tPercakapan
Simbah dan cucu...
Cucu = ... " Mbah, saya itu klo ada Pak Ustadz /
Kyai / sesepuh ceramah kok sulit untuk mengerti /
memahami. Apa memang saya itu yang bodho ya
mbah? "
Simbah = "Bisa saja kamu memang kurang
mampu, tapi bisa juga Ustadz / Kyai / sesepuhya
yang terlalu tinggi bahasanya. Sekalipun materi
yang disampaikan itu mudah, tapi klo
penyampaianya menggunakan bahasa yang tinggi
atau sering disebut bhs LANGITAN / KIASAN /
SANEPAN ya muridnya malah bingung"
Cucu = "Terus sebaiknya bagaimana mbah?"
Simbah = " Makanya menjadi Ustadz / Kyai /
sesepuh itu tidak mudah cu..., harus bisa
membuat mudah pelajaran yang sulit salah
satunya menyampaikan dengan bahasa yang
mudah dimengerti serta dipahami, harus bisa
mempunyai rasa menyatu dengan muridnya,
sehingga bisa memahami kemampuan masing2
muridnya. Dan apa yang pernah disampaikan
kepada Murid2nya itu nantinya ada pertanggung
jawabanya."
Cucu = " Begitu ya mbah... berarti menjadi
Ustadz / Kyai / sesepuh itu susah ya mbah, tidak
cuma bisa membaca dan mengerti Kitab saja,
akan tetapi harus bisa membaca situasi serta
kondisi dan paham bagaimana praktek /
pengamalan dalam kehidupan sehari2 sesuai dg
kitab yg ia pelajari. Harus bisa menjelaskan
bahasa pelajaran yang sulit menjadi mudah
dimengerti muridnya. Klo perlu harus bisa
dipahami orang awam juga, syukur2 apa yang
Ustadz / Kyai / sesepuh sampaikan itu sudah
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi klo
memang sulit kok anehnya banyak yang ingin dan
senang bahkan bangga menjadi Ustadz / Kyai /
sesepuh ya mbah?"
Simbah = "Ya begitulah jaman sekarang cu...
bahkan banyak juga dari mereka yang sudah
menyandang sebutan Gus / Kyai / Sesepuh malah
menjadikan mereka sombong serta merendahkan
orang lain, mereka merasa lebih dekat dengan
ALLAH SWT drpd orang lain, sehingga berakibat
mereka sering berperilaku seenaknya sendiri tanpa
memperdulikan orang lain, mereka tidak sadar klo
sudah terserang penyakit hati & pikiran yang dapat
menjebak serta menjerumuskan diri mereka
sendiri. Yang paling penting, kita jangan hanya
melihat kepada siapa kita belajar / berguru, akan
tetapi kita ambil ilmunya yg baik / positif,
sedangkan yang negatif / kurang baik kita buang
jauh2."
Cucu = "Iya mbah.... hmmmm....."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar