Sabtu, 05 Oktober 2013

ALFAQIR DALAM TASAWUF

Seykh Abdul Qadir Aljilany-Sirrul Asrar -

Penerjemah KH Zezen Zainal Abidin..

Bismillaahirrahmaanirrahiim ... Nabi Saw
bersabda : "kefakiran adalah kebanggaanku (aku
bangga menjadi seorang yang fakir). HR ad-
Dailami. Adapun yang dimaksud dengan fakir
dalam tasawuf bukan fakir harta. Akan tetapi fakir
dalam ilmu tasawwuf adalah "sifat"
menggantungkan diri kepada ALLAH SWT dan
meninggalkan selain ALLAH SWT berupa nikmat2
duniawi dan ukhrawi. Maksudnya adalah fana'
fillahi (lebur daripada ALLAH SWT). Disini seolah
ia tidak lagi mengekalkan diri bagi dirinya dan
tidak ada tempat lagi dihatinya selain ALLAH
SWT . Sebagaimana firman-Nya dalam hadis
Qudsi : "BumiKu tidak cukup utk-Ku. Langit-Ku
tidak cukup untuk-Ku. Yang cukup untuk-Ku
adalah kalbu hamba-Ku yang mukmin.". # Maksud
dari mukmin adalah manusia yang hatinya telah
bersih dari sifat kemanusiaan dan bersih dari
berubah-ubah Iman. Maka Allah Swt akan
meluaskannya PANTULAN CAHAYA-NYA, Abu
Yazid Albustami ra berkata : "Bila ARSY dan
sekitarnya disimpan di salah satu sudut kalbu
seorang ahli makrifat, ia tidak akan merasakannya.
Dan , siapa yang mencintai mereka maka ia akan
"bersama mereka" di akhirat. Adapun tanda
bahwa seseorang mencintai mereka adalah cinta
untuk bergabung dengan mereka dan merindukan
Allah Swt serta berupaya menerima." ALLAH SWT
berfirman dalam hadis Qudsi : "Orang2 Ahli
Kebijakan (Abrar) telah lama merindukan
pertemuan dengan-Ku, sedang Aku lebih
merindukan pertemuan dengan mereka." Nabi saw
bersabda : Orang2 yang ikhlas mempunyai
kekhawatiran yang besar." Ini semua sifat
kefakiran dan fana. Di dalam sebuah khabar di
sebutkan : "fakir : menggantungkan diri kepada
Allah-- itu menimbulkan muka hitam di duan
negeri (dunia akhirat)" arti dari muka hitam adalah
tidak dapat menerima warna selain cahaya Dzat
ALLAH SWT." #hitam itu ibarat tahi lalat diwajah
org tampan yang justru membuat pemiliknya
tampak lebih indah mempesona. #BILA Ahli Al-
Qurbah melihat keindahan Allah Swt , mereka
tidak menerima cahaya selain cahaya Allah Swt :
makhluk tidak akan menjadi sesuatu yang
dicintainya karena yang mereka Cintai dan mereka
cari adalah Allah Swt , di dunia dan akhirat.
Hanya Allah Swt yang menjadi tujuan mereka
karena mereka meyakini bahwa ALLAH SWT
menciptakan manusia, agar manusia mengenal
(makrifat) dan wushul kepada-Nya. Maka yang
wajib bagi manusia adalah mencari APA YANG
MENJADI TUJUAN penciptaannya didunia dan
akhirat. Agar kemudian tidak MENYIA-NYIAKAN
umurnya dengan kegiatan yang "tidak berguna"
dan tidak menyesal setelah mati karena menyia-
nyiakan Umur.()

Tidak ada komentar:

Posting Komentar