Sabtu, 05 Oktober 2013

Jalan Istiqamah

Syeikh Ahmad ar-Rifa’y
Diriwayatkan oleh Ummu Habibah ra, ia berkata,
bahwa Rasulullah saw, bersabda:
"Tak seorang pun hamba yang muslim, sholat
Lillahi Ta’ala setiap hari dua belas rekaat, sholat
sunnah, bukan sholat fardlu, kecuali Allah
membangunkan rumah di dalam syurga.” (Hr.
Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’y).
Hadits ini memotifasi untuk menegakkan ibadah-
ibadah sunnah, karena ibadah sunnah salah satu
bentuk taqarrub kepada Allah Ta’ala, sekalgus
menjadi bekal kaum ‘arifun dalam menempuh jalan
mneuju kepada Allah swt.
Sekaligus menjadi perilaku kaum yang
mengkhususkan (menyendiri) jiwanya di sisi Allah
swt.
Anak-anak sekalian! Ketahuilah siapa yang hakikat
batinnya menyendiri bersama Allah secara total,
dan rahasia sirrnya benar-benar manunggal, akan
terbuka seluruh tirai, segala bukti menjadi nyata,
ketika musyahadah pada Cahaya Al-Haq Allah
swt.
Di sanalah ia Allah menuangkan minuman dengan
gelas CintaNya, hingga ia mabuk dari lainNya,
segalanya menjadi riang nan ringan.
Segala diamnya adalah dzikir, nafasnya adalah
tasbih, kalamnya adalah penyucian, dan tidurnya
adalah sholat (do’a).
Subhaanallah..
Sang hamba senantiasa menaiki kendaraan
ma’rifat, hingga bertemu Yang Dima’rifati.
Bila sudah bertemu, ia abadi selamanya
bersamaNya, tidak berpaling ke lainNya.Qalbu itu
ibarat istana, dan ma’rifat adalah rajanya, akal
adalah menterinya yang punya department dan
instrument.
Lisan sebagai penerjemah, sedangkan rahasia
batinnya dari khazanah Ar-Rahman.
Masing-masing konsisten dengan posisinya,
sedangkan arah seluruhnya adalah istiqomahnya
sirr(rahasia) bersama Allah swt.
Bila Sirr istiqomah, maka ma’rifat menjadi
istiqomah, lalu akal menjadi lurus.
Bila akal konsisten, qalbu akan konsisten.
Bila qalbu konsisten, jiwa akan konsisten.
Bila nafsu konsisten (dalam pengendalian),
perilaku batin akan konsisten.
Sirr dicahayai oleh Sifat Jamal dan Jalal Allah..
Akal dicahayai oleh cahaya kesadaran dan
renungan pelajaran.
Qalbu dicahayai oleh cahaya rasa takut dan cinta
disertai kontemplasi fikiran.
Nafsu dicahayai dengan cahaya oleh jiwa dan
pengekangan.
Sirr adalah lautan dari samudera anugerah
pemberianNya, dan gelombangnya tak terhingga,
tiada henti pula.
Jika Sirr konsisten bersama Allah swt, maka
senantiasa akan abadi dalam musyahadah, dan
sirna dari penglihatan pada Istiqomahnya.
Perlu diketahui bahwa Jalan Istiqomah
(konsistensi) itu laksana tenda agung dari jalan
akhirat, dan berjalan di tepinya lebih sulit
disbanding jalan di tepian akhirat. Alam rahasia
bias menjadi tipudaya, karena Allah swt tidak suka
pada hati hamba yang masih ada cinta pada yang
lain selain Dia.
Mereka tidak ingin sesuatu dari Allah kecuali Allah.
Dalam sebagaian kitabNya Allah Ta’ala berfirman :
“Bila yang kesibukan jiwa hambaKu lebih
kepadaKu disbanding yang lain, maka Kujadikan
nikmat dan hasrat ada dalam mencintaiKu, dan
Aku singkapkan hijab antara diriKu dengan
dirinya.”
Ada seseorang sedang masuk dalam tempat
Syeikh Sary as-Saqathy, lantas lelaki itu bertanya,
“Manakah yang bias mendekatkan pada Allah
Ta’ala, hingga sang hamba bias mendekat
kepadaNya?”
Maka As-Sary menangis, lalu berkata, “Orang
seperti anda ini masih bertanya seperti itu? Yang
paling utama cara mendekatkan hamba kepada
Allah Subhanahu wa-Ta’ala, hendaknya Allah swt,
muncul di hatimu, dan anda tidak mau sama
sekali pada dunia dan akhirat, kecuali hanya
padaNya.
”Ibrahim bin Adham ra mengatakan, “Puncak dari
hasrat dan citaku dalam hubunganku dengan Allah
Ta’ala adalah, hendaknya Dia menjadikan diriku
condong terus kepadaNya, hingga aku tak
memandang apa pun selain Dia, dan aku tidak
sibuk dengan siapa pun selain sibuk denganNya,
aku tak peduli Dia jadikan diriku jadi debu, atau
hilang sama sekali.
”Nabi Ibrahim as, pernah ditanya, “Dengan cara
apa anda dapatkan keakraban dengan Allah
Ta’ala?” “Dengan memutuskan diriku hanya
kepada Tuhanku, dan pilihanku kepadaNya
dibanding lainNya, serta aku tidak pernah makan
kecuali bersama tamuku.
”Rabi’ah al-Bashriyah ra mengatakan :“Oh
Tuhanku, hasratku di dunia dan di akhirat nanti
hanya mengingatmu, dan hasratku di akhirat dari
akhirat hanya memandangMu, maka lakukanlah
antara keduanya sekehendakMu.
"Abu Yazid al-Bisthamy ra menegaskan, “Rahasia
batinku naik menuju Allah swt, lalu terbang
dengan sayap ma’rifat dengan cahaya kecerdasan
di cakrawala Wahdaniyah (KemahatunggalanNya).
Tiba-tiba nafsu menghadapku dan berkata,
“Kemana kau pergi? Akulah nafsumu dan engkau
harus bersamaku.”
Namun rahasia batinku (sirr) sama sekali tidak
menoleh padanya.Kemudian makhluk-makhluk lain
menghadap sirrku, mereka bertanya, “Kemana kau
pergi? Kami adalah teman dan tempat curhatmu,
engkau harus bersama kami, demi solidaritas
padamu!”
Sirrku sama sekali tidak menoleh.
Lantas syurga dengan segenap isinya menghadap
sirrku, mereka bertanya, “Kemana engkau pergi?
Engkau itu bagiku dan engkau harus di sini
denganku.” Maka sirrku sama sekali tidak
berpaling.Lalu anugerah dan pemberian
menghadapku, begitu juga karomah-karomah,
hingga melewati kerajaanNya, sampai pada kemah
Fardaniyah (KetunggalanNya), lantas melampaui
universalitas dan keakuan, hingga sirrku sampai di
hadapan Allah swt.
Dialah(Allah) yang kucari!”
Allah swt berfirman kepada Nabi Musa as, “Wahai
Musa! Sesungguhnya orang yang menjumpaiKu
pasti tidak akan kembali dariKu, dan tidak akan
kembali kecuali dari Jalan (lurusKu).”
Abul Abbas nin Atha’ ra, mengatakan, “Manakala
akhirat muncul dalam diri hamba, dunia menjadi
sirna di sisinya, sehingga sang hamba hanya
menetap di negeri keabadian.
Namun manakala sang hamba berada dalam
penyaksian Allah Ta’ala, segala hal selain Allah
Ta’ala sirna, dan hamba abadi bersama Allah
swt.”
Ada lelaki di hadapan Abu Yazid ra, berkata, “Ada
informasi sampai kepadaku bahwa engkau punya
Ismul A’dzom, sangat senang jika engkau
mengajariku.
"Abu Yazid menjawab, “Nama Allah itu tidak
terbatas. Namun kosongkan hatimu hanya bagi
KemahaesaanNya, meninggalkan berpaling pada
selain Allah Ta’ala.
Jika anda bisa demikian, raihlah Ism (Nama) mana
pun yang kau kehendaki, maka dengan Isim itu
anda bisa pergi dari timur hingga barat, dalam
sekejap dan anda telah kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar