Selasa, 15 Oktober 2013

rukyah

Memutus Siklus Penyakit Turunan Alhamdulillah, malam ini saya menemui satu peristiwa menakjubkan lagi mengetahui pasien penderita "Gula (indikasi: diabetes, kencing manis, emosional akut, telapak kaki serasa tebal, tidak bisa shalat berdiri)" yang katanya turun-temurun dan sudah menderita 15tahun terakhir ini, malam ini saya cek (setelah ruqyah pagi kemarin) rasa sakit hanya ada di ujung- ujung jari kaki. Besok insyaAllah tuntas.. Ini menambah keyakinan saya bahwa penyakit keturunan yang berupa gula, kolesterol, asam urat atau jenis lain adalah bisa saja disebabkan penyakit non medis murni yang sembuh dengan menyentuh sisi ruhaninya. Ketika diruqyah kemarin (dibacakan ayat-ayat ruqyah dlm al baqarah), si ibu hanya pingsan. Dan seluruh sakitnya yang bertahun-tahun itu, sirna.. Ruqyah for Diabetes AlQur'an ini memang dahsyat, saya berkunjung ke palembang itu untuk menebas sihir "kristenisasi ghaib" yang berupaya memurtadkan ahwat usia 26. Beliau seorang S2 dan sudah berhijab baik, berakidah lurus dan berahlaq baik hanya saja ada beberapa hal yang perlu diluruskan dirumah. Dalam sweeping sebelum ruqyah, saya melucuti 2 buah jimat (berupa rajah al Mulk yang dicampur ramgkaian huruf arab tidak dikenal, juga jimat berupa kertas bertuliskan asmaul husna dicampur atab sungsang dan ukiran shalawat nariyyah. Shalawat nariyyah, karena bentuk kalighrafi tidak saya musnahkan, hanya titip pesan aja bahwa shalawat ini ciptaan ulama dan tidak menjadi pelindung jika disimpan. Begitupum dengan kalighrafi surah yaasiin, ayat kursi dll yanh berderet di ruangan mushola rumah itu. Ruqyah hari pertama hanya dilakukan untuk jin kristenisasi, ketika bertemu saya pundaknya panas. Langsung saya tekan titik paling sakit dipunggungnya demgam 3jari (totok toksin) dan muntah seperti biasa, hanya saja jin belum keluar. Besoknya, tausiyyah rehab dan presentasi ruqyah mulai dilancarkan di mushola kecil yang sudah dibersihkan. Terungkap adik beliau (23thn) menginap phobia kucing, alhamdulillah diteraphy saat itu juga (islamic hypnoteraphy + ruqyah) hingga terlelap dan bangun dengan keadaan bugar dan setuju untuk jadi penyayang kucing seperti Rasulullah saw. Khusus untuk "ibu" saya beri waktu khusus untuk menumpahkan unek-uneknya selama lebih dari 1 jam 30 menit dan saya pura-pura mendengarkan dengan seksama... Setelah itu saya tanya ibu; "Ibu masih punya harapan sama bapa?" Saya bertanya demikian karena ibu terus menguliti aib bapa yang menurut asumsinya selingkuh namun hingga 2 tahun ini ia tidak menemukan bukti. Malah fakta ditemukan dari anak-anaknya bahwa sang ibu sering meledak- ledak emosinya. Ibu menjawab; "Saya mencintainya, tapi...." katanya. Selanjutnya beribu penapian lain yang tidak nyaman ditelinga seorang laki-laki. Lalu saya lancarkan pertanyaan ke 2; "Ibu berharap ga bahwa bapa adalah suami ibu di syurga" ibu menggelengkan kepala dan saya mulai menatapnya tajam. "Ibu ingin digolongkan umat Muhammad atau nabi lain. Ibu merasa sebagai orang kafir atau orang beriman? Hidup ini penuh ujian bu, jika dunia ini sudah adil lalu untuk apa peradilanNya disana? Ibu mulai nangis dan saya memanggil suaminya yang sedari tadi disembunyikan. Pertanyaan terakhir, "Jika ibu belum mampu memaafkan, boleh atau tidak saya hancurkan belenggu syaitan diqalbu ibu agar ibu mampu memaafkan bapa?" Ibu mengangguk, dan saya memohon izin untuk menyentuh ubun2nya dgn tangan kanan dan tangan kiri saya di pundak bagia bawah searah dada. Al fatihah ke 1, 2, 3, 4... ibu jatuh kebelakang. Alfatihah 5, 6 dan 7. Al baqarah 1-5, 102 (3kali), 163-164, 255, 256, 257 (7kali), 285-286... Saya tepuk kedua lututnya sambil membaca surah Al hasyr 21-24. Kemudian Ibu saya sadarkan dan ia duduk seperti tidak ingat apa- apa. Dia tersenyum, subhanallah.. Penyakitnya gula nya hilang. Saya baca al falaq sambil mengusap kesearah seluruh tubuhnya (yg mungkin/boleh di usap), meniup dahinya dada dan telinganya. Terakhir saya baca an Nas untuk merelease semua penyakitnya. ... Laporan seutuhnya saya tulis di buku RehabHati Qur'ani. Klo di tulis di hape ga leluasa, mau santai dulu di Amper

Tidak ada komentar:

Posting Komentar