Pena Tinta Ku
kisah Imam Al-Ghazali yang menjadi imam dalamshalat Ashar disebuah mesjid, Beliau baru sajamengajarkan hukum thaharah bagi wanita yanghaid. Tanpa disadari pikiran Beliau saat shalatteringat kepada wanita yang sedang haid. Salahseorang yag menjadi makmum adalah adikkandung imam al-Ghazali. Setelah selesai shalatadik imam Al-Gazali menegur :“kenapa abang di rakaat kedua mengingat wanitayang lagi haid?” Imam Al-Ghazali sangat terkejut,selaku orang yang sangat ahli dalam hukum Islamtelah hapal Al-Qur’an dan ribuan hadist, telahberpuluh tahun menjadi imam baru sekarangmengetahui kekeliruannya selama ini.Beliau berkata kepada adiknya :“Tajam sekali mata hati mu, mulai saat ini akuberguru kepada mu”Imam Al-Ghazali yang terkenal akan ilmusyariatnya, harus belajar lagi kepada adiknya yangahli tasawuf bagaimana menjadi seorang Imamyang sah, lalu bagaimana dengan imam-imamzaman sekarang yang hanya mengandalkankefasihannya?Bacaan tetap lah bacaan, hapalan tetap lahhapalan yang tersimpan dalam otak yangmempunyai dimensi rendah, seorang hamba bacatetaplah akan menjadi hamba baca kalaupengetahuannya tidak di upgrade
Tidak ada komentar:
Posting Komentar