Sabtu, 16 April 2016

Dzikir Tauhid untuk kesembuhan

#TipsDariGuruAgung

Rahasia sehat para pendzikir...

Pangersa Guru Mulia Abah Aos berkisah, dulu, saat duduk berdua di Madrosah Suryalaya, Pangersa Guru Khusuk Abah Anom menyampaikan salah satu di antara tanda keagungan Dzikir Khofi ialah kekhasiatannya untuk menormalkan sesuatu yang dirasakan tidak normal di sekujur tubuh kita.

"Kalau di dalam tubuh kita, di salah satu bagian tubuh kita ada sesuatu yang dirasakan aneh atau ganjil, sakit misalnya, nah, yang suka kita 'nyut-nyutkan' itu (lafadz dzikir khofi yang biasa didengutkan di dua jari di bawah susu kiri, pen) arahkan atau pindahkan ke bagian tubuh tersebut, terus dan terus 'nyut-nyutkan' di situ selama dan sebisa mungkin," tutur Pangersa Abah Anom ke Abah Aos, sambil memperagakan posisi duduk Abah Anom di atas sajadah dengan menjulurkan kakinya ke depan.

Dalam posisi duduk itu, Abah Aos terus memperagakan saat Abah Anom memperagakan gerakan dan perpindahan telunjuk yang satu mengetuk di dua jari di bawah susu kiri dan satu lagi ke ujung kaki,  seumpama yang sakit atau terasa aneh itu ada di ujung kaki. Nyut-nyutkan keduanya, bersamaan. Akan tiba pada suatu rasa tiada terasa selain perasaan sehat, merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pangersa Abah lalu kembali mengijazahkan umum, lakukan khofi untuk mengobati nyeri di bagian yang nyeri di tubuh kita. Ini cara penyembuhan tauhid, untuk normalisasi dan kesehatan tubuh kita. Subhanalloh.

Tidak ada yang tidak dari lisan Pangersa Abah Anom yang tidak diamalkan, amankan dan lestarikan oleh Abah Aos. Sifat-sifat ini karena larutnya beliau dalam kersa dan karsa gurunya kepada gurunya kepada gurunya kepada gurunya hingga hadirat Kanjeng Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam.

Selain khofi, pangersa Abah juga menekankan kekhasiatan dzikir jahr bagi siapa saja yang sering mengeluh sakit-sakitan. Sakit apa saja, dan ingin tahu sesuatu yang kita tidak tahu, lakukan dzikir  jahr, lebih banyak lebih baik. Lebih sering pangersa menyarankan, bila cukup luang waktu dan untuk sehat jiwa raga, dzikir jahar lebih banyak lebih baik, lakukan hingga berkeringat. 'Pukulkan dengan jahr illalloh ke dua jari di bawah susu kiri.

Pangersa Abah Aos biasa menyarankan, untuk menunaikan wudlu lalu sholat dua rokaat terlebih dahulu, niat sholat ingin sehat, lalu, lanjut dzikir jahr hingga berkeringat. Taruhlah air putih di samping kanan, lalu setelah purna amaliyah dzikir, minum hingga habis, bis. Seraya tentu menjeritkan dzikir khofi di dalam hati.

Demikianlah tuntunan hidup sehat dari Pangersa Abah. Semoga Alloh berkahi para ikhwan akhwat semua para pengamal amaliyah pecinta kesucian jiwa dengan sehatnya, 'jagjag belejag gorejag...' Bibarokah Pangersa Guru-guru Agung khusus Abah Aos alfatihah. Amin.

Salam husnul khidmah,

Abah Jagat [Pembantu Khusus Abah Aos/Wakil Talqin Hadrotusyeikh]

Keterangan foto:

Di sela rehat Ziarah Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani keliling Turki, Pangersa Abah Aos menaiki 'Hot Air Baloon' (Balon Udara) di kota Cappadocia, Turki. Di pagi nan sejuk itu, di atas ketinggian 1000 meter itu, Pangersa melaksanakan rangkaian sholat Sunnah Isyroq, Istiadzah, Istikhoroh, dan Isti'anah lalu menikmati indahnya pemandangan lembah Cappadocia yang terdiri rumah-rumah batu masa silam yang eksotis. Subhanalloh.

Jumat, 15 April 2016

Menjawab jika di tanya kehadiran Rasul dalam satu acara

HABIB UMAR MELIHAT RASULULLAH SAW

Bila ada yg bertanya kepada kita  "mengapa kalo dimajlis2 dibilang Rasulullah hadir, kemudian  bagaimana hadirnya padahal beliau sudah wafat" yg sepeti itu dijawabnya gimana harusnya?
Begini coba lihat dlm kitab Al Ajwibatul Gholiyah,  semua amalan Habaib atau masyaikh yang sholeh itu ada tuntunan dan dalilnya..klo pun gak ada dalil nya lalu  apa salahnya kita berdiri untuk mengungkapkan rasa bahagia dan syukur yang mendalam kpd Allah shg diekspresikan orang ya menerima berita gembira pasti reaksi pertama yg nampak pd nya adl berdiri dlm keadaan senang... apalagi ini ada dalilnya..sebagai berikut:
ﺍﻻﺟﻮﺑﺔ ﺍﻟﻐﺎﻟﻴﺔ / ص ١٣٨ / ﺩﺍﺭ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﺔﺗﺄﻟﻴﻒ : ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺪﺍﻋﻲ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺯﻳﻦ ﺑﻦ ﺳﻤﻴﻂ

قال الامام السيوطي رحمه الله: قد تحصل من مجموع الاحاديث ان النبي صلى الله عليه وسلم حي بجسده وروحه وانه يتصرف حيث شاء في اقطار الارض والملكوت وهو بهيبته التي كان عليها قبل وفاته، وانه يغيب عن الابصار كما غيبت الملائكة، فاذا اراد الله رفع الحجاب عمن اراد كرامته برؤيته رآه على هيئته.

Imam suyuthi berkata: benar2 bisa ditarik kesimpulan dari hadist2 yang sudah terkumpulkan, bahwa Nabi Muhammad Saw adalah HIDUP dengan JASAD dan RUHnya,, dan beliau bertashorruf/berbuat apapun yang Beliau inginkan di seluruh penjuru bumi dan langit,, dan haibah, kewibawaan, keadaan Beliau masih sama persis seperti sebelum wafat,, dan Beliau tidak terlihat oleh mata sama seperti para malaikat,, akan tetapi sebagian dari hamba2 Allah yabg diberi kemuliaan dan ke khususan akan dibukakan hijab/penutupnya oleh Allah ta'ala sehingga bisa melihat Nabi Muhammad Saw secara terjaga/langsung.

Berikut juga yang ditulis oleh Sayyid Ahmad al Barzanji sebagaimana dalam risalah-risalah yang ditulis setelah kitab An Ni'matul Kubra 'alal 'Aalam Fi Maulidi Sayyidi Waladi Aadam halaman 64-65:

اعتقاد قدوم روحه صلى الله عليه وسلم من عالم الارواح إلى عالم الشهادة وحضوره في المجالس التي يذكر فيها لا باس بأس به في الدين ولا بعد في وقوعه لأنه صلى الله عليه وسلم وإن كان جسده المقدس في قبره الكريم بالمدينة المنورة لكنه حي في قبره وروحه المقدسة كالشمس المنيرة لجميع الآفاق مشارقها ومغاربها وقد ثبت عن كثير من أهل الكشف اجتماعهم به صلى الله عليه وسلم يقظة وأخذهم العلوم والحكم عنه بلا واسطة مع فناء ديارهم فلا يبعد أن تحضر روحه المقدسة عليه الصلاة والسلام في كل مجلس يذكر فيه وإن كان في مواضع كثيرة وبلدان متباعدة وهو أمر مسلم عند أهل الذوق الصحيح الكرام ويشهد بصحة ذالك ما ثبت في قصة المعراج من أنه صلى الله عليه وسلم اجتمع بالأنبياء في بيت المقدس ثم لما عرج به إلى السموات اجتمع بآدم ويحيى وعيسى وموسى وإبراهيم وغيرهم ومما يقرب ذلك القول أن ملك الموت الموكل لقبض الأرواح يتولى قبض أرواح من يموت في ساعة واحدة في مشارق الأرض ومغاربها وشمالها وجنوبها وهو ملك واحد بنص قوله تعالى :قُلْ يَتَوَفَىكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِيْ وُكِّلَ بِكُمْ السجدة
Sayyidi Alhabib Umar b Hafidz pernah dg pertanyaan yg serupa lalu Beliau menjawab yg dinukil oleh  Almarhum  Alhabib Mundzir Almusawa Mengenai berdiri saat maulid ini merupakan Qiyas dari kerinduan pada Rasul saw, dan menunjukkan semangat atas menyambut kedatangan sang pembawa risalah pada kehidupan kita, hal ini lumrah saja, maksudnya bukan Nabi datang, tapi menyambut kedatangan risalah beliau, semua hukum syariah, Alqur’an, shalat, puasa zakat dlsb yg itu semua dilimpahkan pada kita dengan kedatangan Nabi saw kepada ummat ini, maka para Ulama dan muhaddits mengambil cara berdiri, demi menambah semangat muslimin semata, karena gerakan tubuh itu selaras dg Jiwa, misalnya gerakan telunjuk menunjuk ke kiblat saat tahiyyat dalam syahadat, apa maksudnya?, apakah menunjuk Allah?, dan juga menghadap kiblat, apakah maksudnya Allah ada di ka’bah?, berarti kita menafikan Allah ada di penjuru lainnya, tentunya tidak, demikian pula berdiri dalam maulid itu, hanya menambah semangat saja.

Mengenai kehadiran Ruh Nabi saw padanya hal itu merupakan hal gaib yg tak bisa dibahas dalam syariah, hal itu relatif, tidak mustahil, bila syaitan kita percaya bisa hadir dimana mana, mengapa pula nabi saw tak bisa hadir dimana mana?, jika manusia bisa melihat ke segala penjuru dunia, nama anda bisa ada diseluruh dunia dalam sekejap, anda masuk ke internet dan menulis nama anda di suatu situs, maka nama anda sudah ada diseluruh dunia, bukankah demikian?, lalu anda tampilkan foto anda pula, maka seluruh dunia bisa melihat foto anda di situs itu, lalu anda tampilkan suara anda dan film anda sedang berdoa mendoakan semua orang, maka seluruh dunia dapat melihatnya, anda dapat mengirim uang dalam sekejap hanya lewat hp, anda dapat komunikasi dari hp dengan teman anda ditempat yg jauh, dapat melihat wajahnya, senyumnya, dan semua yg dilakukannya walau ia ditempat yg jauh.., bila anda dokter, lalu saya sakit, saya bisa komunikasi dg anda lewat hp 3G, saya tunjukkan luka di tangan saya (misalnya), lalu saya minta obatnya pada anda, anda mengatakan obatnya adalah ini dan itu, botolnya seperti ini, warnanya begini, nanti oleskan begini dan begitu, saya melihatnya dg jelas, bukankah berarti saya telah bertemu anda?, tentunya tidak, namun sama saja dengan saya telah bertemu anda. inilah ciptaan manusia. Mustahil kah Allah memperbuatnya pada Nabi Nya..?

Rabu, 13 April 2016

Tassawuf

“Tasawuf adalah sebuah ilmu di mana orang belajar mengenai keadaan jiwa manusia, apakah terpuji atau tercela.  Jika keadaannya tercela, ia belajar bagaimana membersihkannya hingga menjadi terpuji dan menjadikannya mampu menempuh perjalanan menuju Hadirat Ilahiah Allah.  Buahnya adalah perkembangan kalbu: Makrifatullah, melalui pengalaman langsung; keselamatan di akhirat; memperoleh kemenangan dengan meraih rida Allah; pencapaian kebahagiaan yang kekal; dan pencerahan dan penyucian sehingga hal-hal yang mulia menyingkapkan dirinya sendiri,  maqam-maqam yang luar biasa menjadi terbuka dan ia dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata batin orang lain.”

“Tasawuf bukanlah semacam ibadah tertentu, tetapi lebih pada mengaitkan kalbu kepada Allah.  Dalam pelaksanaannya bila ada sesuatu yang lebih disukai (mandub) menurut standard Syariah, bagi seseorang dalam situasi tertentu, maka orang itu dapat melakukannya.  Inilah sebabnya mengapa kita melihat bahwa kaum Sufi telah berkhidmah di dalam Islam dalam kapasitas yang beragam.  Para cendikiawan Muslim harus mendapat pendidikan mengenai Sufisme ini.”
Maulana syaikh naziem qs.

Senin, 11 April 2016

Nasihat

Grandsyaikh kita sering mengatakan,'Bagaimana kalian mengisi hari-hari kalian?!jangan sia-siakan waktu, usahakan untuk'menenun' ruang dan waktu sehingga kalian meninggalkan warisan kelak didunia ini dan terhormatlah karenanya disini dan diakhirat kelak, bagi pengikut thariqat, menyia-yiakan waktu secara ceroboh atau mengisinya dengan aktifitas yang tidak berguna adalah dosa besar, jagalah energi vital dan waktu berharga kalian, jadikan tiap saat menjadi berguna.

(Mawlana Syaikh Nazim Adil Al Haqqani/ocean of unity)

Ulama dan aulia

Ikatan Hati para Awliya

Kisah seorang murid Al Habib Umar bin Salim bin Hafidz yg sangat mempunyai rasa ta'aluk (ikatan hati) yg sangat erat kepada beliau.
Sepulangnya ke tempat ia tinggal, ia merasa sangat jauh & sudah tidak memiliki ikatan kepada Habib Umar, ia bermaksiat bahkan ia lupa dengan ajaran gurunya seperti bukan seorang murid.

Pada suatu hari, Al Habib Umar berdakwah ke daerahnya dan ia mengetahui bahwa gurunya akan datang berdakwah, ia sangat senang tetapi disisi lain ia takut dan malu untuk bertemu Al Habib Umar, ia berusaha menghindar agar tdk bertemu. Tetapi Allah menakdirkan sesuatu yg tdk disangka, ia tdk sengaja bertemu Al Habib Umar, lalu beliau mengajaknya bersalaman, ia sangat malu. Al Habib Umar tersenyum kepadanya dan berkata dg ucapan yg tdk pernah terbayang olehnya, "Thir ya thoir, hablak ma'ana" yg artinya "Terbanglah wahai burung, talimu bersama kami"
(kau bebas berbuat apapun sepuasmu, bahkan maksiat, ketahuilah talimu berada di tanganku, kapanpun aku ingin menarikmu kembali, aku mudah untuk melakukannya)

Ketahuilah, ikatan yg sudah terjalin tidak akan terputus. Inilah inayah (perhatian) dari seorang guru, dari Rasulullah dari orang tua. Tanpa disadari saat kau melakukan perbuatan yg kurang baik, kau akan ditegur. Kau seperti burung yg kakinya terikat, tidak akan terlepas meski kau terbang kemanapun

Melindungi rumah