbang dirinya namun sebaliknya, jadilah jembatan yang kokoh sebagai landasan penghubung antara suami dan orang tuanya sehingga benar-benar tercipta sebuah keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah warahmah dan diridho’i Allah SWT.

Akhirul kalam..
Kami mendoakan semoga Allah membukakan hati-hati kita yang tertutup dan memberi kan hidayah dan taufiq-Nya.
 والله اعلم

====================
NOTES :
Dan Saudara-saudariku yang selalu men-share/bagikan,like, komentar dan menandai teman-teman di facebook, semoga termasuk didalam fadhilah hadits ini,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR.Muslim)

Sayyid Alawi almaliki dan Muridnya(Jin)

Sayyid Alawi bin Sayyid Abbas al-Maliki dan Muridnya ( Jin )

Diceritakan bahwasannya yang menjadi murid dari Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki adalah tidak berbangsa dari manusia saja,akan tetapi juga ada yang berbangsa dari Jin,dengan menampakkan wujud seperti kucing, manusia dan ada juga yang berwujud ular.

Walhasil, suatu hari Sayyid Alawi terlambat membuka majlisnya yang rutin diadakan ba’da maghrib dikediaman beliau.
Disaat menunggu kedatangan sang guru, para murid sibuk memuthola'ah kitabnya masing-masing, disaat itulah ada salah satu santri yang merasa haus dan mengambil air dalam kendi, yang letaknya berada di loteng , yang memang air tersebut sudah disediakan bagi santri yang merasa kehausan.
Namun ketika sang santri tersebut mengangkat kendi tersebut, ternyata dibawah kendi tersebut ada seekor ular, sehingga santri tersebut kaget bercampur gugup dan takut, sehingga kendi tersebut dipukulkan ke seekor ular tersebut hingga ular tersebut mati, sehingga santri yang lainpun kaget dibuatnya.
Khawatir akan ketahuan oleh sang guru ( Sayyid Alawi ) maka sang santri tersebut membersihkan tempat yang telah dipenuhi oleh pecahan kendi tersebut dan merapikan kembali, sang santri tersebut juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada sang guru .
Setelah itu maka datanglah Sayyid Alawi untuk mengajar para santrinya hingga selesai dan seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu ditempat majlis tersebut, hingga akhirnya Sayyid Alawi menutup majlisnya.
Namun ketika beliau beristirahat ditengah malam , beliau bermimpi didatangi oleh seorang kakek tua yang memakai pakaian serba putih, dan tubuhnyapun juga putih. Didalam mimpi tersebut kakek tersebut menegur Sayyid Alawi dan memintanya untuk bertanggung jawab atas insiden sebelum taklimnya tadi.awalnya Sayid Alawi tidak mengerti dengan apa yang diinginkan oleh kakek tersebut. Setelah kakek tersebut menceritakan panjang lebar maka fahamlah sayyid Alawi apa yang telah terjadi sebelum taklim tersebut.

Dikisahkan Bahwasannya jin yang berbentuk ular tersebut sudah bertahun-tahun mengikuti majlis ta’limnya Sayyid Alawi hingga beserta keturunannya yang diperkirakan sekitar 40 jin jumlahnya,dengan berbagai bentuk rupa.

Ketika sang jin meminta pertanggung jawaban kepada muridnya, maka Sayyid Alawipun tidak kekurangan akal ,beliaupun tetap membela santrinya,dengan berkata kepada kakek tersebut, " Murid saya itu tidak bersalah,kenapa anakmu berwujud binatang?". Sikakek balik bertanya, " tapi anda pernah mengajarkan untuk tidak membunuh binatang sebelum membaca bacaan tertentu,sedangkan murid anda tidak melakukannya.
Kemudian Sayyid Alawi berkata : " betul,tetapi anda dan anak anda khan sudah mengerti hal itu, Lalu kenapa masih berwujud binatang buas,dan tidak berwujud yang lain saja? Mungkin saja murid saya tidak tahu tentang bacaan yang kamu maksudkan itu,atau bisa jadi dia merasa ketakutan dan tidak sempat membacanya,jadi kesalahan tetap terjadi dipihak anda,dan bukan pada murid saya ".

Namun jin tetaplah jin yang tetap ngotot mempertahankan posisinya sendiri,dengan masih bertekad membalas dendam kepada santri tersebut,akan tetapi balasannya tidak seberat yang diinginkan jin tersebut seperti awalnya.setelah melakukan negoisasi dengan Sayyid Alawi,maka jin tersebut memilih untuk balas dendam dengan merasuki tubuh simurid setiap seminggu sekali,sehingga santri tersebut mengalami kejang-kejang pada setiap minggunya,dan hal itu terjadi hingga akhir hayatnya.

Ada hikmah dibalik cerita tersebut,bahwasannya kita harus tetap waspada terhadap binatang-binatang disekitar kita.jika ada binatang buas maka kita tidak boleh  membunuhnya secara langsung sebelum kita membaca doa yang telah diajarkan oleh Rosululloh Shollallohu alaihi wa aalihi wa Shohbihi wasallam,serta para Ulama' ajarkan.adapun diantara doanya ialah :

بالعهدالذى اخدت علي سليمان ان كنت من الجن فاخرج من هذ المكان والا اقتلك

" Atas sumpah yang kau berikan kepada Nabi Sulaiman,jika kamu dari golongan jin ,maka keluarlah dari tempat ini,jika tidak,aku akan membunuhmu "

Dan jika saja binatang itu belum pergi juga,maka kita diperbolehkan untuk bertindak,sebab dia bukan teasuk dari golongan Jin,melainkan binatang buas yang hendak mengganggu.

Wallohu A'lam

Sumber kitab : Nihayatul 'Izzi wassyarof