Selasa, 15 Oktober 2013

WANITA SHOLEHAH DAN MANDOLIN



Pada suatu masa, di Madinah, hidup seorang wanita cantik sholihah lagi bertaqwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya , ia senantisa bangkit dari tidurnya untuk sholat malam dan bermunajat kepada Allah, tidak peduli waktu itu musim panas atau musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat ia khusyu’ berdoa merendahkan diri kepada Sang pemcipta, dan kepasrahan akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.
Ia juga amat rajin puasa meski sedang berpergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.
Suatu hari datanglah seorang pria untuk meminangnya, konon ia termasuk pria yang taat ibadah.
Setelah sholat istikhoroh, akhirnya wanita itu menerima pinangan tersebut.
Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hinga adzan shubuh, namun wanita tersebut meminta selesai akad nikah jam dua belas malam tepat ia harus berada dirumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui hal itu, semua orang melihatnya dengan rasa ta’jub.
Pihak keluarga pengantin pria berusaha membujuk wanita itu supaya mengurungkan niatnya, namun wanita tersebut masih tetap dengan pendiriannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walaupun dengan berat hati pihak keluarga pria menyetujui permintaan tersebut.
Waktu terus berlalu, tibalah saatnya yang dinatikan oleh kedua mempelai, saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang ingin memulai hidup baru
Pengantin wanita terlihat begitu cantik dan anggun. Saat suami menemuinya, terpancarlah cahaya dan sinar wudlu dari wajahnya.lebih cantik dari rembulan. Sungguh beruntung pria yang mendapatkannya seorang wanita demikian suci, beriman dan sholihah.
Jam mulai mendekati angka dua belas malam sesuai perjanjian saat suami akan membawa istri kerumahnya, sang sumi memegang tangan istri sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutamama harapan istri untuk menjalani kehidupan yang penuh keikhlasan dan ketaqwaan kepada Allah.
Setibanya disana, sang istri meminta izin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangun mimpi-mimpinya. Dikamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat ia dan suaminya melaksanakan sholat dan ibadah-ibadah lain secara bersama.pandangan menyisir keseluruh ruangan, ia tersenyum………………..
Namun senyumnya seketika memudar, bola matanya yang bening memandang sebatang mandolin yang tergeletak disudut kamar. Wanita itu hampir tidak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah,,,,itu khan sebuah alat music, yang berdasarkan pengalman sering membuat pecandu music melupakan segalanya….
Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau, bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang saat ini telah menjadi suaminya. Segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka, hampir saja air matanya tumpah.
Ia berulang kali mengucapkan istighfar,” Alhamdulillah ‘alaa kulli haal “.
Ya, bagaimanapun yang dihadapi, Alhamdulillah, hanya Allah yang maha mengetahui segala hal keghaiban. Bagaimanapun Allah telah member seorang suami.
Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta stumpuk rasa kekhawatiran menyelubung, “ Ya Allah , aku harus kuat dan sabar, sikap baik terhadap suami adalah jalan hidupku…..” kata wanita itu dilubuk hatinya.
Wanita itu berharap Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.
Mereka mulai terlibat perbincangan walaupun masih diliputi rasa engan dan malu bercampur bahagia, waktu terus berlalu hingga malam hampir habis, sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan istrinya. Ia bergumam dalam hati, “ saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya makin berkilau, tak pernah kubanyangkan ada wanita cantik didunia ini.”
Saat sepertiga malam Allah mengirimkan rasa kantuk pada suaminya, ia tak mampu lagi bertahan, akhirnya iapun tertidur lelap.
Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, serta mengecup keningnya dengan lembut.
Setelah itu ia terdorong rasa rindu akan mushollanya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.
Sang suami bertutur “ entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin terjaga. Belum pernah aku tidur pulas seperti ini, sampai aku mendapati istriku tidak ada lagi disampingku.”
Aku bangkit dengan mata yang masih mengantuk untuk mencari istriku, mungkin ia malu sehingga memilih dikamar lain.
Aku mencoba membuka kamar yang lain. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalanmn perlahan kwatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar ditengah kegelapan malam, keindahan yang ajaib yang mengetarkan jiwaku. Bukan keindaan fisik, karena ia tengah berada diperaduan ibadahnya. Ya Allah sungguh ia tidak meninggalkan sholat malamnya. Termasuk ditengah malam pengantinnya, kupertajam penglihatanku , ia sedang bermunajat menghadap Rabb-nya dengan kedua tangan terangkat., sungguh pemandangan terindah yg belum pernah aku saksikan, sungguh aku kini betul-betul sanggat mencintainya.
Seusai shalat wanita tersebut memandangi suaminya, tangannya yg lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya, Masyaa Allah, subhaanallaah, sungguh luar biasa wanita, kecintaannya pada suami tak menghilangkan pada kekasih pertama, yakni ibadah.
Bulan-bulan berikutnya wanita it uterus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang memainkan alat music.
Pada suatu malam , sang suami mendengar bacaan Alquran yang demikian syahdu menggugah hati , ia membuka pintu dengan perlahan dan dengan hati-hati ia memasuki kamar sebelah, gelap dan sunyi, ia pertajam pengglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa, ia mendekatinya dengan lembut, angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri, Ya Allah , hati pria begitu tersentuh . apalagi saat mendengar sang istri berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.
Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama itu ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Ia sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dan jiwa gemerlap ditaman kenikmatan, dihadapan Rabb-nya.
Lelaki itu menangis , sesaat kemudian adzan shubuh terdengar, ia memohon ampun atas dosa-dosanya selama itu. Lantas ia menunaikan sholat shubuh dengan khusu’nya yang belum pernah ia rasakan selama ini.
Inilah dari buah doa wanita sholehah yang selalu memohon kebaikan bagi suaminya sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertaubatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasehat yang tersampaikan oleh lisannya. Lelaki itu telah menjadi da’i besar dikota madinah.
Memang benar, wanita sholehah adalah harta karun yang paling berharga bagi pria yang bertaqwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar