Selasa, 26 November 2013

Doa Syaikh Atabatul Ghulam


ﺇِﻟَﻬِﻲْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺖَ ﻗَﺒِﻠْﺖَ ﺗَﻮْﺑَﺘِﻲْ ﻭَﻏَﻔَﺮْﺕَ ﺣُﻮْﺑَﺘِﻲْ ﻓَﺄَﻛْﺮِﻣْﻨِﻲْ ﺑِﺎﻟﻔَﻬْﻢِ ﻭَﺍﻟﺤِﻔْﻆِ ﺣَﺘَّﻰ
ﺃَﺣْﻔَﻆُ ﻛُﻞَّ ﻣَﺎ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢِ ﻭَﺍﻟﻘُﺮْﺀَﺍﻥِ
ﺇِﻟَﻬِﻲْ ﺃَﻛْﺮِﻣْﻨِﻲْ ﺑِﺤُﺴْﻦِ ﺍﻟﺼَّﻮْﺕِ ﻭَﺍﻟﻨَّﻐَﻤَﺔِ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻣَﻦْ ﺳَﻤِﻊَ ﻗِﺮَﺁﺀَﺗِﻲْ ﻳَﺰْﺩَﺍﺩُ ﺭِﻗَّﺔً
ﻓِﻲْ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺎﺳِﻲَ ﺍﻟﻘَﻠْﺐِ .
ﺇِﻟَﻬِﻲْ ﺃَﻛْﺮِﻣْﻨِﻲْ ﺑِِﺎﻟﺮِّﺯْﻕِ ﺍﻟﺤَﻼَﻝِ ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨِﻲْ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَ ﺃَﺣْﺘَﺴِﺐُ
Ya Allah, bila Engkau terima taubatku dan Engkau
ampunkan dosaku , maka berilah aku kemuliaan
dengan mudah faham dan mudah hafal sehingga
aku dapat menghafal semua ilmu yang ku dengar
dan juga ayat-ayat al-Quran .
Ya Allah berilah aku kemuliaan dengan suara yang
merdu , sehingga sesiapa yang mendengar
bacaanku , hatinya akan menjadi lembut meskipun
ia seorang yang keras hati .
Ya Allah kurniakanlah kepadaku rezeki yang halal
dan juga kunjungan rezeki yang tidak kusangka-
sangka .
Doa ini merupakan amalan Syaikh Atabatul
Ghulam seorang kekasih Allah yang pada awalnya
merupakan seorang yang fasik. Beliau sering
melakukan dosa dan maksiat kepada Allah SWT.
Maka pada suatu hari timbul niat padanya untuk
menghadiri majlis Ilmu seorang Wali Allah yaitu
Imam Hassan Al-Basri. Dalam majlis tersebut, ada
orang yang bertanya pada Imam Hassan Al-Basri
tentang orang yang melakukan dosa besar lalu
bertaubat, apakah taubatnya akan diterima oleh
Allah SWT. Lalu Imam Hassan Al-Basri
menjawab : “ Ya, jika ia bersungguh-sungguh
bertaubat dengan sebenarnya, maka Allah akan
mengampuninya, walaupun seperti Atabatul
Ghulam.”
Imam Hasan Al-Bashri membacakan ayat ke-16
dari surat Al-Hadid:
“Apakah belum datang bagi orang yang beriman
untuk tunduk hatinya mengingat Allah dan kepada
kebenaran yang telah turun (kepada mereka)….”
Beliau melanjutkan perkataannya,“Wahai pemuda
yang bermaksiat kepada Rabbul ‘arsy, apakah
engkau tahu balasan orang yang bermaksiat
adalah neraka sa’ir yang bergejolak apinya?.
Malaikat Zabaniyah menarik ubun-ubun mereka
dan menarik kaki-kakinya, lalu melemparkannya ke
dalam neraka. Apakah engkau dapat sabar
menghadapinya, sedangkan api dunia saja engkau
tidak kuat menahannya?”
Coba bayangkan Imam Hassan al-Basri tidak
pernah berjumpa atau melihat apatahlagi tidak
mengenali Atabatul Ghulam, beliau hanya
mengetahui namanya sahaja. Pada ketika disebut
nama Atabatul Ghulam, Atabatul Ghulam tersentak
lalu bertaubat, menyesali dosa-dosanya. Dalam
doanya, ia bermunajat, “Ya Tuhanku, jika Engkau
menerima taubatku dan Engkau ampuni dosaku,
maka berilah aku kemuliaan mudah paham dan
hafal, sehingga aku dapat menghafal semua yang
kudengar dari ilmu dan Al-Qur’an. Ya Tuhanku,
muliakanlah aku dengan suara yang merdu dan
indah, sehingga siapa saja yang mendengar
bacaanku, maka menjadi lembutlah hatinya
meskipun ia seorang yang keras hati. Ya Tuhanku,
berikanlah aku rejeki yang halal dan tak terhitung.”
Allah pun menerima taubatnya dan mengabulkan
permohonannya.
Doa’ ini amat sesuai dibaca bagi mereka yang
ingin bertaubat kepada Allah SWT, yang ingin
menghafal Al-Quran, Hadis Nabi SAW, yang ingin
mempunyai suara yang merdu dan indah khusus
mereka yang ingin mendalami Taranum Al-Quran,
yang menjadi pendakwah di jalan Allah, para
perawat Islam dan yang ingin menambahkan rezeki
zahir dan batin.
Jadikanlah doa’ ini amalan kita khususnya para
perawat Islam supaya senang untuk berdakwah
dan memberi nasihat kepada manusia dan jin yang
mendiami tubuh manusia agar mengikuti nasihat
kita dengan izin Allah….
http://pengurusanj-qaf.blogspot.com/2011/04/
doa-atabah.html

DOA PENGEMAT ANUGRAH ILAHI (YA MANAZHHARAL JAMIL


)
ﻳَﺎ ﻣَﻦْ ﺃَﻇْﻬَﺮَ ﺍﻟْﺠَﻤِﻴﻞَ، ﻭَﺳَﺘَﺮَ ﺍﻟْﻘَﺒِﻴﺢَ، ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﺆَﺍﺧِﺬْ ﺑَﺎﻟْﺠَﺮِﻳﺮَﺓِ، ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻬْﺘِﻚِ ﺍﻟﺴِّﺘْﺮَ،
ﻭَﻳَﺎ ﻋَﻈِﻴﻢَ ﺍﻟْﻌَﻔْﻮِ، ﻭَﻳَﺎ ﺣَﺴَﻦَ ﺍﻟﺘَّﺠَﺎﻭُﺯِ، ﻭَﻳَﺎ ﻭَﺍﺳِﻊ َﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ، ﻭَﻳَﺎ ﺑَﺎﺳِﻂَ ﺍﻟْﻴَﺪَﻳْﻦِ
ﺑِﺎﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ، ﻭَﻳَﺎ ﺳَﺎﻣِﻊَ ﻛُﻞِّ ﻧَﺠْﻮَﻯ، ﻭَﻳَﺎ ﻣُﻨْﺘَﻬَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻜْﻮَﻯ، ﻭَﻳَﺎ ﻛَﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﺼَّﻔْﺢِ،
ﻭَﻳَﺎ ﻋَﻈِﻴﻢَ ﺍﻟْﻤَﻦِّ، ﻭَﻳَﺎ ﻣُﻘِﻴﻞَ ﺍﻟْﻌَﺜَﺮَﺍﺕِ، ﻭَﻳَﺎ ﻣُﺒْﺘَﺪِﺋﺎً ﺑِﺎﻟﻨِّﻌَﻢِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﺳْﺘِﺤْﻘَﺎﻗِﻬَﺎ، ﻳَﺎ
ﺭَﺑِّﻲ ﻭَﻳَﺎ ﺳَﻴِّﺪِﻱ ﻭَﻳَﺎ ﻣَﻮْﻟَﺎﻱَ ﻭَﻳَﺎ ﻏَﺎﻳَﺔَ ﺭَﻏْﺒَﺘِﻲ، ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗُﺸَﻮِّﻩَ ﺧِﻠْﻘَﺘِﻲ
ﺑِﺒَﻠَﺎﺀِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺑِﻌَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .
Artinya: Wahai Yang menampakan keindahan dan
menutupi keburukan, Wahai Yang tidak tergesa-
gesa dalam menjatuhkan hukuman atas suatu
kesalahan, dan juga tidak menyebar luaskan ke-
aib-an hambaNya, Wahai Yang Maha Pemaaf dan
Pengampun, Yang kedua tanganNya senantiasa
terulur dengan rahmat, Wahai Yang Maha
Mendengar setiap bisikan rintihan dan Tempat
melimpahkan segala keluhan, Wahai Yang Maha
Pemurah, Wahai Yang Amat besar anugrahNya,
Wahai Yang Maha menepis segala ketergilinciran,
Yang memberikan kenikmatan sebelum diminta,
bahkan sebelum hambaNya berhak untuk
mendapatkannya.Wahai Tuhanku, Wahai
Junjunganku, Wahai Penolongku, Wahai Puncak
Tujuanku, aku memohon kepadaMu janganlah
Engkau hinakan diriku dengan mushibah dunia dan
azab neraka.
Penjelasan:
Di dalam kitab al-Mustadrak, Imam al-Hakim al-
Naisaburiy menyebutkan sebuah hadits Shahih dari
Umar bin Syu`aib Radiyallahu Anhu yang ia terima
dari bapaknya dan kakeknya. Kakeknya bernama
Abdullah Bin Amr Bin Ash, kakeknya meriwayatkan
dari Rasulullah: ia berkata :”Malaikat Jibril pernah
datang kepada Rasulullah dengan membawa do`a
ini dari langit Jibril berkata : “Salam sejahtera
atas-mu ya Rasulallah”. Rasulullah menjawab :
”Salam sejahtera pula atas-mu ya Jibril”. Ia
berkata :”Allah telah mengutusku untuk membawa
sebuah hadiah untukmu”. “Hadiah apa ?” tanya
Rasulullah. “Beberapa kalimat yang diambil-Nya
dari gudang arsy” jawabnya. “Dengan kalimat ini,
mudah-mudahan Allah akan memuliakanmu”.
“Kalimat apa ya Jibril?” Tanya Rasulullah.
Kemudian malaikat Jibril membacakan do`a ini :
Yaa man azharal jamiil, wa satarol qabiih
Rasulullah bertanya lagi : “Fadhilah apa yang Allah
berikan kepada pembacanya ?”. Malaikat Jibril
menjawab : “Seandainya semua malaikat yang
ada di tujuh lapis langit itu berkumpul untuk
menggambarkan fadhilahnya, niscaya mereka
semua tidak akan mampu untuk menggambarkan
fadhilahnya sampai hari kiamat tiba. Dan Allah
Taala telah berfirman kepadaku : Kuberikan pahala
kepada pembacanya sebanyak semua makhluk
yang telah aku ciptakan, sebanyak tetesan air
hujan, sebanyak pasir dan kerikil, dan Aku berikan
pahala seperti yang di dapat oleh 70 orang nabi
yang telah menyampaikan dakwah risalah”.
Imam al-Hakim berkomentar : “Hadits ini
sanadnya shahih karena perawinya kebanyakan
berasal dari penduduk Madinah yang terpercaya”.
Doa ini sebaiknya dibaca sebanyak 20 kali sehari
semalam boleh pada satu waktu atau dibagi pada
beberapa waktu (dicicil) misalnya setiap selesai
shalat dibaca 4 kali.
Diambil dari risalah:
ﻏَﺎﻳَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺼْﺪِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺮَﺍﺩ
ﻓﻴﻤﺎ ﻟﻠﺘﺠﺎﻧِـﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﺫﻛﺎﺭ ﻭﺍﻷﻭﺭﺍﺩ
By
H. Rizki Zulqornain Asmat Cakung
Khadimut Thalabah Majelis al-Muafah

Keutamaan Allahu Akbar

Ibnu Athaillah As Sakandary
Keutamaan Dzikir "Allahu akbar", yang di
dalamnya ada lima perspektif :
Pertama: Dalam "Allahu Akbar" ada penyebutan
Allah Ta'ala pada diriNya Sendiri, pentauhidan,
pengagungan dan penghormatan atas
keagunganNya, yang lebih agung dan lebih besar
dibanding penyebutan makhlukNya yang lemah,
sangat butuh, dan pentauhidan makhluk
kepadaNya. Karena Allah swt-lah Yang Maha
Mencukupi dan Maha Terpuji.
Kedua: Dzikir dengan Nama tersebut lebih agung
dibanding dzikir dengan Asma'-asma'Nya yang
lain.
Ketiga: Bahwa Dzikirnya Allah Ta'ala pada
hambaNya di zaman Azali sebelum hambaNya
ada, adalah Dzikir teragung dan terbesar, yang
menyebabkan dzikirnya hamba saat ini.
Dzikirnya Allah Ta'ala tersebut lebih dahulu, lebih
sempurna, lebih luhur, lebih tinggi, lebih mulia dan
lebih terhormat. Dan Allah Ta'ala berfirman :
"Niscaya Dzikirnya Allah itu lebih besar."
Keempat: Sebenarnya mengingat Allah swt, di
dalam sholat lebih utama dan lebih besar
dibanding mengingatNya di luar sholat.
Menyaksikan (musyahadah) pada Allah Ta'ala
(Yang Diingat) di dalam sholat lebih agung dan
lebih sempurna serta lebih besar ketimbang
sholatnya.
Kelima: Bahwa mengingat Allah atas berbagai
nikmat yang agung dan anugerah mulia, serta
doronganNya kepadamu melalui ajakanNya
kepadamu agar taat kepadaNya, adalah nikmat
paling besar dibanding dzikir anda kepadaNya,
dengan mengingat nikmat-nikmat itu, karena anda
semua tidak akan pernah mampu mensyukuri
nikmatNya.
Karena itu Nabi Muhammad saw, bersabda: "Aku
tidak mampu memuji padaMu, Engkau,
sebagaimana Engkau memujiMu atas DiriMu."
Artinya, "aku tidak mampu," padahal beliau
adalah makhluk paling tahu, paling mulia, dan
paling tinggi derajatnya dan paling utama. Justru
Nabi saw, menampakkan kelemahannya, padahal
beliau adalah paling tahu dan paling ma'rifat -
semoga sholawat dan salam Allah melimpah
padanya dan keluarganya -.
Setelah kita mentauhidkan Allah swt, yang dinilai
lebih agung ketimbang sholat, sehingga sholat
menjadi rukun islam yang kedua. Dalam sabda
Rasulullah saw:
"Islam ditegakkan atas lima: Hendaknya
menunggalkan Allah dan menegakkan sholat…
dst". Takbiratul Ihram dijadikan sebagai
pembukanya, Allahu Akbar.
Allah tidak menjadikan salah satu Asma-asma'Nya
yang lain, untuk Takbirotul Ihrom, kecuali hanya
Allahu Akbar. Karena Nabi saw, melarangnya ,
demikian juga untuk Lafadz Adzan, tetap
menggunakan Takbir tersebut, begitu pun setiap
takbir dalam gerakan sholat. Jadi Nama agung
tersebut lebih utama dibanding Nama-nama
lainnya, lebih dekat bagi munajat-munajat, bukan
hanya dalam sholat atau lainnya.
Dalam hadits disebutkan:
"Aku berada pada dugaan hambaKu apabila
hamba berdzikir padaKu. Maka apabila ia berdzikir
kepadaKu dalam jiwanya, Aku mengingatnya
dalam JiwaKu. Dan jika ia berdzikir padaKu
dengan kesendirianNya, maka Aku pun mengingat
dengan KemahasendirianKu. Dan jika ia berdzikir
di tengah padang (keramaian) maka Aku pun
mengingatnya di keramaian lebih baik darinya."
Allah swt. Berfirman:"Dzikirlah kepadaKu maka
Aku berdzikir kepadamu."
Hal yang menunjukkan keutamaan dzikir dibanding
sholat dari esensi ayat tersebut, yaitu firman Allah
swt:
"Sesungguhnya sholat itu mencegah keburukan
dan kemungkaran."
Yang walau demikian merupakan dzikir teragung,
namun Dzikir "Allah" itu lebih besar daripada
sholat dan dibanding setiap ibadah Abu Darda'
meriwayatkan dari Nabi saw, beliau bersabda :
"Ingatlah, maukah aku beri kabar kalian tentang
amal terbaikmu dan lebih luhur dalam derajatmu,
lebih bersih di hadapan Sang Rajamu, dan lebih
baik bagimu ketimbang memberikan emas dan
perak, dan lebih baik ketimbang kalian bertemu
musuhmu lalu bertempur di mana kalian memukul
leher mereka dan mereka pun membalas memukul
lehermu?" Mereka menjawab, "Ya, kami mau.."
Rasulullah saw, bersabda, "Dzikrullah."
Juga dalam hadits yang diriwayatkan Mu'adz bin
Jabal :
"Tak ada amal manusia mana pun yang lebih
menyelamatkan baginya dari azdab Allah,
disbanding dzikrullah."
Makna Dzikrullah bagi hambaNya adalah bahwa
yang berdzikir kepadaNya itu disertai Tauhid,
maka Allah mengingatnya dengan syurga dan
pahala. Lalu Allah swt berfirman :
"Maka Allah memberikan balasan kepada mereka
atas apa yang mereka katakana, yaitu syurga yang
mengalir sungai-sungai di bawahnya."
Dengan dzikir melalui Ismul Mufrad, yaitu "Allah",
dan berdoa dengan ikhlas kepadaNya, Allah swt
berfirman :
"Dan apabila hambaKu bertanya kepadaKu tentang
Aku, maka sesungguhnya Aku Maha Dekat…"
Siapa yang berdzikir dengan rasa syukurnya, Allah
memberikan tambahan ni'mat berlimpah :
"Bila kalian bersyukur maka Aku bakal menambah
(ni'matKu) kepadamu…"
Tak satu pun hamba Allah yang berdzikir
melainkan Allah mengingat mereka sebagai
imbalan padanya. Bila sang hamba adalah seorang
'arif (orang yang ma'rifat) berdzikir dengan
kema'rifatannya, maka Allah swt, mengingatnya
melalui penyingkapan hijab untuk musyahadahnya
sang 'arif.
Bila yang berdzikir adalah mukmin dengan
imannya, Allah swt, mengingatnya dengan rahmat
dan ridloNya.
Bila yang berdzikir adalah orang yang taubat
dengan pertaubatannya, Allah swt, mengingatnya
dengan penerimaan dan ampunanNya.
Bila yang berdzikir adalah ahli maksiat yang
mengakui kesalahannya, maka Allah swt,
mengingatnya dengan tutup dan
pengampunanNya.
Jika yang berdzikir adalah sang penyimpang
dengan penyimpangan dan kealpaannya, maka
Allah swt mengingatnya dengan adzab dan
laknatNya.
Bila yang berdzikir adalah si kafir dengan
kekufurannya, maka Allah swt, mengingatnya
dengan azab dan siksaNya.
Siapa yang bertahlil padaNya, Allah swt,
menyegerakan DiriNya padanya
Siapa yang bertasbih, Allah swt, membagusinya
Siapa yang memujiNya Allah swt,
mengukuhkannya.
Siapa yang mohon ampun padaNya, Allah swt
mengampuninya.
Siapa yang kembali kepadaNya, Allah swt,
menerimanya.
Kondisi sang hamba itu berputar pada empat hal :
Pertama: Ketika dalam keadaan taat, maka Allah
swt, mengingatkannya dengan menampakkan
anugerah dalam taufiqNya di dalam taat itu.
Kedua: Ketika si hamba maksiat, Allah swt
mengingatkannya melalui tutup dan taubat.
Ketiga: Ketika dalam keadaan meraih nikmat, Allah
swt mengingatkannya melalui syukur kepadaNya.
Keempat: Ketika dalam cobaan, Allah
mengingatkannya melalui sabar.
Karena itu dalam Dzikrullah ada lima anugerah :
1. Adanya Ridlo Allah swt.
2. Adanya kelembutan qalbu.
3. Bertambahnya kebaikan.
4. Terjaga datri godaan syetan.
5. Terhalang dari tindak maksiat.
Siapa pun yang berdzikir, Allah pasti mengingat
mereka.
Tak ada kema'rifatan bagi kaum a'rifin, melainkan
karena pengenalan Allah swt kepada mereka.
Dan tak seorang pun dari kalangan Muwahhidun
(hamba yang manunggal) melainkan karena
ilmunya Allah kepada mereka.
Tak seorang pun orang yang taat kepadaNya,
kecuali karena taufiqNya kepada mereka.
Tak ada rasa cinta sang pecinta kepadaNya,
kecuali karena anugerah khusus CintaNya kepada
mereka.
Tak seorang pun yang kontra kepada Allah swt,
kecuali karena kehinaan yang ditimpakan Allah
swt, kepada mereka.
Setiap nikmat dariNya adalah pemberian. Dan
setiap cobaan dariNya adalah ketentuan.
Sedangkan setiap rahasia tersembunyi yang
mendahului, akan muncul secara nyata di
kemudian hari.
Perlu diketahui bahwa kalimat tauhid merupakan
sesuatu antara penafiaan dan penetapan. Awalnya
adalah "Laa Ilaaha", yang merupakan penafian,
pembebasan, pengingkaran, penentangan, dan
akhinya adalah "Illallah", sebagai kebangkitan,
pengukuhan, iman, tahid, ma'rifat, Islam, syahadat
dan cahaya-cahaya.
"Laa" adalah menafikan semua sifat Uluhiyah dari
segala hal yang tak berhak menyandangnya dan
tidak wajib padanya. Sedangkan "Illallah"
merupakan pengukuhan Sifat Uluhiyah bagi yang
berhak dan wajib secara hakikat.
Secara maknawi terpadu dalam firman Allah swt :
"Siapa yang kufur pada Thaghut dan beriman
kepada Allah, maka benar-bvenar telah memegang
teguh tali yang kuat."
"Laa Ilaaha Illallah", untuk umum berarti demi
penyucian terhapad pemahaman mereka,.dari
kejumbuhan khayalan imajiner mereka, untuk suatu
penetapan atas Kemaha-Esaan, sekalgus
menafikan dualitsme.
Sedangkan bagi kalangan khusus sebagai penguat
agama mereka, menambah cahaya harapan
melalui penetapan Dzat dan Sifat, menyucikan dari
perubahan sifat-sifat baru dan membuang
ancaman bahayanya.
Untuk kalangan lebih khusus, justru sebagai sikap
tanzih (penyucian) terhadap perasaan mampu
berdzikir, mampu memandang anugerah serta
fadhal dan mampu bersyukur, atas upaya
syukurnya.
Sumber : Sufinews

PERBANYAKLAH DZIKIR

PERBANYAKLAH MEMBACA DZIKIR KEPADA
ALLAH SWT…
ALMUSNID AL-ARIF BILLAH, HABIB UMAR BIN
HAFIDZ berkata:
Wahai kaum muslimin….
Rasulullah SAW telah memberikan kabar gembira
kepada orang-orang yang banyak berdzikir kepada
Allah SWT, bahwa bagi mereka akan
mendapatkan keamanan serta keselamatan di
dunia dan akhirat dari Allah SWT.
Disebutkan di dalam sebuah hadist, Rasulullah
SAW bersabda:
“ PETIR TIDAK AKAN MENYAMBAR ORANG-
ORANG YANG SEDANG BERDZIKIR KEPADA
ALLAH SWT”.
Disebutkan dalam sebuah kisah, pernah seorang
anak dari kalangan sahabat Rasulullah saw
ditawan oleh tentara kafir, lalu ayah dan ibu dari
anak tersebut mengadu kepada Rasulullah saw.
Kemudian Rasulullah saw mengatakan kepada
ayah dan ibu dari anak tersebut agar banyak
berdzikir kepada Allah swt serta mengatakan
kepada keduanya agar memperbanyak membaca
dzikir LAA HAULA WALA QUWATA ILLA BILLAH,
Maka keduanya pun membaca dzikir yang
dianjurkan oleh Rasulullah saw itu.
Berkat dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah saw
tersebut, akhirnya para penjaga yang mengawasi
anak tersebut ketiduran dan sang anak ini pun
berhasil melarikan diri dari tawanan tentara kafir.
Lalu anak itu pun kembali pulang ke rumah orang
tuanya di Kota Madinah. Ini semua berkat dzikir
yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada orang
tua si anak tersebut.
Oleh karenanya, perbanyaklah membaca dzikir
kepada Allah SWT. Berdzikirlah dengan hati yang
hadir, berdzikirlah dengan kekhusyukan dari dalam
hati kita.
Dengan banyak berdzikir, maka Allah swt akan
menolong kita, dengan senantiasa berdzikir maka
Allah swt akan melepaskan kita dari belenggu-
belenggu kesulitan yang kita hadapi

Kisah Hasan dan Al Husein ^_^

Pada masa kanak-kanaknya Saiyidina Al Husain
RA. seringkali ke masjid dan duduk dibawah
mimbar Rasul Sollallahu 'Alaihi wasallam serta
menghafalkan segala yang Nabi Sollallahu 'Alaihi
wasallam Khutbahkan, kemudian Al Hussain kecil
pulang dan menceritakan kepada Ibundanya
Sayyidah Fathimah Az Zahra .....Suatu kali
Ibundanya menyiapkan satu kursi dan
mendudukkan Al Hussain dikursi itu seraya
berkata :
" BAIKLAH ANAKKU SAYANG..
BERCERAMAHLAH SEPERTI KAKEKMU "
Al Hussain kecilpun menjelaskan apa yang
dikatakan kakeknya Muhammad Sollallahu 'Alaihi
wasallam di masjid dengan gaya bahasa yang
sama.. Sayyidah Zahra pun bersyair tentangnya "
ENGKAU SERUPA DENGAN AYAHKU......
ENGKAU TAK MIRIP DENGAN ALI.....
Saidina Ali ra. yang mendengar syair istri
tercintanya pun tersenyum..
Suatu ketika Sayyidah Fatimah bercerita kepada
Ayahandanya perihal keindahan tutur kata Al
Hussain hingga Nabi Sollallahu 'Alaihi wasallam
pun ingin menyaksikan dan mendengar langsung
ceramah cucunya tersebut namun beliau berkata
kepada putrinya :
"BARANGKALI DIA AKAN MALU JIKA
MELIHATKU"
Karena nya Nabi Sollallahu 'Alaihi wasallam
berencana bersembunyi dibalik tirai untuk
menyaksikan dan mendengarkan Ceramah
cucunya...
Nabi Sollallahu 'Alaihi wasallam pun bersembunyi
dibalik tirai dan sayyidah Fathimah
mempersiapkan Al Hussain untuk berceramah.....
Namun sungguh tak seperti biasanya hingga Az
Zahra pun heran ketika menyaksikan putra
kecilnya
Al Hussain hanya berdiam diri tanpa sepatah kata
yang keluar dari lisan mungilnya....
Lidah Al Hussain seolah kaku dan tak mampu
berucap apapun hingga Az Zahra sgt Heran dan
menanyakan keadaan putra nya tsb:
"Apa yg terjadi wahai anakku sayang? "
Al Hussain menjawab keheranan ibunya :
"JANGANLAH HERAN WAHAI IBUKU.....LIDAHKU
TAK MAMPU BERGERAK KARENA ADA PRIBADI
AGUNG YANG BERADA DIBALIK TIRAI....JIKA
SELURUH AHLI DAN PEMBICARA DI SELURUH
DUNIA BERKUMPULPUN NISCAYA MULUT2
MEREKA AKAN TERKUNCI DIHADAPAN BELIAU "
Mendengar ini Rasulullah Sollallahu 'Alaihi
wasallam yg berada di balik tirai keluar dan
memeluk cucunya Al Hussain ..

Menyembuhkan penyakit

Ada bacaan khusus yg jika diusapkan ke tubuh yg
terkena sakit , insyaallah menjadi sembuh. Ini
memang umum untk segala jenis penyakit ,mulai
yg ringan hingga yg berat. Mulai panuan , kurapan
sampai tumor ,kangker atau keBOTAKAN. Coba
saja, siapa yg punya kepala botak, tiap hari rajin
mengelus kepala botaknya dgn bacaan ini ,
insyaallah rambutnya dapet kembali tumbuh.
Apakah bisa untk menyembuhkan (maaf) impotensi
dan ejakulasi dini? Wallahua'lam. Kemungkinan
bisa . He..he..he.. Bacaan tersebut adalah
syairnya Syeikh Ibnul wardiy : " Amrortu kaffan
sabbahat fi-hal khashô * Warowwatil jaysya bimâin
thôhiri # 'Alâ ma'âsyi wa ma'âdi wa 'alâ *
Dhurriyyati wa bâthini wa dhôhiri "

Hal yg mendatangkan dan menjauhkan Rizqi

Kemurahan Rezeki Petua Habib Ahmad
Kemurahan Rezeki – Petua Hb.Ahmad Imam al-
`Allaamah al-Habib Ahmad bin Zain al-Habsyi
rahimahUllah adalah seorang ulama besar yang
berguru antaranya kepada Imam al-
Haddad rahimahUllah. Disebut dalam manaqib
beliau, “Qurratul ‘Ain wa Jilaa-ul Rain”, bahawa
beliau menyatakan bahawa antara amalan yang
sangat – sangat membantu bagi meraih rezeki
adalah seseorang itu beri’tikaf di masjid setelah
sholat Subuh sehingga terbit matahari
sambil berzikir dengan mengulang-ulang nama-
nama Allah yang agung, iaitu:
ﻳﺎ ﻛﺎﻓﻲ ، ﻳﺎ ﻣﻐﻨﻰ ، ﻳﺎ ﻓﺘﺎﺡ ، ﻳﺎ ﺭﺯﺍﻕ
Ya Kaafi, Ya Mughni, Ya Fattaah, Ya Razzaaq
http://bahrusshofa.blogspot.com/2011/08/


al-hal Yang Mendatangkan dan Menjauhkan Rizkih
Terkadang hal perilaku yang dianggap sepele bagi
kita ternyata sangat berpengaruh pada hasil ikhtiar
yang didapat. Berikut ini kami paparkan Syaikh
Ahmad Rifa’i dalam menguraikan tentang usaha
seorang mukmin dalam mendapatkan harta
kekayaan dan kemuliaan dalam kehidupan dunia.
Meskipun tujuan utama manusia diciptakan oleh
Alloh dimuka bumi adalah hanya untuk beribadah
kepada-Nya, bukan berarti tidak diperbolehkan
menikmati isi dari dunia itu sendiri. Hukum
mencari harta kekayaan dan kemuliaan adalah
mubah (boleh), bahkan terkadang wajib jika harta
dan kemuliaan ini menjadi sebab kuat dalam
beribadah.
Seperti yang diterangkan dalam nadhoman
berikut ;
Terkadang wajib ngupoyo arto kadunyan
Lan kamulyan kang tentu tulung kabecikan
Lan nulak saking fitnah maksiatan
Ikulah arep ngaweruhi ing syara’ panggeran
Wus bekakase wongkang bener ngibadat
Iku ngupoyo arto lan luhure derajat
Kang dadi sebab madep maring Alloh kuat
Lan ora ngawulo maring wong maksiat
(Abiyanal Hawa’ij Jilid 6 kurasan 80 hal.1 baris
6-9 )
Maksud dari nadhoman diatas adalah ; Terkadang
wajib mencari harta kekayaan dan kemuliaan yang
menolong amal sholih (amal kebaikan) dan
menolak dari fitnah maksiat. Itulah hendaknya
mengetahui hukum syari’at.
Sudah menjadi sarana orang yang benar
beribadah itu mencari harta dan kemuliaan yang
bisa menyebabkan kuat dalam ibadah kepada
Alloh dan tidak menghambakan diri kepada orang
yang ahli maksiat.
Yang Mendatangkan Rizki
Banyak hal yang bisa menyebabkan datangnya
rizki kepada kita, dinataranya adalah ;
Shodaqoh, Nabi Muhammad Saw bersabda ;
ﺍﺳﺘﻨﺰﻟﻮﺍ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﺑﺎ ﻟﺼﺪﻗﺔ
“ Datangkanlah rizki dengan shodaqoh “
Bangun diwaktu pagi dapat mendatangkan segala
kemudahan dan dapat menambah nikmat,
terutama rizki.
Sholat dengan memenuhi syarat dan rukunnya
disertai khusu’ disempurnakan dengan sunnah-
sunnahnya.
Menulis dengan rapi dan baik,menyapu lantai dan
membersihkan langit-langit rumah dan ruangan.
Datang ke masjid sebelum adzan, sholat
dhuha,membaca surat al-Waqi’ah terutama pada
malam hari, surat al-Mulk,al-Muzammil,al-Lail dan
al-Insyiroh.
Yang Menjauhkan Rizki
Diantara perkara-perkara yang menjauhkan rizki
diantaranya adalah ;
Perbuatan dosa atau maksiat, Rosulullah SAW
bersabda :
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ” ﻻ ﻳَﺮُﺩُّ ﺍﻟْﻘَﺪَﺭَ ﺇِﻻ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ , ﻭَﻻ
ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌُﻤُﺮِ ﺇِﻻ ﺍﻟْﺒِﺮُّ , ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﻴُﺤْﺮَﻡُ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﺑِﺎﻟﺬَّﻧْﺐِ ﻳُﺼِﻴﺒُﻪُ
“ Hanya do’a yang dapat merubah taqdir dan
hanya taqwa yang dapat menambah usia.
Seseorang terhalang rizkinya karena sebab dosa
yang diperbuatnya.”
Mengabaikan shalat
Kebanyakan tidur, terutama tidur diwaktu subuh
Tidur dengan telanjang
Buang air kecil dengan telanjang
Makan atau bersantai disaat junub
Membiarkan makanan yang jatuh
Memanggil nama orang tua dengan namanya saja
Membiarkan sarang laba-laba di rumah dan masih
banyak lainnya.
Sumber :
Abiyanal hawa’ij jilid 6, Syaikh Ahmad Rifa’