Laman
- Beranda
- al ilmu
- al kisah
- Allah dan Jalan menuju Allah
- Cahaya
- Do'a Doa
- Futuhat Al Makiyyah
- Hadits Qudsy
- Kalam Kalam Hikmah
- Kata Hati
- Kebenaran Hakiki
- Kitab Tauhid
- Mahkota Aulia Illaita'ala
- Mutiara Kalam Habaib
- My notes
- Qitab Sirr Al Asrar
- Shalawat
- Syaikh Abdul Qadir Al Jailani
- Syar'i
- Syarh Al Hikam
- Taddabur Ayat Ayat
- Tokoh dan Biografi
Selasa, 15 Oktober 2013
rukyah
Memutus Siklus Penyakit Turunan
Alhamdulillah, malam ini saya menemui satu
peristiwa menakjubkan lagi mengetahui pasien
penderita "Gula (indikasi: diabetes, kencing
manis, emosional akut, telapak kaki serasa
tebal, tidak bisa shalat berdiri)" yang katanya
turun-temurun dan sudah menderita 15tahun
terakhir ini, malam ini saya cek (setelah ruqyah
pagi kemarin) rasa sakit hanya ada di ujung-
ujung jari kaki. Besok insyaAllah tuntas..
Ini menambah keyakinan saya bahwa penyakit
keturunan yang berupa gula, kolesterol, asam
urat atau jenis lain adalah bisa saja disebabkan
penyakit non medis murni yang sembuh dengan
menyentuh sisi ruhaninya. Ketika diruqyah
kemarin (dibacakan ayat-ayat ruqyah dlm al
baqarah), si ibu hanya pingsan. Dan seluruh
sakitnya yang bertahun-tahun itu, sirna..
Ruqyah for Diabetes
AlQur'an ini memang dahsyat, saya berkunjung
ke palembang itu untuk menebas sihir
"kristenisasi ghaib" yang berupaya
memurtadkan ahwat usia 26. Beliau seorang S2
dan sudah berhijab baik, berakidah lurus dan
berahlaq baik hanya saja ada beberapa hal yang
perlu diluruskan dirumah. Dalam sweeping
sebelum ruqyah, saya melucuti 2 buah jimat
(berupa rajah al Mulk yang dicampur ramgkaian
huruf arab tidak dikenal, juga jimat berupa
kertas bertuliskan asmaul husna dicampur atab
sungsang dan ukiran shalawat nariyyah.
Shalawat nariyyah, karena bentuk kalighrafi tidak
saya musnahkan, hanya titip pesan aja bahwa
shalawat ini ciptaan ulama dan tidak menjadi
pelindung jika disimpan. Begitupum dengan
kalighrafi surah yaasiin, ayat kursi dll yanh
berderet di ruangan mushola rumah itu.
Ruqyah hari pertama hanya dilakukan untuk jin
kristenisasi, ketika bertemu saya pundaknya
panas. Langsung saya tekan titik paling sakit
dipunggungnya demgam 3jari (totok toksin) dan
muntah seperti biasa, hanya saja jin belum
keluar.
Besoknya, tausiyyah rehab dan presentasi
ruqyah mulai dilancarkan di mushola kecil yang
sudah dibersihkan. Terungkap adik beliau
(23thn) menginap phobia kucing, alhamdulillah
diteraphy saat itu juga (islamic hypnoteraphy +
ruqyah) hingga terlelap dan bangun dengan
keadaan bugar dan setuju untuk jadi penyayang
kucing seperti Rasulullah saw.
Khusus untuk "ibu" saya beri waktu khusus
untuk menumpahkan unek-uneknya selama lebih
dari 1 jam 30 menit dan saya pura-pura
mendengarkan dengan seksama...
Setelah itu saya tanya ibu; "Ibu masih punya
harapan sama bapa?"
Saya bertanya demikian karena ibu terus
menguliti aib bapa yang menurut asumsinya
selingkuh namun hingga 2 tahun ini ia tidak
menemukan bukti. Malah fakta ditemukan dari
anak-anaknya bahwa sang ibu sering meledak-
ledak emosinya.
Ibu menjawab; "Saya mencintainya, tapi...."
katanya. Selanjutnya beribu penapian lain yang
tidak nyaman ditelinga seorang laki-laki.
Lalu saya lancarkan pertanyaan ke 2; "Ibu
berharap ga bahwa bapa adalah suami ibu di
syurga" ibu menggelengkan kepala dan saya
mulai menatapnya tajam.
"Ibu ingin digolongkan umat Muhammad atau
nabi lain. Ibu merasa sebagai orang kafir atau
orang beriman? Hidup ini penuh ujian bu, jika
dunia ini sudah adil lalu untuk apa peradilanNya
disana?
Ibu mulai nangis dan saya memanggil suaminya
yang sedari tadi disembunyikan.
Pertanyaan terakhir, "Jika ibu belum mampu
memaafkan, boleh atau tidak saya hancurkan
belenggu syaitan diqalbu ibu agar ibu mampu
memaafkan bapa?"
Ibu mengangguk, dan saya memohon izin untuk
menyentuh ubun2nya dgn tangan kanan dan
tangan kiri saya di pundak bagia bawah searah
dada. Al fatihah ke 1, 2, 3, 4... ibu jatuh
kebelakang. Alfatihah 5, 6 dan 7. Al baqarah
1-5, 102 (3kali), 163-164, 255, 256, 257 (7kali),
285-286...
Saya tepuk kedua lututnya sambil membaca
surah Al hasyr 21-24. Kemudian Ibu saya
sadarkan dan ia duduk seperti tidak ingat apa-
apa. Dia tersenyum, subhanallah..
Penyakitnya gula nya hilang.
Saya baca al falaq sambil mengusap kesearah
seluruh tubuhnya (yg mungkin/boleh di usap),
meniup dahinya dada dan telinganya. Terakhir
saya baca an Nas untuk merelease semua
penyakitnya.
...
Laporan seutuhnya saya tulis di buku RehabHati
Qur'ani. Klo di tulis di hape ga leluasa, mau
santai dulu di Amper
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar